
Tiga bulan kemudian...
Zhou Fan yang berada di ruang penginapan merasakan aura yang bergejolak, ia langsung ke luar dan ternyata berasal dari ruangan Ciu San. Senyum seketika tercipta, ekspresi puas menggambarkan situasi perasaannya.
Sangat tidak mengecewakan, pengorbanan waktu pembuatan pill kultivasi tingkat sembilan dibayar dengan Ciu San yang naik tingkat menjadi petarung suci. Mungkin tak lama lagi Ciu San akan keluar, hanya tersisa Zhi Long yang belum menunjukkan tanda-tanda peningkatan.
Klak...
Belum juga Zhou Fan mengalihkan pandangan, pintu Ciu San terbuka dan pria bertubuh gempal itu tersenyum begitu bahagia. "Tuan muda, aku naik tingkat."
Ciu San begitu senang, ia tak menyangka dalam hidupnya akan mencapai tingkatan petarung suci. Bahkan mimpi pun ia tak pernah membayangkannya, tapi berubah sejak bertemu dengan Zhou Fan.
"Terima kasih tuan muda." Ciu San tak menemukan kalimat lain selain ucapan terima kasih, yang pasti ia tak akan pernah menyesal karena telah mengikuti Zhou Fan.
"Sekarang kau petarung suci bintang satu, pencapaian yang luar biasa. Sekarang hanya perlu menunggu saudaramu naik ke tingkatan yang sama." Zhou Fan berpikir potensi Zhi Long tak jauh berbeda dari Ciu San, kemungkinan besar juga bisa menerobos ke tingkat petarung suci bintang satu.
Beberapa saat berselang, ruangan milik Zhi Long mengekuarkan aura yang kuat. Zhou Fan kembali mengukit senyum di antara bibirnya, begitupun Ciu San yang senang melihat saudaranya juga berhasil.
Aura yang terpancar dari ruangan Zhi Long belum hilang, membuat kening kedua pria yang tengah menunggu di luar sedikit terangkat ke atas.
Zhou Fan melirik Ciu San, merasakan prasangka tak baik. Tanpa panjang lebar ia melesat, mendobrak pintu masuk ke dalam.
Brak!
Pintu terbuka dengan paksa, melihat Zhi Long masih duduk bersila. Namun darah mengalir dari sudut bibirnya, "Sial, dia terlalu memaksakan diri!" Zhou Fan duduk di belakang Zhi Long, langsung menempelkan tangan di punggung menyalurkan tenaga dalam.
Houk...
Houk...
Zhi Long memuntahkan darah agak hitam, mata agak berat dengan tubuh sedikit lemas. "Tuan muda?" Ia berusaha berbicara, tapi mulut pun enggan berkata.
"Kau terlalu memaksakan diri," ucap Zhou Fan sambil menggelengkan kepala.
Zhi Long tersenyum, "Setidaknya a-aku telah berhasil. Te-terima kasih tuan muda."
Zhou Fan mengeluarkan pill pemilihan, menyerahkannya kepada Zhi Long. Sama seperti sang kakak, dia tidak mengecewakannya. Meski mendapat timbal balik karena terlalu memaksakan diri, naik tingkat menjadi petarung suci bintang satu merupakan pencapaian yang luar biasa.
"Kita keluar, biarkan dia memulihkan diri." Zhou Fan mengajak Ciu San keluar, membeli arak di kedai seberang. Peningkatan ini harus dirayakan.
Di kedai Ciu San langsung memesan beberapa kendi arak, handak membayar dia tak lagi memiliki uang. Sambil tersenyum canggung dia menoleh kepada Zuou Fan. "Tuan muda ...."
Zhou Fan menghela nafas, mengeluarkan sejumpah uang kertas untuk membayar arak yang telah dipesan. Tangan kembali melambai, mengeluarkan satu cincin penyimpanan. "Itu untukmu," ucapnya sambil melempar cincin penyimpanan kepada Ciu San.
Ciu San tak sungkan, memeriksa cincin di hadapan Zhou Fan.
Woah...
Mulut terbuka melihat isi di dalam cincin penyimpanan, "Tuan muda, i-ini?"
"Kau simpanlah, juga untuk Zhi Long."
Mendengar ucapan Zhou Fan mata Ciu San berbinar, dengan cepat ia mengangguk. "Baik, tuan muda."
Senyum licik terlukis di wajahnya, rencana untuk manipulasi mulai tergambar jelas dalam kepala.
"Terima kasih, tuan muda." Zhi Long datang, langsung mengambil cincin dari tangan Ciu San.
Mata Ciu San melebar, hendak mengayunkan senjata. Namun melihat bahwa itu adalah Zhi Long, ia pun mengurungkannya.
"Itu bagianmu," ucap Zhi Long setelah menguras setengah uang yang ada di dalam cincin penyimpanan, mengembalikan cincin kepada Ciu San.
Ciu San mencebikkan bibir kesal, ludes sudah harapan uang senilai ratusan ribu, hanya terisa setengahnya.
"Zhou!"
Zhou Fan yang mendengar panggilan pun mengalihkan pandangan, melihat bahwa itu adalah Chu Qingyin air mukanya seketika berubah.
"Boleh aku bergabung?"
Ciu San memandang Zhi Long, dua saudara itu saling pandang seolah memberi tanda. "Tuan muda, kami harus memulihkan diri. Kami akan kembali ke penginapan."
Belum sempat Zhou Fan berkata Dua Kapak Kembar pergi. Meski berkata akan kembali ke penginapan, mereka malah berbelok ke kanan. Jelas jika itu hanya sebuah alasan.
Chu Qingyin duduk tanpa dipersilakan, Zhou Fan bangkit hendak pergi. Namun wanita itu berkata, "Apakah sopan meninggalkan seorang wanita begitu saja?"
Zhou Fan kembali duduk, matanya menatap tajam Chu Qingyin. Tiga bulan terakhir, sikap wanita ini begitu berbeda. Tidak seperti sebelumnya dan lebih mengganggu. "Jika kau ingin menjalin hubungan dengan gedung alkemis, datanglah kepada mereka, jangan menggangguku."
Chu Qingyin akan berkata, tapi seorang pelayan datang membawa pesanan arak. "Lihat, arak sudah datang. Mari kita minum terlebih dahulu, mungkin dengan begitu suasana hatimu lebih tenang."
Zhou Fan meneguk arak, menghabiskannya dalam satu tegukan. Kemudian pergi kembali ke penginapan.
Chu Qingyin mengikuti, menganggu seperti lalat yang menyebalkan. Namun Zhou Fan berusaha tak menanggapi, terus berjalan dan masuk ke dalam ruangan. Pintu menahan Chu Qingyin di luar.
Zhou Fan yang berada dalam suasana hati tidak menyenangkan pun mencari keberadaan Zhou Jim. Namun matanya terbelalak mendapati keadaan ruangan berantakan, "Jim!"
Beberapa kali memanggil Zhou Jim tak datang, hal ini sontak membuat Zhou Fan khawatir. Tanpa sengaja netra hitamnta mengarah ke atas tempat tidur, sebuah kertas dengan tinta hitam.
Perlahan ia membaca, mata bergerak mengamati setiap kata. Beberapa saat kemudian tangan meremas kertas, wajah berubah kelam dengan sorot mata tajam. "Chu Tian, beraninya kau!"
Zhou Fan menggenggam kertas, keluar dengan wajah memerah marah. Melihat ada Chu Qingyin di luar, ia langsung melesat dan mencengkeram lehernya.
"A-apa yang kau lakukan?" ringis wanita itu kesakitan, ia mencoba melepaskan cengkeraman, tapi tenaga Zhou Fan terlalu besar.
"Bagus sekali kau memainkan sandiwara, kau mengalihkan perhatianku sementara tetua Klan Chu datang menangkap serigala-ku." Zhou Fan menunjukkan kertas di tangannya, Chu Qingyin membaca dengan gegabah.
"Tidak, aku tak tahu apapun. Kau salah paham."
Zhou Fan tersenyum sinis, "Di dalam surat itu sudah tertulis jelas, 'Serigalamu berada di tanganku, jika ingin menyelamatkannya, datanglah ke Klan Chu--Chu Tian'. Ternyata kau merubah sikap demi melemahkan perhatianku. Cih! Aku akan datang ke sana."
Bruk!
Chu Qingyin terduduk setelah Zhou Fan melepaskan cengkeraman, dia langsung bangkit dan mengejar hendak menghentikan. Namun kecepatan Zhou Fan terlalu tinggi, ia tak mampu mengimbanginya.
"Apa yang telah dilakukan kakak bodoh itu!"
Dalam hati dia khawatir, dia menebak kekuatan Zhou Fan tidaklah lemah. Bila terjadi pertarungan, maka Klan Chu akan menderita kerugian yang parah. Dan jangan lupa tentang keberadaan gedung alkemis, hanya ada hal buruk jika perselisihan dibiarkan terjadi.