
"Bajingan! Kau akan menyesal karena telah menyinggung kami--Klan Ma!" Pria yang membawa pisau melesat sambil bersiap mengeluarkan serangan.
Sementara di sisi lain rekannya juga ikut menyerang. Mereka bergerak sangat cepat, mengeluarkan jurus andalan. Seketika dua serangan menerjang ke tempat Zhou Fan
Namun Zhou Fan juga tak hanya diam, dia mengeluarkan jurus penebas awan. Siluet tebasan laksana bulan sabit menghancurkan dua serangan pria tua, begitu mudah seperti membelah tahu.
Serangan hilang begitu saja, seolah tak pernah ada. Wajah dua pria tua berubah pucat, mereka sudah sangat percaya terhadap kemampuan sendiri, tapi yang mereka banggakan bagai tak berarti di hadapan lawan.
Mereka seolah jatuh ke jurang terdalam, tak ada cahaya. Yang dilihat hanyalah kegelapan.
Crash... Crash...
Belum hilang keterkejutan, tebasan menyayat tubuh mereka. Mata mereka menyala, menunjukkan kemarahan yang tak lagi bisa ditahan.
"Bangsat, kau akan menerima akibatnya!" Membentangkan senjata di depan tubuh, mereka bersiap mengeluarkan serangan. Nampak mereka sangat percaya diri dengan jurus itu.
"Hati-hati! Mereka akan mengeluarkan jurus pemburu bayangan, itu merupakan jurus terlarang milik Klan Ma."
Mendengar perkataan pria tua di belakangnya, Zhou Fan tak bisa untuk tidak siaga. Pemburu bayangan, nama yang cukup menakutkan. Bersamaan dengan itu pedang darah malam mulai mengeluarkan tajinya.
Sorot mata dua pria tua sangat tajam, mereka melakukan serangkaian gerakan kemudian mengayunkan senjata dan menciptakan sebuah bayangan hitam.
Bayangan hitam bergerak memburu Zhou Fan, sementara pedang darah malam bergerak mengeluarkan serangan. "Penebas awan!" ucap Zhou Fan.
Siluet tebasan laksana bulan sabit melesat menghantam bayangan hitam seperti tangan, menghancurkan dalam satu kali serangan. Wajah dua pria tua terkejut sampai dua mata melebar. Namun, kelopak mata semakin terbuka kala melihat siluet tebasan masih bergerak menuju ke tempat mereka.
"Menghindar!" Pria yang membawa belati berseru mengingatkan rekannya, meski begitu lesatan serangan sangat cepat.
Mereka membentangkan senjata untuk menahan siluet tebasan. Namun sangat disayangkan, senjata hancur berkeping-keping sementara tubuh jauh terlempar.
Zhou Fan memutar pedang, berjalan menuju ke tempat dua pria tua. Wajah mereka masih menyimpan dendam, tapi keadaan tubuh yang terluka hanya bisa menahan dendam di dalam kepala.
Crash!
Tanpa ada kata dua kepala terlepas dari tempatnya, mereka tiada dengan mata melotot.
Zhou Fan perlahan membalikkan badan, menyimpan pedang darah malam. Bersama dengan itu Ciu San, Zhi Long dan juga Zhou Jim keluar dari tempat persembunyian.
"Tuan, terima kasih. Benar benar terima kasih." Pria tua itu tak lagi dapat membayangkan jika Zhou Fan tak muncul, mungkin nyawanya tak akan terselamatkan dan mati di tangan dua pria itu.
"Karena masalah telah selesai, kami akan melanjutkan perjalanan." Zhou Fan melambaikan tangan sambil melenggang pergi.
Namun belum jauh dia melangkah, pria paruh baya itu memanggilnya. "Sebelum itu biarkan pria tua ini memperkenalkan diri, mungkin suatu saat nanti kita dapat bertemu. Namaku Sian Yu."
Wajah Zhou Fan membeku, langkah kaki terhenti. "Sian, apakah senior berasal dari Klan Sian?" Sambil membalikkan badan Zhou Fan melempar pertanyaannya.
Ganti pria tua itu yang terkejut, "Ba-bagaimana kau tahu!" Dia menjadi waspada.
Zhou Fan tersenyum, dia tengah mencari keberadaan portal untuk menuju ke Klan Sian. Tak di sangka akan dipertemukan dengan orang Klan Sian. Sungguh kebetulan yang ia harapkan.
Mungkin ini adalah jalan baginya untuk menemui Sian Lou--sang guru.
"Senior kau tak perlu cemas, aku adalah murid guru Sian Lou. Apakah engkau dapat membantu kami untuk pergi ke Klan Sian?" Zhou Fan sangat berharap, tapi pria tua ragu karena tak bisa memastikan identitas Zhou Fan.
Kata perdana menteri, gurunya merupakan penguasa timur. Meski tak tahu julukan apa itu, pasti dia dikenal oleh banyak orang. Benar saja, selepas membaca surat pemberian Zhou Fan kening Sian Yu nampak mengerut. "I--ini!"
"Apakah kau benar-benar adalah murid Penguasa Timur?" Zhou Fan lagi lagi mendengar julukan itu, dia mengangguk tanpa ragu.
Sian Yu kemudian mengembalikan surat tersebut kepada Zhou Fan, meminta mereka mengikuti dari belakang. "Ikuti aku, karena tak banyak yang mengetahui keberadaan portal menuju daratan dewa."
Zhou Fan menyipitkan mata mendengar nama daratan dewa, sementara Sian Yu yang melihat kebingungan pun bertanya. "Apakah kau tak mengetahui keberadaan daratan dewa?"
Dari sini Sian Yu kembali ragu bahwa Zhou Fan merupakan murid Penguasa Timur. Bagaimana mungkin seorang murid tak mengetahui dari mana gurunya berasal? pikirnya.
"Aku dan guru hanya bersama dalam kurun waktu yang singkat, meski begitu ia telah menjadi sosok penting dalam pencapaianku. Dia pergi sekitar tiga tahun lalu, hanya meninggalkan surat itu kepadaku." Zhou Fan tidak menceritakan keberadaan daratan Tian Lei, karena mencegah suatu yang tak ia inginkan.
Sementara Sian Yu yang mendengar penjelasan Zhou Fan tak lagi memiliki keraguan dalam benaknya. Ia pun mengajak Zhou Fan menuju portal berada.
Metekra menuju ke sebuah batu besar, seperti disusun dengan sengaja.
Sian Yu mengeluarkan sebuah token, sama seperti token pemberian Perdana Menteri Sian Hei. Kemudian pria tua itu menempelkan token di salah satu batu dan tak berselang lama cahaya muncul dari atas, membuka sebuah pintu yang menghubungkan dunia luar dengan daratan dewa.
"Ayo masuk!" Sian Yu melintasi dinding semu yang seperti air, sekejap mata tubuh sudah tertelan masuk ke dalam.
Zhou Fan tak mau ketinggalan, berjalan masuk bersama Ciu San, Zhi Long dan juga Zhou Jim. Mereka tiba di sebuah hutan dengan energi yang sungguh berbeda.
"Kau mungkin dapat merasakan perbedaannya, energi alam di sini lebih pekat dibandingkan dengan dunia luar."
Zhou Fan menarik nafas dalam-dalam, tubuhnya sangat ringat seolah bisa terbang.
"Ini adalah hutan hades, setelah keluar hutan kita akan memasuki wilayah Kota Cahaya, merupakan kekuasaan Klan Sian Timur." Mendengar penjelasan Sian Yu, Zhou Fan sangat tidak sabar bertemu dengan sang guru.
Langit yang semula terang berubah gelap, empat orang baru saja keluar dari kawasan hutan hades. Pemandangan kota yang ramai dengan begitu banyak penduduk berlalu lalang membuat mata Zhou Fan terkesima.
Bukan karena apa, tapi kekuatan mereka tidak kurang dari petarung kaisar. Tak bisa dibayangkan berada di mana batasan kekuatan di daratan dewa ini.
Setelah menempuh perjalanan satu hari satu malam, mereka baru sampai di kediaman Klan Sian.
"Paman, siapa yang kau bawa kembali ke kediaman?" Seorang pria muda juga wanita muda datang dan langsung bertanya.
Sian Yu memandang dua keponakannya, kemudian menjelaskan sekilas tantang Zhou Fan.
"Apakah dia orang asing?"
"Yuezhi, kau jangan sembarangan bicara." Sian Yu langsung menarik tangan keponakannya.
Bagaimana bisa keponakannya ini menyebut dengan sebutan 'orang asing', setidaknya jangan terlalu langsung. Itu tidak sopan.
"Mari masuk," ucap Sian Yu mempersilakan, dia juga menyuruh salah seorang pelayan untuk menunjukkan ruangan yang akan ditempati Zhou Fan dan rekan.
"Apakah kita tak langsung menemui guru?"
Sian Yu menoleh, "Penguasa Timur tengah berkultivasi, dia harus menutup diri untuk fokus menembus tingkat petarung dewa bintang tiga."
Zhou Fan terkejut mendengar perkataan Sian Yu. Apakah tidak salah dengar, gurunya--Sian Lou berada di tingkat petarung dewa, bahkan akan naik ke bintang tiga?!