
"Apa penampilanku sangat tidak menarik, bahkan dia tidak sekalipun untuk mencoba melirikku." Lan Ning bergumam sambil mendudukkan tubuhnya di samping Zhou Fan.
Sebenarnya Zhou Fan juga tidak mengatakan jika Lan Ning tidak menarik, hanya saja yang ada di dalam kepalanya sekarang hanyalah tekad untuk mengumpulkan kristal beast. Bagaimana bisa dia berpikir tentang wanita sedang istrinya tengah berjuang menghindari kematian.
Waktu berlalu dan malam berganti pagi. Zhou Fan belum sempat membuka mata, tapi hidungnya telah menghirup aroma hangus yang membuat kesadarannya kembali seketika.
"Apa yang kau lakukan?" Zhou Fan menyipitkan mata, melihat kekacauan di hadapannya.
Sisa pembakaran berserakan, bahkan tanah pun menjadi hitam karena terbakar.
"Karena guru telah membantuku menguasai elemen air, ini adalah hadiah yang telah aku siapkan. Siapa sangka jika membuat ikan bakar tidak semudah yang terlihat." Lan Ning menunjukkan hasil percobaannya.
"Kau mau membunuhku?" Zhou Fan menatap Lan Ning yang memegang dua tusuk ikan. Ada yang janggal dengan kedua ikan ini, bukannya berwarna kecoklatan selayaknya ikan bakar, itu berwarna hitam pekat laksana arang.
Tidak perlu mencoba Zhou Fan sudah bisa merasakan kepahitan dari daging ikan tersebut.
"Kau makan sendiri, aku tak selera." Zhou Fan mengeluarkan gentong berisi arak, meneguk dengan seksama.
Bagaimana bisa dia harus memakan ikan gosong, itu sama saja dia memakan arang kayu bakar.
Lan Ning membuang dua ikan gosong di tangannya, dia kemudian mengeluarkan dua buah segar dari cincin penyimpanan. "Aku juga tidak mau. Guru, ini ada apel."
Zhou Fan menangkap apel pemberian Lan Ning, tanpa basa basi mulai menggigit apel berwarna merah cerah itu.
Hari demi hari berlalu, tak terasa sudah tiga bulan mereka berada di dalam dunia abadi.
Zhou Fan yang tiba tiba merasakan tubuhnya sangat berat, melirik Lan Ning yang juga terlihat seperti menahan kaki agar tetap berdiri.
"Sepertinya, dunia abadi akan segera tertutup. Semua orang yang tersisa akan kembali ke tempat semula." Zhou Fan mengatakan sambil mendudukkan tubuhnya, dia tidak mencoba untuk melawan, karena semakin melawan tekanan akan semakin kuat.
Lan Ning mengikuti apa yang dilakukan Zhou Fan, duduk bersila tepat di samping pemuda berpakaian maroon tersebut.
Bersamaan dengan itu dua lingkaran cahaya tercipta di atas kepala, ukurannya kurang lebih sama dengan lingkar tubuh mereka.
Zhou Fan menengadahkan kepala, dia menebak jika lingkaran cahaya itu yang akan menarik mereka keluar dan mengembalikan sesuai tempat tujuan.
Perlahan mata terpejam dan lingkaran cahaya seolah memanjang, membentuk tabung silinder yang mengurung Zhou Fan serta Lan Ning secara terpisah.
Blash....
Ketika mata terbuka, Zhou Fan telah kembali ke ruangan di mana dia berada sebelumnya. Tidak hanya dia, melainkan Lan Ning dan tiga orang lainnya.
"Saudaraku, apa yang kau dapatkan dari dunia abadi?" Shao Mingrui terlihat bersemangat, sepertinya pangeran ketiga itu telah mendapatkan suatu yang berharga.
Zhou Fan hanya menggeleng pelan, dia sama sekali tidak mendapatkan apapun kecuali beberapa herbal langka serta rampasan yang dia dapatkan dari seorang pria tua.
Namun mengatakan tidak mendapat apapun sebenarnya juga tidak benar, mengingat apa yang ada di dalam cincin penyimpanan bahkan lebih banyak dibandingkan dengan apa yang menjadi miliknya sebelumnya.
"Aku mendapatkan sebuah senjata, tapi sama sekali tidak dapat aku ukur seberapa kuatnya." Cheng Delai menunjukkan sebuah belati dalam sebuah kotak kayu.
Zhou Fan menelisik belati, memang tidak ada yang bisa dia ukur. Biasanya senjata akan terlihat apakah itu senjata rank legend, epic atau yang di bawahnya.
Sedang senjata rank mitick sedikit sulit untuk dinilai, jadi bisa saja belati itu merupakan senjata rank mitick, tapi ada kemungkinan juga itu adalah senjata biasa.
Zhou Fan mengayunkan pedang darah malam, menebas belati dengan sedikit kekuatan.
Bukan hancur, belati masih saja terlihat kokoh. Jika itu senjata biasa, sudah dapat dipastikan akan hancur berkeping-keping.
"Paman, sepertinya itu merupakan senjata rank mitick. Kau telah menemukan suatu yang sangat berharga." Zhou Fan mengucapkan selamat.
Cheng Lao yang mendengar ini seketika merubah raut wajahnya menjadi bersemangat, sangat kebetulan tipe senjata yang dia gunakan adalah belati.
Setelah beberapa saat berbincang tentang barang yang didapatkan dari dunia abadi, Zhou Fan kembali ke ruangannya.
Sudah tiga bulan dia berada di dunia abadi, entah bagaimana keadaan Zhou Jim ketika berada di wilayah Suku Mantis.
Memasuki ruangan, Zhou Fan disambut dengan lolongan serigala. Tanpa mencari tahu dia sudah tahu bahwa itu adalah serigalanya, Zhou Jim.
Zhou Fan mengayunkan tangan, mengeluarkan daging beast tingkat kedelapan.
"Itu adalah daging beast gagak kristal langit, aku ingin lihat apakah beast berelemen es bisa mempengaruhi penampilanmu seperti saat menyerap kristal beast berelemen api."
Zhou Jim menangkap daging dengan cermat, tak dia biarkan daging menyentuh lantai ruangan bahkan jika itu hanya secuil.
Zhou Fan menutup pintu, tapi baru saja pintu tertutup suara ketukan terdengar tak sabaran.
"Siapa yang mengganggu ketika aku akan beristirahat." Zhou Fan membuka dengan malas, ketika melihat bahwa yang datang adalah Lan Ning, kerutan di keningnya semakin jelas.
"Saudara Zhou, beberapa orang termasuk pangeran ketiga tengah menunggu. Situasi di Kota Bei Xian semakin kacau, hal ini membutuhkan tindakan."
Zhou Fan menyipitkan mata mendengar panggilan yang keluar, tapi begitu mendengar kalimat setelahnya, dia tidak bisa menganggap situasi ini ringan.
"Bawa aku ke sana." Zhou Fan berjalan terlebih dahulu, meninggalkan Lan Ning yang masih mematung di tempatnya.
Sementara itu di sebuah ruangan yang terdiri dari belasan orang, tengah serius membahas masalah tentang kondisi Kota Bei Xian. Karena bagaimanapun wilayah Suku Mantis berbatasan langsung dengan Kota Bei Xian, apa yang terjadi tentu berpengaruh besar bagi mereka.
"Satu bulan lalu, pangeran kedelapan mengirim Bing Caojie untuk mengatur Kota Bei Xian. Sejak hari itu, Kota Bei Xian menjadi sangat kacau, pajak yang sangat tinggi berdampak serius bagi suku kami yang menjadikan Kota Bei Xian sebagai pusat perdagangan ...."
" ... Selain itu banyak terjadi perampokan di wilayah Kota Bei Xian. Dalam kekuasaan Bing Caojie, kota seolah menjadi tempat rawan bahkan bagi penduduk Kota Bei Xian sendiri."
Bersamaan dengan itu Zhou Fan datang bersama dengan Lan Ning. Karena Zhou Fan telah mendapatkan kepercayaan sebagian orang, dia mendapat pandangan tinggi dari orang orang di sana.
Zhou Fan saat masuk mendengar nama Bing Caojie, salah satu bawahan pangeran kedelapan. Entah mengapa, Zhou Fan berpikir itu adalah orang yang sama dengan orang yang membuatnya terluka terakhir kali.
"Paman, bisakah kau memaparkan orang bernama Bing Caojie?" Zhou Fan menoleh ke arah Lan Feng.
Lan Feng tidak langsung menjawab, untuk beberapa saat pria tua itu terdiam.
"Bing Caojie berada pada tingkat petarung senior bintang tiga, dia merupakan pengguna belati."
Mendengar perkataan kepala suku, Zhou Fan mendengus dingin.
Hem...
"Tidak salah lagi!"