Legenda Petarung (2)

Legenda Petarung (2)
Chapter... 116 : Turnamen Klan Besar (2)


Satu persatu perwakilan memastikan diri melaju ke babak selanjutnya, mereka yang kalah saat bertarung dalam babak pertama pun terpaksa harus menyerah untuk meneruskan perjuangan dalam sengitnya turnamen antar klan.


"Klan You, silakan maju ke depan."


Mendengar ucapan juri, seorang pria berusia tiga puluhan tahun melompat ke atas arena. Ia berjalan ke kotak milik klan Heng.


Klan Heng sendiri tersisa dua perwakilan yang belum bertanding, Zhou Fan adalah salah satunya. Di antara tiga yang telah bertarung, hanya satu orang yang berhasil mengalahkan lawannya, ia adalah Heng Gui.


You Ying berjalan dengan ekspresi sumringah, dalam klan Heng unggulan telah bertarung, tersisa dua nama yang sama sekali tak dikenalnya. Hal ini membuatnya sangat percaya diri, terlebih dengan kultivasi nya yang berada di tingkat petarung senior bintang empat.


"Zhou Fan!" Ketika menyebut nama lawannya, kening pria itu mengerut.


Zhou? Tidak ada marga Zhou di Kota Hong, siapa lawannya ini?


Zhou Fan yang dipanggil pun naik ke atas arena. Tak ada yang memandang ke arahnya, selain marga yang membuat orang bertanya-tanya, penampilan yang terlihat masih sangat muda membuat orang tercengang.


"Tidaklah ia terlalu muda, sebenarnya siapa yang telah diutus oleh Klan Heng? Mungkinkah mereka kekuarangan orang?"


You Ying menggelengkan kepala menghempas pikiran yang tak terlalu penting baginya. Yang utama sekarang adalah bertarung, kemudian maju ke babak selanjutnya.


"Apakah kalian siap?"


Mendengar perkataan juri, keduanya mengangguk. Dan dengan itu juri memulai pertarungan dengan berkata 'mulai'.


You Ying mengeluarkan tombak, ia sudah bersiap dengan kuda kuda pertarungan. Namun sang lawan hanya diam bergeming di tempatnya. "Mana senjatamu?"


Zhou Fan menunjukkan dua tangannya yang terkepal. "Tidakkah kau melihatnya?"


You Ying mendengus, "Baiklah jika begitu, aku tak akan sungkan."


Wush...


Perwakilan Klan You itu melesat dan langsung mengayunkan tombak secara diagonal.


Zhou Fan menarik tubuhnya agak ke belakang, menghindari lesatan tombak yang mempunyai ujung sangat tajam.


Melihat serangan dapat dengan mudah dihindari, You Ying menggeram kesal, kembali mengayunkan tombak mengincar pinggang.


Zhou Fan mengangkat kaki sebelah kanan, menyepak tombak hingga memaksa You Ying mundur beberapa langkah ke belakang.


Tidak sampai di sana, dengan kecepatannya ia melesat sembari membuka jari menyerupai cakar. Seperti seekor elang yang hendak menerkam mangsa, mata hitam itu tak pernah lepas dari sang lawan.


Namun You Ying dapat lolos dari terkaman Zhou Fan, dia bersalto dan menghindari serangan cakar yang hendak maringkus wajahnya. Akan tetapi dia melupakan fakta bahwa lawan mempunyai dua tangan. Tepat sebelum kakinya menapak, tangan kiri Zhou Fan menghantam perut hingga membuat perwakilan Klan You itu terlempat mundur.


Hogh... Hough!


Bukan darah, melainkan makanan yang baru saja dimakan oleh You Ying. Pukulan Zhou Fan sangat kuat, perutnya terguncang dan membuat isi di dalamnya keluar.


Semua yang menyaksikan spontan menutup hidung, aroma yang tak sedap membuat beberapa orang seketika mual bersamaan.


"Bajingan, aku akan memberimu pelajaran!" Kemarahan telah memuncak, di hadapan begitu banyak pasang mata, pria muda ini mempermalulanya, sungguh tak bisa dibiarkan!


Namun sebelum serangan dapat dilesatkan, tubuhnya terpental oleh sesuatu yang keras. Membuatnya kembali terjatuh.


Apa itu?


You Ying tak menyadari jika itu adalah serangan Zhou Fan, gerakan yang cepat serta tenaga dalam yang besar membuat serangan seolah tak terlihat oleh mata telanjang. Bahkan para senior pun terkejut saat serangan dilancarkan.


"Patriark Heng, siapa pemuda itu. Aku mengingat tak ada marga Zhou di Kota Hong. Mungkinkah kau mendapat sebuah keberuntungan dengan menjalin hubungan dengan kota lain?" Patriark Hei bertanya sembari melirik ke arena, hubungan dua klan ini--Klan Heng dan juga Klan Hei lumayan baik, tidak mengherankan jika setiap mereka bercakap nampak akrab.


"Aku juga tidak terlalu mengetahuinya patriark, hanya saja dia adalah menantu tetua kedua." Mendengar perkataan Patriark Heng, Patriark You tersenyum sinis.


"Jadi dia yang membuat kalian--Klan Heng membatalkan kontrak pertunangan dengan keluarga bangsawan Jing?"


Mendengar perkataan Patriark You, Tuan Besar Jing memandang tajam ke atas arena pertarungan. Dia menelisik pemuda yang telah merebut calon istri putranya.


Namun bertahap keningnya bertaut lantaran tak ada yang aneh dengan pemuda ini, kekuatannya cukup wajar, berada di tingkat petarung senior bintang empat.


Pria tua itu tak akan tahu jika Zhou Fan mengatur cincin penekan kultivasi miliknya setara dengan lawan bertarungnya. Tentu saja itu hanya berlaku pada saat saat tertentu.


"Meski memiliki beberapa kemampuan, juga tak bisa dibandingkan dengan Jing Tian."


Patriark You sangat bangga karena bisa mendapatkan menantu yang merupakan jenius pertama Kota Hong. Menurutnya Klan Heng cukup bodoh dengan membatalkan kontrak pertunangan tersebut.


Sementara di atas arena Zhou Fan telah menundukkan lawannya. You Ying tak lagi dapat bangkit setelah terkena serangan tepat di bagian ulu hati. Itu membuatnya sekali lagi memuntahkan isi perutnya.


"Aku menyerah." Sambil menggertakkan gigi, You Ying mengangkat tangan menyerah. Dia dipaksa mengakui kekalahan karena tak bisa lagi meneruskan pertarungan. Bahkan ketika akan bergerak sedikit saja perutnya terasa keram, itu sangat menyakitkan.


Zhou Fan turun dari atas arena, semua mata masih memperhatikannya bahkan setelah kembali ke tempat semula.


Banyak yang bertanya siapa identitasnya, tak sedikit pula yang beranggapan bahwa Zhou Fan berasal dari klan Kota Huang--kota yang berbatasan langsung dengan Kota Hong. Pendapat ini tidak serta merta tercetus begitu saja, mereka mempertimbangkan umur dan juga potensi Zhou Fan yang dirasa tak biasa.


Babak pertama berlanjut dan setelah berlalu beberapa pertarungan tiga belas orang melaju ke babak selanjutnya. Dua belas di antara mereka lolos ke babak kedua setelah mengalahkan lawan mereka, sedang satu lainnya mengandalkan keberuntungan dan melaju tanpa harus berhadapan dengan lawan.


Babak kedua sama seperti babak pertama, perwakilan yang masih bertahan memasukkan nama ke dalam kotak, tapi kali ini akan disatukan dan setiap perwakilan dapat berhadapan dengan siapapun termasuk rekan satu klan.


Jing Tian adalah yang pertama maju memilih lawan, hal itu dikarenakan ia adalah yang pertama lolos ke babak kedua. Saat tangannya masuk ke dalam kotak, banyak yang berharap bukan nama mereka yang keluar, meski ada beberapa yang berdiri tenang termasuk Zhou Fan.


"Heng Gui!"


Begitu nama Heng Gui keluar, mata perwakilan Klan Heng itu terbelalak. Harus menghadapi Jing Tian, itu sungguh merupakan jalan buntu.


Dengan ragu Heng Gui naik ke atas arena, ekspresi pucat tergambar jelas di wajahnya.


"Kau dapat menyerah jika kau ingin." Kalimat ini keluar dari mulut Jing Tian. Sifat arogan itu tak lagi dapat dihilangkan, tapi ia memang memiliki kemampuan untuk beromong besar.


Namun Heng Gui tidak mau menyerah, sebagai generasi kebanggaan Klan Heng, bagaimana mungkin ia menyerah sebelum bertarung? Itu memalukan!