
Zhou Fan menyimpan kristal beast yang dia dapatkan, meski ukurannya tidak sebesar kristal beast tingkat kedelapan yang didapat sebelumnya, tetap itu adalah kristal beast tingkat kedelapan.
Selain kristal beast, Zhou Fan menyimpan daging yang tentunya sangat berkhasiat, dan itu juga bisa menjadi sumber daya bagi Zhou Jim.
Uh...
Zhou Fan melirik pakaiannya yang penuh darah serta beberapa bagian hilang tersayat serangan gagak kristal langit.
"Beruntung beast ini baru saja naik tingkat, jika tidak sangat sulit bahkan tidak mungkin bagiku sekarang untuk menumbangkannya." Zhou Fan berguna sambil mengganti pakaiannya.
Meski begitu, menghadapi beast terbang itu sangat merepotkan. Setiap ingin menyerang, setidaknya dia harus melompat untuk memperbesar tingkat akurasi.
"Kurang lebih sudah setahun aku di pegunungan tinggi, aku tak tahu bagaimana keadaan Shao Mingrui di sana, mungkin pertarungan perebutan takhta menjadi semakin sengit." Zhou Fan mengelus dagunya, pemuda itu kemudian melesat bersama Zhou Jim hendak ke Kota Bei Xian.
***
"Kota Bei Xian sekarang berada dalam kekuasaan pangeran kedelapan, Kekaisaran Shao benar benar telah terpecah menjadi dua." Seorang pria paruh baya berkata sembari menghela nafas besar.
Sesosok pria berjubah hitam berjalan bersama dengan seekor anjing kecil berwarna merah, ketika telinganya tak sengaja menangkap pembicaraan beberapa orang di sekitar, dia berhenti dan mendekat.
"Aku rasa perebutan kekuasaan Kekaisaran Shao masih belum selesai, kedua pangeran pasti tidak akan puas dengan hanya menguasai setengah dari kekuasaan yang ada."
Pria berjubah hitam, terlihat mengurungkan langkahnya, dia memandang anjing kecil di sampingnya.
"Jim, ayo pergi ke kediaman pangeran ketiga."
Anjing kecil itu seketika berubah menjadi seekor serigala yang gagah. Mereka tidak lain adalah Zhou Fan serta rekannya, serigala merah-Zhou Jim.
Zhou Fan menunggangi Zhou Jim menuju ke kediaman pangeran ketiga, tak butuh waktu lama mereka sudah berada di gerbang kediaman yang nampak terbuka.
Tanpa basa basi Zhou Fan masuk ke dalam, tapi pangkah kakinya spontan berhenti dengan ekspresi wajah membeku.
"Ini -- "
Zhou Fan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, kediaman yang setahun lalu menjadi tempat bernaungnya kini telah berubah menjadi puing puing berantakan.
Wajahnya yang tenang, perlahan berubah menghitam. Siapa yang berani melakukan ini semua, bagaimana ini bisa terjadi?
Pemuda itu menurunkan tudungnya, memperlihatkan wajah penuh emosi.
Bagaimanapun Shao Mingrui telah menjadi saudara baginya, siapa yang baik kepadanya tentu dia juga harus peduli, itu adalah prinsipnya.
Zhou Fan menggelengkan kepala, pemuda itu kemudian melesat menuju ruangan Shao Mingrui.
Glak...
Sebuah pintu rahasia terbuka, tanpa menunggu waktu lebih lama lagi Zhou Fan menelusurinya.
Melihat jalan di depan ada beberapa jejak yang membekas, Zhou Fan seperti merasakan angin sejuk menerpa dirinya.
Pintu rahasia itu adalah sebuah terowongan yang dibangun Shao Mingrui, melihat ada jejak kaki yang terlihat, menunjukkan bahwa Shao Mingrui bersama dengan beberapa orang lainnya kemungkinan besar selamat.
Zhou Fan terus mengikuti kemana terowongan itu membawanya, memang dia mengetahui bahwa itu adalah terowongan yang dibangun untuk melarikan diri, tapi dia tidak tahu kemana terowongan ini berakhir.
Beberapa waktu Zhou Fan hanya bisa melihat jalan beberapa meter di depan, meski tidak terlalu gelap, terowongan masih tidak kunjung terlihat ujungnya.
Tak tak tak...
Zhou Fan mendengar suara langkah, bukannya bersembunyi, pemuda itu malah semakin mempercepat langkah karena langkah kaki itu terdengar seperti menjauh darinya, seolah ada orang yang berjalan di depannya.
Benar saja, beberapa saat kemudian Zhou Fan dapat melihat nyala obor serta beberapa orang yang memegangnya.
"Berhenti!"
Jika demikian, orang orang ini harus dia singkirkan.
Namun orang orang itu malah terlihat takut ketika melihatnya, tentu saja itu menarik pandangan aneh terhadap lima orang tersebut.
"Apa kalian merupakan pasukan pangeran ketiga?" Zhou Fan bertanya dengan nada agak rendah.
Akan tetapi pertanyaan itu seolah petir yang menyambar sebuah pohon, wajah kelompok orang itu semakin pucat bahkan kaki pun sudah gemetar.
"Siapa kau? Apakah orang pangeran kedelapan?" Pria paruh baya yang masih terlihat agak tenang memberanikan diri untuk berkata.
"Sepertinya mereka memang benar bukan bagian dari pasukan pangeran kedelapan, bukan tidak mungkin mereka adalah orang Shao Mingrui." Zhou Fan menghela nafas seolah membuang sikap siaganya, dia terlihat lebih tenang.
Namun kelima orang itu masih memasang wajah khawatir, membuat Zhou Fan sekali lagi menghela nafas.
"Bawa aku ke tempat pangeran ketiga." Zhou Fan melemparkan token miliknya, itu adalah token khusus yang dimilikinya sebagai saudara angkat Shao Mingrui.
Pria paruh baya menangkap dan mencermati token yang diberikan Zhou Fan. Ketika melihat lambang yang terukir di sana, dia langsung membungkuk hormat bak bertemu tuannya.
Seolah mengerti, keempat orang lain juga mengikuti apa yang dilakukan pria paruh baya.
Zhou Fan memijit kening sambil menggeleng.
"Sekarang bisakah kau membawaku ke tempat pangeran ketiga berada?" Zhou Fan sekali lagi bertanya dan mereka langsung mengangguk dengan serentak.
Kelima orang berdiri, berjalan memandu jalan.
.
.
.
"Tak kusangka terowongan ini begitu panjang." Mereka sudah berjalan beberapa jam, tapi tak kunjung sampai tujuan.
Namun ketika dia tengah memperhatikan langit langit terowongan, pria paruh baya berkata. "Tuan, itu adalah pintu keluarnya."
Zhou Fan spontan menurunkan pandangannya, melihat sebuah pintu kecil seukuran setengah tubuhnya, pemuda itu langsung membuka dan masuk ke dalamnya.
Begitu dia keluar, ternyata itu adalah daerah pesisir, berarti terowongan ini membawanya ke tempat pertama kali dia mendarat di daratan Tian Hu sebelumnya.
"Pantas saja perlu waktu berjam-jam, bahkan dengan kecepatan berlariku setidaknya membutuhkan puluhan menit untuk sampai." Zhou Fan mengelus dagunya sambil berkata dalam hati.
"Di mana keberadaan pangeran ketiga?" Zhou Fan menoleh ke belakang.
Pria paruh baya membuang obor di tangannya, karena keadaan sudah terang benderang dan tak lagi membutuhkan sebuah alat bantu penerangan.
Kemudian pria itu terlihat mengedarkan pandangan untuk memastikan, ketika merasa tidak ada orang selain mereka, dia berkata dengan suara pelan. "Tuan muda, mohon ikuti pria tua ini."
Mereka pun kembali melakukan perjalanan, masuki sebuah hutan yang sedikit akrab dalam ingatan Zhou Fan.
"Ini adalah wilayah Suku Mantis, apakah saat ini mereka bersembunyi di tempat Suku Mantis?" Zhou Fan membatin dengan nada penasaran.
"Tuan, kita sudah sampai."
Zhou Fan yang tidak terlalu memperhatikan jalan, begitu mengarahkan pandangan ke depan, dapat melihat beberapa bangunan berbahan dasar kayu beratapkan pelepah pohon menghiasi setiap sudut permukaan hutan.
Zhou Fan berjalan mendekat. Ketika melihat Shao Mingrui tengah duduk bersama dengan seorang bayi di tangannya, pemuda itu berhenti di tempatnya, mengukir sebuah senyum tanpa arti.
"Umur orang jelek selalu panjang."