
Satu minggu berselang, seluruh Kota Bei Xian kini telah berada di tangan Shao Mingrui, tentu saja itu berkat bantuan Zhou Fan, jika tidak, bagaimana mungkin dapat melakukannya.
Meski begitu Kota Bei Xian tetap terlihat seperti dalam keadaan dimana pangeran kedelapan memimpin, banyak bandit berkeliaran meski mereka tidak benar benar melakukan perampokan.
Hal itu dilakukan agar jika ada mata mata yang melintasi Kota Bei Xian tidak curiga atas perubahan kota.
Zhou Fan saat ini berada di sebuah ruangan bersama Lan Ning, gadis itu selama ini terus meningkatkan pemahaman mengenai formasi, sudah bisa menciptakan formasi air.
Namun semua belum cukup, dia harus meningkatkan pemahaman sampai air itu berubah menjadi es. Dia harus dengan cepat berusaha, jika tidak mau kehilangan kesempatan untuk menyelamatkan adiknya.
Zhou Fan memberikan sedikit demi sedikit masukan, ketika Lan Ning akan melakukan kesalahan, dia langsung mengingatkan.
"Kau bisa meneruskan semua ini sendiri, aku tak bisa lagi membantu, apakah kau berhasil, itu tergantung keberuntungan dan juga seberapa besar kau berusaha." Zhou Fan berdiri, dia telah menyampaikan apa yang harus dia sampaikan.
Setelah ini dia akan pergi menuju Kota Chen bersama dengan Shao Mingrui.
"Guru?" Lan Ning berdiri, dia kemudian mengayunkan tangan mengeluarkan sebuah kristal berwarna biru keperakan.
Wajah Zhou Fan sejak kristal itu muncul tak pernah sekali pun berpaling. Itu adalah tujuannya, kristal beast tingkat kedelapan berelemen es.
Namun terdapat satu pertanyaan besar yang mengganggu. Adik Lan Ning bahkan belum sembuh, mengapa wanita ini menunjukkan kristal beast kepadanya?
"Ayah berkata kau pasti sangat membutuhkannya, selain itu pangeran ketiga juga mengatakan, tujuan utamamu membantunya juga karena mengincar kristal beast berelemen es yang ada di gudang kekaisaran." Lan Ning menyerahkan kristal beast itu kepada Zhou Fan.
Zhou Fan tidak mau ragu, dia mengambil dengan wajah bahagia. Itu adalah kristal ketiga yang telah dia dapatkan, sekarang dii hanya membutuhkan enam lagi, lima jika menghitung yang ada di gudang kekaisaran.
"Jika ada sesuatu, katakan saja. Kau tidak tahu seberapa penting kristal ini untukku." Zhou Fan berkata dengan sungguh sungguh, dia tidak akan pernah melupakan kebaikan seorang yang membantunya.
Mungkin kristal itu dia dapatkan karena membantu Lan Ning, tapi tetap saja dia harus berterima kasih kerena kristal beast tingkat kedelapan sangat penting baginya.
Lan Ning hanya tersenyum ketika Zhou Fan mengungkapkan niatnya, dalam benaknya tidak ada keinginan lain selain menyembuhkan adiknya. Apa yang diberikan Zhou Fan sudah lebih dari cukup, dengan itu setidaknya dia memiliki harapan besar tentang adiknya.
Zhou Fan perlahan pergi, punggungnya seketika lenyap kala pintu tertutup. Lan Ning kembali fokus dengan apa yang ia lakukan sebelumnya, melatih teknik formasi sampai bisa mengevolusikan kekuatan air menjadi kekuatan es.
Setelah keluar dari wilayah Suku Mantis Zhou Fan menuju terowongan, di sana dia sudah ditunggu Shao Mingrui serta satu orang lainnya. "Siapa dia?" Matanya melirik kepada pria tua yang tak dikenalnya.
"Dia adalah Shin, pengawal bayangan keluarga jendral. Kekuatannya setidaknya berada di tingkat petarung senior bintang dua, dia merupakan orang terkuat yang dimiliki kediaman jendral."
Zhou Fan hanya mengangguk ketika Shao Mingrui menjelaskan tentang kekuatan pria tua di sampingnya, dia bisa melihat dengan jelas jika yang dikatakan memanglah benar.
Dengan kekuatannya yang berada di tingkat petarung suci bintang satu, dia bisa melihat kekuatan pria tua bernama Shin meski telah ditekan menjadi setara petarung kaisar bintang sembilan.
"Jadi dia yang kau maksud sebelumnya," ucap Zhou Fan sambil mengingat perkataan Shao Mingrui yang mengatakan jika akan ada satu orang yang akan mengikuti mereka.
"Yah, sedikitnya ada tenaga tambahan ketika berhadapan dengan beberapa masalah." Shao Mingrui mengeluarkan sebuah peta, kemudian mengerahkan kepada Zhou Fan.
"Kau sudah menandainya, sekarang kita harus melintasi Kota Lanqiao, kita berjalan memutar?" Zhou Fan mengamati peta di tangannya, di sana sudah ada titik hitam dan juga merah yang harus mereka perhatian. Selain itu ada juga titik putih yang merupakan jalur yang harus mereka ambil.
Sebenarnya bukan hanya itu pertimbangan untuk memilih jalan memutar, Mereka akan melewati Kota Xinyan, di sana merupakan wilayah netral, ada sebuah sekte yang merupakan tiang kota tersebut.
Shao Mingrui memiliki kenalan di sana, itu merupakan sekte tempat tinggal ibunya dulu sebelum menjadi permaisuri. Meski tidak terlalu besar, sekte tersebut tidak bisa dikatakan kecil.
***
"Kota Lanqiao sepertinya juga berada dalam kekuasaan pangeran kedelapan." Zhou Fan mengamati dari tempat duduknya, banyak bandit di sekitar mereka dan pakaian yang dikenakan tampak sama seperti yang ada di Kota Bei Xian sebelumnya.
Shao Mingrui juga mengamati, dia sependapat dengan Zhou Fan. Dia benar benar tidak menduga jika adik kedelapannya begitu tidak punya hati, menempatkan penduduk dalam tekanan.
"Tuan, adakah yang bisa saya bantu?" Seorang wanita muda duduk sambil tersenyum.
Zhou Fan mengamati wanita muda ini, wajahnya tampak tak asing dalam ingatannya.
"Tuan muda Zhou, apakah kau sudah melupakanku?"
Perkataan wanita itu menguat Zhou Fan terbelalak, dia sudah mengenakan jubah, selain itu tudung hitam juga menutup wajahnya.
"Kau bisa menyembunyikan wajahmu, tapi serigala di sampingmu membuatku yakin tentang siapa dirimu." Wanita muda melirik Serigala merah yang berdiri di samping tempat duduk Zhou Fan.
Zhou Fan semakin mengerutkan kening, dia kemudian mengingat satu hal, dia berada di Kota Lanqiao, hanya sedikit yang mengetahui identitasnya.
"Xi Yu'er?"
Wanita muda itu mengangguk sambil tersenyum. "Tak menyangka tuan muda Zhou masih mengingatku."
Shao Mingrui memandang dengan terkejut, nama 'Xi' cukup membuatnya melebarkan mata. Kekaisaran Xi telah hancur binasa, mendengar wanita muda ini bermarga Xi, tentu membuat pikirannya bercabang.
"Ada suatu hal yang ingin aku bicarakan." Xi Yu'er berkata dengan serius, tidak menampakkan keraguan sama sekali.
Zhou Fan merasa ada suatu yang serius, mungkin saja ini berhubungan dengan gurunya. Dia pun berdiri, meminta Xi Yu'er mencari tempat yang lebih tepat untuk berbincang.
"Aku akan kembali, tidak lama." Zhou Fan pergi bersama Xi Yu'er, menuju ke ruangan lantai dua yang merupakan ruangan khusus bagi tamu.
"Aku mengingat jika sebelumnya bernama Xilou Sha, apakah ini salah satu cabangnya?"
Xi Yu'er mengangguk. "Benar, ini adalah cabang kami, dan baru beberapa bulan beroperasi."
"Kita kesampingkan masalah rumah makan, ada suatu yang ingin aku sampaikan." Xi Yu'er kembali berwajah serius.
Zhou Fan melepas tudung, memperlihatkan wajah yang karismatik. Rambut gondrong yang dibiarkan terurai, membuat penampilannya lebih dewasa.
"Ini masalah Kakek Lou,"