Legenda Petarung (2)

Legenda Petarung (2)
Chapter... 198 : Keberadaan Beast Tipe Es


Zhou Fan kembali ke kediaman Sian Yu setelah berkeliling sampai larut malam, tapi baru masuk Sian Yu nampak panik dengan beberapa orang di sampingnya.


Belum juga Zhou Fan sempat mencari tahu, Sian Yu meninggalkan kediaman bersama dua pria sepantarannya.


"Mungkin rapat dengan dua klan pendukung," celetuk Sian Yuezhi yang melihat ekspresi penasaran Zhou Fan.


Zhou Fan yang tak tahu tentu hanya diam sambil mengerutkan kening. Namun, dengan lugasnya Sian Yuezhi menjelaskan. "Di daratan dewa terdapat lima klan termasuk Klan Sian. Karena Klan Sian merupakan penguasa empat klan lain merupakan pengikut yang telah menyatakan kesetiaan. Tentu saja perpecahan Klan Sian juga berdampak pada empat klan ini yang sekarang menjadi berselisih."


"Klan Yue dan Klan Sin berpihak kepada Klan Sian Timur, sementara dua klan lain--Klan Ma dan juga Klan She menyatakan setia kepada Klan Sian Barat."


Mendengar penjelasan Sian Yuezhi, Zhou Fan mangut mangut. Dia mengingat jika yang menyerang Sian Yu merupakan anggota Klan Ma, mungkin juga merupakan niat dari kelompok wilayah barat.


"Yuezhi, aku akan masuk." Zhou Fan sangat berterima kasih kepada Sian Yuezhi yang telah menemaninya berkeliling, dengan itu juga ia telah mendapatkan informasi tentang daratan dewa.


Di daratan dewa sendiri terdapat dua kota yang luasnya mungkin setara dengan Kota Huang. Pertama adalah Kota Cahaya, wilayah kekuasaan timur. Yang kedua ada Kota Lentera yang merupakan wilayah kekuasaan barat. Sebenarnya ada satu lagi wilayah, tapi itu tidak berada di dalam kekuasaan Klan Sian.


"Tuan muda!"


Tangan baru menyentuh pintu, dari belakang Ciu San dan juga Zhi Long datang dengan terburu-buru. Sontak kening Zhou Fan bertautan menanti kabar apa yang sampai membuat dua saudara kembar ini begitu semangat.


"Tuan muda, kami menemukan kabar keberadaan kristal beast elemen es!"


Mata Zhou Fan terbuka lebar, dia langsung menoleh dan membuka kedua daun telinga. "Apa kalian yakin, di mana?"


Ciu San mengangguk. Dia tak mungkin menjadikan masalah ini sebagai candaan, mengingat tuan muda mereka melihat kristal beast elemen es sudah seperti harta paling berharga.


"Namun ini sedikit sulit, tuan muda. Bahkan bisa dikatakan sangat sulit." Zhi Long menggelengkan kepala dengan kecewa.


Zhou Fan mengernyitkan kening. "Katakan di mana, aku tak peduli betapa sulitnya rintangan untuk mendapatkan kristal beast elemen es. Katakan di mana!" desaknya yang mulai tak sabar.


Dua Kapak Kembar saling pandang, membuat ekspresi Zhou Fan penuh tanda tanya.


"Klan Ma!" Saat mengatakannya, Ciu San memandang ekspresi wajah sang tuan muda.


Benar saja, mendengar nama Klan Ma, Zhou Fan seketika terdiam. Namun tak bertahan lama, sesaat kemudian ekspresi berubah senang. "Apakah kalian tahu di mana mereka menyimpannya?"


Dua Kapak Kembar menggelengkan kepala, membuat Zhou Fan sangat bingung. Namun Zhi Ling menjelaskan, "Bukan kristal beast tuan muda, melainkan beast elemen es."


Zhou Fan belum sepenuhnya menangkap maksud perkataan Zhi Long, membuat Ciu San turun tangan menjelaskan secara rinci bagaimana mereka mendapatkan informasi tersebut.


Pemaparan Ciu San membuat Zhou Fan sejenak ragu, tapi ia tahu jika melewatkan kesempatan ini mungkin akan lebih sulit menemukan kristal beast elemen es lainnya. Jadi selama ada kesempatan mengapa tidak mencobanya. Kemudian dia mengingat tentang Sian Yu yang tengah mengikuti rapat dengan dua klan pendukung, menuju ke sana yang mungkin membahas mengenai Klan Ma karena sejatinya mereka saling berselisih.


"Jim, kau di sini saja. Kembalilah dan ambil ini." Zhou Fan mengeluarkan tulang beast tingkat sembilan untuk meningkatkan kekuatan Zhou Jim.


Setigala itu langsung menangkap dengan semangat, kembali masuk ke ruangan melalui jendela yang sengaja dibuka. Ciu San memandang Zhou Fan, "Kami akan ikut bersamamu tuan muda."


Zhou Fan mengangkat tangan menolak keputusan Ciu San. "Tidak. Kalian kumpulkan tanaman herbal saja di wilayah sekitar pasar, aku melihat banyak sekali bahan berguna yang dapat digunakan untuk membuat pill kultivasi tingkat sembilan."


Satu cincin penyimpanan keluar dan langsung menuju Ciu San, sementara ekspresi dua saudara itu nampak senang karena mereka tahu untuk siapa pill kultivasi tingkat sembilan itu akan dibuat. Meski tidak bisa membuat menerobos, berbeda jika jumlahnya lebih dari lima. Sekarang prioritas utama mereka adalah mengumpulkan bahan sebanyak-banyaknya.


Zhou Fan melesat menuju aula yang sempat ia kunjungi bersama Sian Yuezhi, sementara di dalam aula puluhan orang berdiskusi membicarakan suatu masalah yang nampak membuat kepala pusing.


Sian Yu memang bukan petarung kuat seperti kebanyakan orang yang berkumpul di aula, juga bukan seorang yeng memiliki kedudukan spesial. Namun dia merupakan sosok penting dalam klan, bisa dikatakan semua rencana harus meminta persetujuannya karena ia merupakan penasehat klan. Hal itu dikarenakan ia memiliki otak yang encer dan sangat gampang memikirkan suatu yang bagi orang lain sulit.


Selain ada Sian Yu dan beberapa utusan Klan Yue dan Sin, ada belasan tetua klan yang juga memiliki hak untuk bicara.


"Klan Ma serta Klan She sudah keterlaluan, mereka dengan sengaja mencari masalah dengan kita. Beberapa orang ku terbunuh di tangan mereka saat keluar dari daratan dewa." Dia adalah utusan Klan Yue, pria tua dengan kultivasi petarung suci bintang lima.


"Itu benar, bahkan kelompok ku di hadang oleh mereka. Beruntung kami dapat selamat." Utusan Klan Sin ikut mendukung pernyataan utusan Klan Yue.


"Tetua sekalian, bukan hanya kalian yang mendapat serangan. Namun aku pun, lihat ini!" Sian Yu menunjukkan luka yang masih ada di tubuhnya, meski sudah membaik juga belum sepenuhnya menghilang.


Puluhan pasang mata yang memandang tak ayal menjadi terkejut dengan luka di tubuh Sian Yu, sayatan memanjang itu membelas nyata di depan mata kepala mereka.


"Beruntung aku bertemu dengan seorang penolong, jika tidak mungkin aku sudah tiada di tangan dua tetua Klan Ma." Sian Yu merapikan kembali pakaiannya, sementara keadaan aula untuk sementara waktu menjadi hening.


"Kita memang harus menindak tegas mereka, tapi patriark pernah berpesan tak boleh terjadi pertumpahan darah di antara kita dan mereka." Perkataan Sian Yu sontak mendapat pandangan kurang mengenakkan.


"Tetua Yu, mereka sudah sangat keterlaluan. Juga bukan tidak mungkin tindakan mereka didasari oleh Klan Sian Barat." Utusan Klan Yue tentu tak bisa diam saja setelah penyerangan yang dilakukan terhadap ia dan kelompoknya.


"Mungkin keputusan yang tepat adalah memancing mereka untuk bertindak terlebih dahulu."


Suara terdengar dari arah pintu aula, memperlihatkan sosok muda yang sangat asing bagi mereka. Namun tidak dengan Sian Yu, dia mengernyitkan kening melihat kedatangan Zhou Fan.


"Siapa kau, tidakkah kau tahu aula tetua tak bisa dengan gampang dimasuki sembarangan orang!" Tetua Klan Sian sangat murka.


Sementara Sian Yu menepuk kening tak tahu apa yang harus ia lakukan, dua orang ini tak bisa disinggung begitu saja. Di sisi lain adalah tetua yang jelas memiliki kedudukan, kemudian Zhou Fan yang merupakan murid Sian Lou--Patriark Klan Sian Timur.