
Zhou Fan membawa pasukan kecil berjalan menyusuri terowongan yang sempat menjadi jalan untuk sampai di wilayah Suku Mantis, tapi sekarang dia akan menuju Kota Bei Xian.
Sambil mengamati puluhan orang yang berjalan di belakangnya, Zhou Fan diam memoles tombaknya.
Menurut penjelasan beberapa tetua suku, Selain Bing Caojie, juga ada beberapa orang tangguh yang siap bertarung jika pria itu memerintahkan. Selain itu ada pasukan besar yang bersembunyi di sudut Kota Bei Xian.
Zhou Fan dengan pasukan kecilnya akan berpencar, mengamati lebih dalam keadaan Kota Bei Xian.
Setelah menyusuri lorong yang panjang, Zhou Fan keluar lebih dulu, memastikan apakah keadaan benar benar aman.
Satu persatu bergantian keluar, mereka terlihat seperti seorang saudagar, tidak terlihat seperti seorang petarung. Penampilan luar memang menipu, di balik pakaian itu ada pedang ataupun golok yang siap memisahkan kepala dari tubuh siapa saja yang mencoba melawan.
"Kalian bagi menjadi tiga, masing masing ke arah selatan, utara dan juga barat. Aku sendiri akan ke timur." Zhou Fan berkata sambil mengenakan jubah hitam serta tudung yang juga berwarna hitam.
"Pemimpin, apa yang akan anda lakukan. Bukankah ini hanya pasukan pengintai, kita hanya mengintai, lalu melaporkan kepada pasukan utama yang sudah bersiap di belakang." Salah seorang dari mereka berkata dengan berani, tak ada ekspresi tahu dalam wajahnya ketika berhadapan dengan Zhou Fan.
Untuk sesaat Zhou Fan memandang pria yang terlihat masih muda, jika tidak salah mungkin seumuran dengannya.
"Kau memiliki keberanian, tapi tugasmu adalah mengikuti apa yang aku katakan. Kau bersama sembilan orang lain akan ke barat, jangan khawatirkan kelompok lain, khawatir kelompokmu sendiri." Zhou Fan mengatakan dengan suara tegas, membuat siapapun yang mendengar seketika menganggukkan kepala meski tidak mengerti apa yang dia katakan.
"..."
Tak ada jawaban membuat Zhou Fan sekali lagi berkata. "Apa kau dengar?!"
"Dengar, pemimpin!" Pemuda itu kembali ke kelompoknya, dia masih tidak tahu apa yang akan dilakukan Zhou Fan, tapi ia memilih untuk memikirkan bagaimana kelompoknya dapat melakukan tugas dengan baik.
Sekejap mata, Zhou Fan telah berdiri sendiri. Sorot matanya sangat tajam, dia membayangkan pertemuan kembali dengan pria tua yang telah melukainya kurang lebih satu tahun yang lalu.
Mungkin dulu ia tidak dapat mengalahkan pria tua itu, tapi sekarang dengan kondisinya yang berada di tingkat petarung suci, dia tak percaya akan mendapatkan hasil serupa jika kembali berhadapan.
Zhou Fan melesat ke arah timur, sebelum ini dia telah mendapatkan informasi dari Lan Ning jika pusat kota di pindahkan ke bagian timur, dan itu juga yang membuatnya memilih ke arah timur.
Dalam beberapa waktu, Zhou Fan hanya melesat lurus tanpa berbelok. Dia sama sekali tidak menemukan satupun penduduk berlalu lalang, hal ini membuat matanya sedikit berkedut.
Wilayah ini lebih sepi dari sebelumnya, sebenarnya apa yang terjadi terhadap Kota Bei Xian.
Zhou Fan berhenti, dia memandang ke sekitar. Sama sekali kosong, bahkan lapak dagang yang sebelumnya sangat ramai sekarang tidak ada orang yang berjualan.
Seorang pria muda berlari ketika tak sengaja bersimpangan dengannya, hal ini membuat rasa penasaran semakin meningkat.
"Penduduk Desa Yu, kenapa kalian semua menghindar, sekarang waktunya membayar pajak." Dua orang pria bertubuh gempal datang dengan wajah arogan, mengetuk satu persatu pintu kediaman penduduk yang tertutup rapat.
Brak brak brak...
Tak cukup sekali, bahkan jika tidak ada sahutan dari dalam, mereka tak segan menghancurkan pintu kediaman penduduk desa.
"Keluar! Jika tidak akan kami hancurkan kediaman beserta isinya." Pria gempal tak berambut menggedor pintu semakin kuat, bahkan dinding yang terbuat dari batu bata pun seakan bergoyang.
Dua orang, pria dan wanita keluar dengan tangan saling bertautan. Wajah mereka terlihat pucat, takut dengan dua pria berwajah garang yang senantiasa menyebar ancaman di setiap pagi ataupun malam.
"Dua tuan, kami sungguh tidak memiliki barang berharga lagi, semua telah kami serahkan kemarin. Bahkan untuk makan saja kami harus mencari." Sang suami menarik istrinya untuk berdiri di belakang.
Pandangan dua pria gempal terarah kepada istri pria itu, mata mereka tak pernah lepas dari bayangan tubuh yang berusaha dihalangi oleh sang suami.
Namun apa yang dia lakukan sia sia, karena pada dasarnya dua pria gempal sudah memutuskan untuk mengambil istri pria itu sebagai bayaran.
Si suami tidak hanya diam melihat istrinya akan diambil darinya, dia meraih golok di pinggang, menyerang dengan cepat.
Akan tetapi kultivasi yang hanya petarung grand master tidak bisa melukai dua orang petarung kaisar bintang tiga. Jarak mereka terlalu jauh.
Dengan ayunan ringan, golok sudah terhempas jauh, tidak hanya golok saja yang terbang, tubuh pria itu juga ikut melayang karena ayunan tangan salah satu pria gempal.
"Dasar tidak berguna!"
Pria gempal beralih kepada istri pria tadi, lidahnya keluar dengan air liur yang sudah menetes. Tangan sudah terjulur, hendak meraih rambut wanita di hadapannya.
Namun sebelum tangan itu menyentuh rambut, sebuah pedang memisahkan tangan dari tempatnya.
Crash...
Darah mengucur deras dari bahu pria gempal.
Sementara pria gempal yang tak sempat bereaksi, baru menjerit setelah beberapa saat tangannya terputus.
Sambil memegang bahu yang tak kunjung berhenti mengeluarkan darah, pria gempal menggeram marah. "Bajingan, tunjukkan dirimu jika berani!"
Tepat setelah menutup mulutnya, kepala sudah terpisah dan tergeletak dengan dentuman keras. Tubuh yang kehilangan pengendali seketika ambruk dan menghujam lantai bangunan.
Pria gempal yang tersisa menahan nafas untuk beberapa saat, melihat sesosok berjubah hitam memegang sebuah pedang, keringat di keningnya semakin membludak.
"Tuan, tuan. Sepertinya ada kesalahpahaman, aku -- "
Crash...
Tubuh pria gempal terbelah menjadi dua, kerangka tulang berwarna putih sudah berwarna merah karena darah yang kunjung berhenti.
Pria paruh baya yang sempat terlempar berjalan menghampiri Zhou Fan dan langsung bersujud, tak ketinggalan wanita itu juga melakukan hal serupa.
"Sepertinya keadaan Kota Bei Xian semakin mengenaskan. Bahkan para bandit bisa menguasai sebuah desa dengan bebas terbuka." Zhou Fan menggeleng, menyuruh sepasang suami istri itu bangkit.
Namun mereka tetap bersikukuh untuk bertahan, sama sekali tidak ada niatan untuk segera berdiri.
Huft...
Zhou Fan pergi tanpa mengucap sepatah kata lagi. Di suruh berdiri malah tidak mau, biarkan sepasang suami istri itu puas bersujud.
Kepergian Zhou Fan sepasang suami istri yang juga seorang petarung bisa merasakan hembusan angin ketika penolong mereka pergi.
Tanpa menunda lebih lama, keduanya bangkit dan membungkuk ke arah Zhou Fan pergi. Meski begitu, mereka telah mengukir sosok penolong mereka dalam ingatan.
Sementara Zhou Fan yang melesat ke arah timur, telah sampai di kediaman besar bertuliskan 'Tuan Kota'. Senyum di wajahnya tersungging begitu indah, tapi bagi beberapa orang itu akan terlihat menyeramkan.
"Bing Caojie, kematianmu sudah dekat!"