Legenda Petarung (2)

Legenda Petarung (2)
Chapter... 73 : Intisari Beast


Song Akoi menggeram marah, tapi ketika mendengar lenguhan tetua agung dia serta tetua lain yang ada di sana memalingkan pandangan.


"Kakek?" Shao Mingrui bergumam dengan wajah lega sekaligus bahagia, kondisi kakeknya meski belum terlalu pulih sudah perlahan menunjukkan tanda tanda kesembuhan.


Semua orang dapat menyaksikan, tubuh yang semula agak pucat kembali berwarna.


"Sungguh pemuda yang mengagumkan!" Song Ouyang melirik punggung Zhou Fan yang perlahan lenyap dari pandangan.


***


"Sebenarnya cara apa yang kau gunakan untuk menyembuhkan tetua agung?" Kini Zhou Fan berada di ruang tamu kediaman tetua agung, dia dikerumuni para tetua yang penasaran akan keterampilan penyembuhannya.


"Tetua agung tidak diracun, ataupun terkena racun -- "


"Tidak mungkin! Sudah jelas kondisinya itu menunjukkan gejala racun es." Belum sempat Zhou Fan menjelaskan, Song Akoi menyela dengan pendapatnya.


Namun Zhou Fan menanggapi dengan enteng. "Jika tetua agung terkena racun es, kenapa jantung beliau tidak berdetak. Jika benar benar terkena racun es, memang efektivitas semua organ akan mengalami penurunan, tapi tidak sampai membuat jantung berhenti berfungsi."


Song Akoi terdiam beberapa saat, pantang baginya untuk menyerah atas pendapatnya. "Itu karena racunnya sudah terlanjur menyebar, kondisinya sudah mencapai batas."


Heh...


"Kesenjangan informasi dapat berakibat fatal. Ketika racun es telah menyebar dan memasuki fase terakhir, maka tubuh akan kaku seperti es, dengan suhu yang sangat rendah. Namun yang terjadi pada tetua agung memang tubuhnya terasa dingin, tapi tidak kaku."


Mendengar perkataan Zhou Fan, Song Akoi seketika terdiam. Pria tua itu tidak lagi bisa berdebat dengan pemuda dua puluhan tahun tersebut.


"Kau harus tahu, ketika jantung berhenti berdetak, tubuh akan mengalami kematian dingin. Istilah ini merujuk pada fenomena ketika suhu tubuh turun setiap jam. Seharusnya penurunan suhu tidak akan sampai terasa dingin, tapi karena hal ini sudah berbulan bulan, membuat penurunan suhu berlangsung terus menerus."


Semua orang menyimak penjelasan Zhou Fan, empat tetua Klan Song merasa tercerahkan atas penjelasan yang diberikan. Sungguh tak menyangka akan ada generasi muda yang memiliki potensi luar biasa.


Song Akoi tak tahan untuk berada di sana, dia pergi dengan wajah dongkol. Wajahnya terasa terinjak injak oleh seorang bocah bau kencur, harga dirinya sebagai alkemis dan ahli pengobatan hancur hanya karena pemuda itu.


Zhou Fan hanya melirik sekilas, dia tidak peduli terhadap pandangan orang lain kepadanya, niatnya murni ingin menolong pria tua yang kesepian.


"Jangan dimasukkan pikiran, tetua Akoi memang seperti itu, dia merasa adalah yang terhebat di bidang alkemis dan pengetahuan ilmu pengobatan, seorang pemuda menyalahkannya, tentu dia merasa tak suka." Tetua Ouyang berdiri dan berpamitan pergi, empat tetua tetua lain yang masih berada di sana pun ikut meninggalkan kediaman tetua agung.


"Sebaiknya kau temani tetua agung, kemungkinan dia akan sadar dalam waktu dekat." Zhou Fan menoleh kepada Shou Mingrui di sampingnya.


"Kau berkeliling lah, jika perlu ajak Penatua Song untuk menunjukkan arah." Shao Mingrui berdiri dan memasuki ruangan Song Dayi.


"Tuan muda Zhou, apakah kau hendak berkeliling? Jika iya pria tua ini dapat membantu." Song Giuli bersikap hormat kepada Zhou Fan, apa yang terjadi barusan membuat dia semakin menghormatinya.


Zhou Fan menggeleng. "Aku akan berkeliling sendiri, penatua dapat tetap berada di sini berjaga jaga terhadap situasi tetua agung."


Penatua Song mengangguk. "Baiklah jika seperti itu, andai membutuhkan sesuatu, bisa memberitahu pria tua ini." Setelah berkata Penatua Song beranjak pergi.


Di sana tersisa Zhou Fan serta tiga orang lain. "Zhi Long, Ciu San, kalian ikut?"


Zhou Fan tidak memaksa, dia tahu prioritas Shin adalah melindungi Shao Mingrui. Jadinya yang pergi adalah Zhou Fan bersama Dua Kapak Kembar.


"Kediaman Klan Song ini cukup rapi, selain itu wilayahnya mencakup dua kali luas kediaman Klan Zhou." Zhou Fan membatin sambil berjalan menyusuri pasar Klan Song.


"Hei saudaraku, apakah kalian tamu Klan Song? Kami memiliki barang bagus, bagaimana jika kalian melihat apa yang ada di lapak kami?" Seorang pria paruh baya mendatangi Zhou Fan dan bersikap begitu akrab.


Zhou Fan hanya bisa tersenyum kecut, dan berusaha melepas rangkulan tangan pria paruh baya.


"Aku tidak melihat suatu yang menarik, apakah kau memiliki persediaan lain?" Zhou Fan mengamati lapak dagangan yang terdiri dari senjata dan herbal.


Pria paruh baya mengamati sekitar, beberapa saat dia seperti pencuri yang akan melakukan aksinya. "Ada satu barang, tapi aku ragu kau dapat membayarnya." Dia berkata sambil berbisik, sikapnya yang misterius membuat Zhou Fan menyipitkan mata.


"Kau bisa menunjukkannya terlebih dahulu, jika aku tertarik aku akan membelinya." Meski sangat risih dengan pria paruh baya itu tapi tak menyangkal jika dia tertarik dengan barang yang dimaksud.


"Aku menemukan ini tak sengaja, ini adalah bahan dasar pill yang sangat berharga." Pria paruh baya mengayunkan tangannya, mengeluarkan sesuatu dari cincin penyimpanannya.


Mata Zhou Fan berkedut ketika melihat apa yang dikeluarkan pria paruh baya, benda berkilau seukuran lingkar ibu jari berwarna kuning keemasan membuat mata Zhou Fan tidak pernah beralih.


"Ini -- " Zhi Long seperti mengenal batu kecil bersinar tersebut, Zhou Fan spontan melirik pria gempal di sampingnya.


"Kau mengetahuinya?"


Zhi Long mengangguk. "Ini adalah inti sari beast tingkat kesepuluh."


Zhou Fan semakin menyipitkan mata, bagaimana mungkin! Bukankah tingkatan beast hanya ada sembilan, pernyataan Zhi Long membuat Zhou Fan bingung.


"Beast tingkat kesepuluh itu adalah sebutan untuk beast tingkat sembilan yang sudah berevolusi menjadi manusia, meski tidak semua beast bisa menjadi beast tingkat kesepuluh." Zhi Long menjelaskan dengan wajah bersemangat, pasalnya dia begitu tertarik dengan hal hal semacam itu.


"Kau mengetahui banyak," ucap pria paruh baya yang kemudian melanjutkan penjelasan yang kurang. "Dalam keadaan khusus Beast tingkat kesembilan akan mendapatkan kesempatan untuk berevolusi, tapi terlebih dahulu harus menerima 'perubahan takdir'."


Perubahan takdir?


Zhou Fan mengingat sesuatu, dia seperti pernah mendengar tentang 'perubahan takdir'.


Ah...


Zhou Fan mendapatkan pecahan ingatan yang sempat memudar. 'Perubahan takdir', itu dijelaskan di sebuah tugu batu yang dia temukan di dunia abadi. Di tugu batu tersebut mengatakan jika ada sebuah guntur yang menggelegar disertai dengan langit yang tiba tiba gelap, maka itu adalah tanda munculnya dewa beast.


Saat itu Zhou Fan menganggap temuan tersebut merupakan sebuah kalimat yang ditulis tanpa berdasarkan fakta, tapi mendengar penjelasan Zhi Long serta pria paruh baya dia kerasa jika tugu batu tidaklah membual.


"Jadi inti sari beast merupakan esensi pemurnian setelah beast tingkat sembilan berhasil menjadi dewa beast atau juga beast tingkat kesepuluh?"


Zhi Long serta pria paruh baya mengangguk. Zhou Fan tersenyum, ini akan berguna bagi Zhou Jim, bukan tidak mungkin dengan itu serigalanya akan menjadi beast tingkat tujuh puncak.