
Setelah melakukan pencarian yang teramat panjang bahkan harus mengatasi para bandit menjengkelkan, semua terbayar lunas dengan hasil yang didapatkan.
Teratai api tujuh warna, sekarang tanaman herbal ini terpampang nyata dalam pandangannya.
Zhou Fan mendekati kolam dan perlahan masuk ke dalam air. Memang sangat aneh tentang keberadaan kolam ini yang berada di tengah padang pasir.
Namun Zhou Fan tak terlalu memusingkan masalah ini karena masih banyak hal diluar nalar, dunia terlalu luas untuk pertanyaan semacam itu.
Kaki berjalan membawa Zhou Fan ke tempat tujuan, tapi begitu jarak hanya tersisa beberapa langkah, suhu air meningkat dan spontan Zhou Fan keluar dari kolam.
"Tuan muda!" Ciu San sedikit khawatir, mengira ada racun dalam kolam.
Zhou Fan mengangkat tangan, tanda bahwa ia baik-baik saja. Namun, matanya menelisik keadaan kolam yang tak biasa.
Ternyata aura panas semua terpusat di kelopak teratai api tujuh warna, karena telalu kuat menyerap aura panas menyebabkan area sekitar menjadi dingin dan lembab.
Hem...
"Jika memgambilnya secara langsung, aku khawatir akan merusak kualitas teratai api tujuh warna. Jika itu sampai terjadi maka perjalanan ini akan sia-sia." Zhou Fan memangut dagu sambil memandang permukaan air.
Teratai api tujuh warna hanya berjarak beberapa langkah, tapi yang menjadi permasalahan adalah bagaimana cara mengambil teratai api tujuh warna tanpa mempengaruhi suhu air di dalam kolam.
"Tuan muda, bagaimana jika menampungnya dalam sebuah ember? Dengan bantuan kristal beast tipe api mungkin dapat mempertahankan suhu air dan menjaga nutrisi bagi teratai api tujuh warna."
Mendengar saran Zhi Long, Zhou Fan mangut mangut. "Bisa dicoba, kita tak akan tahu sampai mencobanya."
Zhou Fan mengayunkan tangan, mengeluarkan satu ember berukuran besar. Ia lalu mengisi ember dengan air kolam, memasukkan kristal beast tipe api dan mengambil teratai api tujuh warna dengan hati-hati.
Perjuangan lumayan merepotkan, bahkan harus menaikkan suhu tangannya saat hendak mengambil teratai api tujuh warna.
Setelah menempatkannya di dalam ember, teratai api tujuh warna tak mengalami perubahan. Senyum tersungging menampakkan kepuasan.
Namun tak berlangsung lama, teratai api tujuh warna mulai menunjukkan perubahan. Khususnya dari warna kelopak yang semakin memudar.
Zhou Fan dengan cepat mengeluarkan kristal beast tipe api, menaruhnya di ember.
Seketika teratai api tujuh warna kembali seperti semula. Akan tetapi tidak bertahan lama dan kembali meredup sinarnya.
Zhou Fan mengeluarkan beberapa kristal beast tipe api, menaruhnya satu persatu.
Hal ini berlangsung beberapa lama dan sudah menghabiskan belasan kristal beast tipe api.
Ciu San yang melihat mengerutkan kening, perlahan mendekat dan meraih sebuah botol giok yang ada di samping tempat Zhou Fan berdiri. Itu adalah milik Zhou Fan, jatuh dari saku jubah.
Hendak mengembalikan, botol jatuh ke dalam ember.
Wajah Zhou Fan membeku, menatap Ciu San dengen kesal. Tapi sekilas ia melihat, teratai api tujuh warna tak mengalami perubahan. Tetap bersinar seperti semula.
Mata beralih ke botol giok yang jatuh ke dalam ember, meraih dan memeriksanya. "Air spiritual?" Zhou Fan memandang Ciu San.
"Tanpa sengaja jatuh dari sakumu tuan muda," jawab Ciu San dengan ragu.
Bukan marah ataupun kesal, Zhou Fan tersenyum senang. "Bagus sekali, kau telah memecahkan masalah ini." Sambil menepuk pundak Ciu San, ia mengeluarkan satu tong penuh dengan air spiritual.
Zhou Fan membuang air dalam ember, kemudian menggantinya dengan air spiritual. Dia tidak menaruh teratai api tujuh warna ke dalam tong lantaran terlalu sempit, tidak seperti ember yang mempunyai ukuran lebih lebar.
Teratai api tujuh warna tak lagi mengalami perubahan, sama sekali tak layu seperti sebelumnya.
Zhou Fan baru tahu air spiritual dapat mempertahankan suhu, memberikan aliran energi panas untuk menjaga teratai api tujuh warna tetap memiliki pasokan makanan.
"Tuan muda, lihat ini!" Zhi Long berjongkok membelakangi Zhou Fan, nampak tengah mengamati sesuatu.
Zhou Fan yang penasaran mendekat, tentu saja setelah menyimpan teratai api tujuh warna.
Zhi Long mengangkat sebuah tanaman, seperti ginseng tapi berwarna biru. Zhou Fan yang merasa kenal langsung menundukkan tubuhnya. "Ginseng es!"
Mendengar sebutan Zhou Fan, Zhi Long seolah mengingat sesuatu. "Kau benar tuan muda, ginseng es. Hampir saja aku tak mengingat tentang nama tanaman ini."
"Ini adalah bahan utama untuk membuat pill bulan tingkat sembilan ke atas." Zhou Fan berdiri kemudian beralih ke sekitar dan menjumpai beberapa tanaman herbal yang ada di sekitar.
Benar-benar keberuntungan, mereka menemukan sebuah tempat yang penuh dengan harta berharga. Bukan hanya teratai api tujuh warna, tapi juga tanaman herbal lainnya yang secara keseluruhan adalah sumber daya langka.
Setelah menghabiskan waktu begitu lama di dalam, mereka keluar dengan perasaan puas. Namun, seketika berubah saat mendengar suara yang terus mendekat.
Zhi Long mengedarkan pendengarannya, ruangan yang tertutup membuat pendengaran dua kali lebih bisa diandalkan.
"Tuan muda, dari atas!" Zhi Long menunjuk ke atas, sementara Zhou Fan langsung menyalakan api dan mengarahkannya ke atas.
Uh...
Ratusan bahkan lintah mayat hidup bergerak mendekat ke tempat mereka.
Satu lintah jatuh, Ciu San mundur satu langkah dan mengibaskan kapak memenggal lintah mayat hidup yang terjatuh. Namun apa yang ia lakukan semakin memperburuk keadaan, setiap bagian lintah yang terpisah membentuk individu baru yang lebih kecil.
"Apakah tidak ada cara untuk memusnahkan lintah mayat hidup?" Ciu San merasa geli, sangat tidak sebanding dengan ukuran tubuhnya yang besar.
"Lintah mayat hidup dikenal juga pembawa kematian. Bahkan dulu jika ada kawanan seperti ini menyerang sebuah desa, dapat dipastikan desa itu akan menjadi desa mati." Zhi Long bercerita.
Hem...
Meski mengakui apa yang dikatakan Zhi Long, Zhou Fan tak percaya lintah mayat hidup tak bisa diatasi. Setiap makhluk hidup memiliki kelemahan, hanya saja apakah kekurangan itu dapat ditemukan atau tidak.
Srat...
Pedang menebas dan menghancurkan lintah mayat hidup menjadi serpihan kecil, tapi tetap saja itu membentuk individu baru dan kembali bergerak mendekat.
"Andai itu adalah sepenghal daging, mungkin enak jika membakarnya. Namun melihat penampakan mereka, membuat perutku tak nyaman." Ciu San memegang perut dengan ekspresi aneh.
Mata Zhou Fan menyipit. "Itu dia!" Tanpa banyak berkata dia mengeluarkan pedang, membakar kawanan lintah mayat hidup.
Lintah berjatuhan dari atas, tapi tak satupun dari mereka menunjukkan tanda tanda terbakar.
"Tuan muda, jika kita bisa menghindari lintah mayat hidup dewasa, mungkin dapat keluar dari sini." Zhi Long melirik dengan tatapan ragu, dia bisa melihat jelas bahwa ada puluhan lintah berukuran besar berada dalam kawanan.
Zhou Fan juga tahu akan hal itu, tidak mudah keluar dari goa, tapi bagaimanapun caranya dia harus segera keluar.