Legenda Petarung (2)

Legenda Petarung (2)
Chapter... 107 : Lelang Dimulai


Zhou Fan memasuki sebuah toko, ia saat ini tengah mencari token teleportasi.


"Tuan, adakah yang dapat pelayan ini bantu?" Seorang pria tua menghampiri Zhou Fan kala melihat kedatangan nya.


Zhou Fan mengamati sekitar, nampak rak berjajar rapi dengan aneka ragam benda di dalamnya. "Seseorang mengatakan bahwa toko ini menyediakan token teleportasi, oleh sebab itu kami datang."


Pria tua mengangguk, "Benar tuan, kami menyediakan token teleportasi. Token teleportasi seperti apa yang tuan inginkan?"


Zhou Fan menyipitkan mata mendengar penawaran pria tua. Ia mencari token teleportasi, tapi pria tua ini malah bertanya mencari yang seperti apa. Memangnya ada berapa jenis token teleportasi?


Pria tua berjalan menuju ke salah satu rak. Dia kemudian menoleh kepada Zhou Fan. "Tuan, anda dapat memilih model token teleportasinya, jika ada yang sesuai maka tuan katakan jumlahnya dan pelayan ini akan menyediakannya."


Zhou Fan mengamati token teleportasi di sebuah rak depan tempatnya berdiri. Terdapat enam token, tapi ia tak mengetahui apa perbedaan tokeb token tersebut, semuanya nampak sama.


Namun jika diperhatikan dengan seksama, ukiran di atas permukaan token tidak sama. Ada yang berlambang kepala singa, ada yang hanya garis dan juga ada yang berlambang mahkota.


"Ini -- " Ciu San yang sedari tadi memandang ke sekitar ketika melihat token teleportasi langsung membuka mulutnya lebar.


"Token teleportasi tingkat tiga, tak aku sangka Kekaisaran Han menjualnya dengan bebas. Di Kekaisaran Shao token teleportasi tingkat tiga sangatlah langka, hanya dimiliki oleh beberapa orang, bahkan kaisar pun hanya memiliki satu token teleportasi tingkat tiga."


Mendengar gumaman Ciu San, Zhou Fan mengerutkan kening. Sementara Zhi Long yang mengetahui kebingungan tuan mudanya dengan cepat menjelaskan.


"Seperti yang tuan muda lihat, token teleportasi terbagi menjadi tiga tingkatan. Yang pertama adalah tokeb tingkat pertama, token teleportasi dengan motif garis yang kerap dijumpai bahkan di Kekaisaran Shao. Jarak tempuhnya adalah seratus mil ...."


" ... Token berlambang kepala singa merupakan token teleportasitingkat kedua, dapat menjangkau jarak seribu mill. Yang terakhir ada token berlambang mahkota, merupakan token tingkat ketiga yang dapat menjangkau sepuluh ribu mil. Tentu saja ketiga token teleportasi dipengaruhi oleh jumlah orang, semakin banyak semakin dekat jarak yang dapat dijangkau, begitupun sebaliknya."


Zhi Long mengakhiri penjelasannya, menutup dengan sebuah saran untuk Zhou Fan. "Sebaiknya kita membeli tiga token teleportasi tingkat kedua, karena jarak menuju tempat lelang sudah cukup bila menggunakan token teleportasi tingkat kedua."


Zhou Fan mengangguk. "Baiklah, seperti yang dia katakan. Aku akan membeli tiga token teleportasi tingkat kedua. Berapa?"


Pria tua mengeluarkan tiga buah token teleportasi dari dalam cincin penyimpanan. "Masing-masing sepuluh ribu, membeli tiga berarti tiga puluh ribu. Namun karena membeli barang lebih dari satu, maka mendapatkan potongan seribu, jadi total semua menjadi dua puluh sembilan ribu."


Zhou Fan mengayunkan tangan, mengeluarkan sejumlah biaya yang harus ia keluarkan. "Ini dia, dua puluh sembilan ribu."


Pria tua itu tersenyum, kemudian ikut mengantar Zhou Fan yang nampak akan berjalan keluar. Namun langkah kakinya berhenti ketika melihat seorang wanita muda memasuki pintu toko.


"Nona Heng Biyu, mengapa engkau datang kemari?"


Wanita itu tak langsung menjawab, pandangannya mengarah kepada Zhou Fan--sosok pria yang dengan berani meninggalkan ia di ruangan kedai sendirian.


"Nona?" Teguran itu sontak membuat Heng Biyu memalingkan pandangan.


"Aku memesan token teleportasi tingkat kedua, aku sudah terlambat untuk pergi ke tempat lelang."


Pria tua mengangguk dengan cepat memberikan token teleportasi yang diminta.


Setelah mendapatkan apa yang ia minta, Heng Biyu kembali memandang ke tempat di mana ia mendapati wajah tampan pria asing itu. Namun ia terlambat, tak ada siapapun di sana.


Sementara di tempat yang sepi, Tiga orang muncul dari kehampaan. Mereka adalah Zhou Fan dan Dua Kapak Kembar.


"Hanya dalam beberapa kedipan mata aku sudah berada di desa tempat berlangsungnya lelang." Zhou Fan memandang langit yang masih gelap. Ia bahkan hampir ragu jika ia telah berpindah tempat, andai kata tulisan nama desa tidak terpampang nyata di depan matanya.


"Kita cari penginapan terlebih dahulu, lelang akak dilaksanakan pagi, masih ada beberapa waktu untuk mengistirahatkan tubuh agar lebih segar saat berhadapan dengan para keluarga bangsawan ataupun klan besar." Zhou Fan tertawa, dia berjalan nemasuki desa dan mencari penginapan.


Pemuda itu sangat menantikan acara lelang, terkhusus adalah salah satu barang utama yang adalah kristal beast tingkat kesembilan elemen es.


Tak butuh waktu lama bagi mereka untuk mendapatkan penginapan. Setelah itu Zhou Fan memesan tiga ruangan, masing masing untuk dirinya, Ciu San dan juga Zhi Long.


Di dalam ruangan, Zhou Fan membaringkan tubuhnya. Perlahan ia menutup mata, meski bayangan lelang masih saja berputar dalam kepala.


Namun tak terasa ia mulai hanyut dalam indahnya mimpi, di temani bintang mengarungi malam penuh kehangatan.


Pagi tiba, Zhou Fan langsung bangun dari tempat tidur. Ia tidak akan melewatkan lelang walau hanya satu barang sekalipun. Siapa yang tahu akan ada barang seperti apa dalam lelang tersebut.


Ketika keluar ruangan, sudah berdiri di samping kiri dan kanannya Dua Kapak Kembar. Ketika melihat Zhou Fan keluar mereka seketika menjura hormat dengan menangkupkan kedua tangan.


Ziou Fan mengangguk, kemudian keluar penginapan untuk menuju tempat lelang. Kebetulan lelang akan dilaksanakan di gedung sebelah penginapan, membuat Zhou Fan tak terlalu takut ketinggalan.


Di luar gedung lelang mulai banyak terlihat tokoh tokoh besar, mereka adalah perwakilan klan atau juga bangsawan yang ada di Kota Hong.


Namun selain dari lima klan besar dan tiga keluarga bangsawan, masih ada puluhan klan yang tak meu ketinggalan. Bahkan banyak dari mereka yang datang adalah petarung bebas tanpa memiliki latar belakang yang jelas.


Zhou Fan berjalan memasuki gedung lelang, saat kakinya baru selangkah memasuki pintu gedung, seorang wanita menyambutnya dengan begitu ramah.


"Tuan, silakan." Wanita itu memberikan sebuah kartu yang kemungkinan adalah pembagian kursi.


Zhou Fan masuk ke ruangan yang telah ditunjukkan, tirai merah itu ternyata merupakan portal menuju ruangan yang luas. Banyak sekali tempat duduk meski sebagian besar masih kosong.Namun hal ini juga wajar mengingat pembukaan lelang masih lumayan lama.


...


Tak tak tak...


Suara langkah kaki membuat Zhou Fan seketika membuka mata dan melihat ke arah panggung, setelah menunggu beberapa lama akhirnya lelang akan segera dibuka dan dapat dilihat seorang pria tua tengah berjalan menaiki panggung utama.


Beberapa saat kemudian seorang wanita muda naik ke atas panggung menggantikan pria tua sebelumnya yang telah selesai dengan beberapa kalimat sambutan yang diucapkan.


"Selamat pagi semuanya, saya akan mewakili Pusat Balai Lelang untuk memandu jalan lelang bulan ini, jadi mohon bantuanya ..." Wanita itu tersenyum dengan ramah.


"Silahkan bawa kemari barang pertamanya." Ketika wanita itu berkata beberapa pelayan datang membawa sebuah kotak kayu.


Melihat kualitas barang pertama Zhou Fan langsung mendengus. "Siapa yang mau menawar barang seperti itu, tidak berguna!"