Legenda Petarung (2)

Legenda Petarung (2)
Chapter... 132 : Membebaskan Yin Cun


"Tuan muda?"


Ciu San serta Zhi Long memandang para tawanan yang digelandang masuk ke dalam kota. Bangsawan yang datang ternyata hendak membeli budak, mereka memilih dengan teliti, mencari budak kualitas terbaik.


Zhou Fan mengangkat tangan, memberi tanda agar mereka tetap di sana. "Tunggu sebentar, aku mengenal satu di antara mereka."


Mata Zhi Long seketika beralih ke Zhou Fan. "Tuan muda, jika kau mengenal salah satu dari budak itu, sebaiknya segara kita selamatkan. Terlalu lama mengenakan segel budak dapat menghilangkan kesadaran, satu dua tahun berselang pasti dia tidak akan mengingat namanya, hanya patuh dengan tuan yang membelinya, orang yang memasangkan segel budak kepadanya."


Zhou Fan terkejut, tidak mengira akan ada hal seperti itu. Di daratan Tian Lei perbudakan di larang, bahkan saat berada di Kekaisaran Shao pun ia tak melihat adanya jual-beli budak.


Zhi Long seolah dapat menebak keheranan Zhou Fan, kemudian ia menjelaskan. "Tuan muda, mungkin peristiwa seperti sangat asing di Kekaisaran Shao. Namun jika di cari, juga ada hal semacam ini. Sebenarnya semuanya sama saja."


Sejenak Zhou Fan terdiam, tapi ia juga tahu dunia ini sangat kejam. Malah akan sangat mengherankan jika di Kekaisaran Shao tak terjadi hal hal semacam itu.


"Satu budak pria sepuluh ribu, sedang yang wanita lima belas ribu." Pemimpin bajak siluman menarik rantai agar para tawanan itu lebih mendekat.


Bangsawan lokal mengekus dagu sambil melirik ke beberapa tawanan. "Bagaimana jika sepuluh ribu untuk seorang budak wanita, aku ambil sepuluh."


Dari tatapan bangsawan lokal, nampak niat cabul yang sangat jelas terlihat. Matanya terus memandang ke wanita yang berdiri di barisan belakang.


Pemimpin bajak siluman menggelengkan kepala, "Bagini saja, harganya tetap satu orang lima belas ribu. Aku akan menambahkan tiga budak pria, kau dapat memilih semuanya."


Pria tua mengatakan pakaian mewah itu mangut mangut. "Baiklah, aku akan memilihnya." Setelah berkata ia berjalan memutari para tawanan untuk memilih.


Zhou Fan masih memperhatikan, ketenangannya terusik saat Yin Cun menjadi salah satu dari ketiga pria yang dipilih. Namun ia memutuskan untuk tetap diam, ini malah akan memudahkannya menyelamatkan Yin Cun dari pada harus berhadapan dengan puluhan bandit itu.


Bangsawan lokal pergi setelah mendapatkan tiga belas budak dari bajak siluman air, dengan kereta kuda mewah mereka melintasi jalanan yang telah sepi tanpa pejalan kaki di sekitarnya.


Ketiga belas budak termasuk Yin Cun di seret menggunakan kereta dengan tangan mereka di rantai, diikat di belakang kereta. Beruntung kareta kuda berjalan begitu pelan, sehingga tidak terlalu menyiksa mereka.


Zhou Fan mengikuti kemana bangsawan itu pergi, memasuki sebuah kediaman besar yang dipenuhi penjaga berotot besar. Meski begitu sangat mudah bagi Zhou Fan untuk menyusup masuk ke dalam.


Zhou Jim serta Dua Kapak Kembar juga tak ketinggalan, mereka mengikuti kemana Zhou Fan bergerak.


Zhou Fan membentangkan tangan, menahan langkah kakinya. Sekitar puluhan langkah darinya, nampak ketiga belas budak di masukkan ke dalam ruangan. Jika tidak salah itu adalah gudang.


Bangsawan itu pergi dengan tersenyum, ia sangat puas dengan sepuluh wanita yang akan menemani hari-harinya. Untuk ketiga budak pria, ia tak peduli terhadap mereka. Mengurung mereka berpikir suatu saat akan berguna.


Namun yang tidak diketahuinya, Zhou Fan telah merancang sebuah rencana. Itu sangat bertentangan dengan harapan bangsawan tua itu.


Setelah memastikan keadaan aman, Zhou Fan berjalan dengan santai tanpa menimbulkan kecurigaan. Ia mendekat ke pintu dan sekali lagi menoleh ke belakang, memastikan keadaan tetap berada dalam kendalinya.


Zhi Long memantau dengan indra pendengarannya, Zhou Jim mengintai dari atas atap bangunan, sementara Ciu San celingukan tak jelas tak tahu apa yang harus ia kerjakan.


Brak!


Zhou Fan mendobrak pintu, tapi pintu tak terbuka. Ia meneliti pintu ini, padahal berbahan dasar kayu, mengapa begitu kuat.


Drak... Drak... Drak...


Suara gedoran pintu terdengar aneh, tidak seperti pintu kayu pada umumnya. Dari sini Zhou Fan paham. Pintu ini memang berbahan dasar kayu, tapi itu hanya permukaan luar, masih ada lapisan baja di belakangnya.


Zhou Fan tahu tak akan bisa membuka pintu tanpa tenaga dalam, jadi ia mengepalkan tangan memusatkan tenaga dalam di telapak tangannya.


Setelah dirasa cukup, ia mendorong tangannya, mengeluarkan serangan tapak yang cukup kuat.


Pintu langsung terbuka, nampak kunci besi patah diakibatkan pukulan Zhou Fan. Budak yang ada to dalam ruangan ternyata tidak hanya tiga belas orang, ada dua puluh orang, bahkan lebih. Kebanyakan mereka adalah wanita, sedang tiga lainnya pria yang merupakan budak yang baru saja dibeli.


Yin Cun berdiri, perlahan kakinya melangkah mendekat.


Zhou Fan hanya diam, sementara Yin Cun mulai mengangkat tangan.


Plak!


Suara itu cukup nyaring, membuat tawanan lain tercengang.


Zhou Fan meraih pipinya yang memerah karena tamparan Yin Cun. "Apa kau ingin mati?" ucapnya dengan wajah kesal.


Yin Cun tersenyum, tertawa bahagia. "Hahaha... Saudaraku, tak kusangka dapat bertemu denganmu."


Baru saja Yin Cun hendak memeluk Zhou Fan, tapi dengan sekali dorongan tubuhnya mundur beberapa langkah.


"Baru bertemu sudah menampar, nampaknya kau sangat betah di sini." Zhou Fan berjalan ke beberapa tawanan, melepaskan rantai di tangan mereka.


Para tawanan masih terdiam, mereka tak berani bergerak.


Yin Cun melirik ke dua pria yang datang bersamanya. "Kalian tenang saja, dia adalah saudaraku, dia datang untuk menyelamatkanku menyelamatkan kalian."


Meski Yin Cun cukup menyebalkan, Zhou Fan tak mau menanggapi ucapan pria itu. Ia berjalan keluar setelah melepas semua rantai yang mengikat para tawanan.


"Hei saudaraku, bisa kau bantu aku hancurkan cincin ini. Cincin ini mengikat tenaga dalamku." Zhou Fan melirik sekilas, kemudian membantu Yin Cun menghancurkan cincin penghilang kultivasi.


Setelah terlepas, Yin Cun membantu yang lain. Sekarang mereka semua telah terbebas dan dapat mengeluarkan kekuatan masing-masing. Memang tidak setinggi Zhou Fan, tapi mereka rata-rata adalah petarung kaisar.


Awu...


Suara itu membuat mata Zhou Fan terbuka lebar, "Cepat pergi, mereka semua akan datang."


Mendengar peringatan Zhou Fan, berangsur-angsur mereka meninggalkan gudang, melesat keluar. Tersisa Zhou Fan dan juga Yin Cun. Kenapa kau tak keluar?" tanya Zhou Fan heran.


Hem...


Bukan langsung menjawab Yin Cun malah tertawa. "Karena kau telah datang, tentu kau telah memiliki cara untuk keluar. Kau begitu tenang, kenapa aku harus panik?"


Zhou Fan mencebikkan bibir. "Aku tak punya rencana, tak ada rencana."


Mata Yin Cun terbelalak. "Apa! Kau jangan bercanda, jika begitu kita harus lari."


Belum sempat langkah kaki itu melintasi pintu gudang, puluhan orang datang mengepung. Tubuh mereka tegap berisi, wajah mereka begitu kokoh dengan rahang yang tegas.


Yin Cun melirik Zhou Fan, "Kau sungguh tak ada rencana?"


Zhou Fan menggelengkan kepala, membuat Yin Cun menghela nafas tak berdaya.


"Sesungguhnya aku memiliki satu cara, kau ingin mendengarnya?"


Mendengar ini Yin Cun melirik Zhou Fan sambil mengangguk. "Apa itu, aku harap dapat menyelamatkan nyawa kita."


Zhou Fan terkekeh, kemudian melesat. "Bertarung!"