
"Sombong!" Chen Yang berseru murka, nampak wajahnya sudah memerah dan sangat ingin menerkam Zhou Fan.
Chen Long Tao fokus dengan dinding formasi yang mengurung mereka. Entah mengapa ia menangkap sebuah sinyal bahaya yang akan menimpa mereka. Namun, ia tak tahu bahaya apa itu.
"Selamat datang ke dalam dunia api." Tepat setelah Zhou Fan berkata kobaran api mulai menyambar dan terus membesar.
Chen Long Tao dengan cepat melindungi tubuhnya dengan tenaga dalam, berhasil terhindar dari galaknya si jago merah.
Chen Yang serta Kasim Jun agak terlambat, meski tetap berhasil keduanya harus menerima pakaian yang dikenakan habis hangus terbakar.
"Dasar sialan, jangan bermain trik dengan kami. Pada akhirnya hanya kematian yang kau dapatkan." Chen Yang bersiap menyerang, telah membentangkan pedang di depan wajahnya.
Zhou Fan hanya diam, membuat Chen Yang sangat kesal. "Terimalah serangan ku, Pengguncan Semesta!"
Melihat siluet tebasan bergerak ke arahnya ia hanya tersenyum sinis. Jurus ini telah ia lihat beberapa kali, bahkan saat itu ia mampu menghentikannya. Apakah saat ini setelah kekuatannya meningkat akan sangat sulit? Dan lagi sekarang mereka berada di dalam formasi, hukum api di dalam formasi menyesuaikan dengan dirinya.
Plash!
Ketika siluet itu menerjang pedang, Chen Yang berpikir Zhou Fan akan terpental dan jika perlu sampai menghancurkan dinding formasi. Namun ia terlalu meninggikan kemampuannya, jangankan membuat terpental, jurus itu seketika lenyap ketika bersentuhan dengan mata pedang darah malam.
Chen Yang terkejut sampai tersedak, ia tak percaya jurus andalan nya seolah hanya sebuah angin yang berhembus pelan. Sama sekali tidak berasa.
"Yang'er, dia tidak lemah. Jangan menyerangnya sendiri karena itu tak akan berguna. Terlebih saat ini kita berada di dalam bidang formasi miliknya." Chen Long Tao berkata dengan suara berbisik, mengingatkan Chen Yang agar tidak lagi mengeluarkan serangan sia-sia.
"Ikuti aku, kita serang bersama." Chen Yang serta Kasim Jun langsung bersiap kala mendengar perkataan Chen Long Tao.
Tanpa basa-basi ketiganya melesat dan langsung menyerang Zhou Fan.
"Terima ini!" Chen Long Tao menebas pedang dengan kuat, mengeluarkan jurus andalan milik keluarga Chen--pengguncang semesta.
Chen Yang serta Kasim Jun tidak hanya diam, mengeluarkan jurus yang paling mereka kuasai.
Zhou Fan melihat tiga jurus melesat ke arahnya, ia langsung menggerakkan pedang menerapkan teknik dewa pedang.
Api berkobar dan terus membesar, berputar menjadi angin topan. Ketika jurus mereka bertemu, ledakan maha dahsyat terdengar, bahkan mampu menggetarkan dinding formasi.
Sementara dari luar penduduk tak bisa melihat apa yang terjadi di dalam formasi. Hanya dapat melihat kobaran api yang menyala-nyala.
"Dia pasti tiada."
"Nasibnya sangat buruk sampai harus menghadapinya leluhur keluarga Chen."
"Menghadapi tiga orang secara bersamaan, hanya ada kematian untuknya."
Semua orang memiliki satu pemikiran, kemenangan sudah pasti akan menjadi milik keluarga Chen, sementara pria berjubah hitam hanya akan mati mengenaskan. Mereka tidak tahu bahwa kekuatan Zhou Fan berada di tingkat petarung suci bintang empat, bahkan lebih kuat dibandingkan dengan Chen Long Tao.
Hal itu dapat dilihat dengan kondisi Chen Long Tao saat ini yang tak lebih baik dibandingkan dengan Chen Yang ataupun Kasim Jun.
Namun, leluhur keluarga Chen itu enggan mengakui kekalahan. Sambil mengusap sudut bibirnya Chen Long Tao menempatkan pedang menjulur ke depan. Beberapa saat kemudian penampakan petir putih mulai terlihat semakin jelas.
"Aku tak berpikir akan menggunakan teknik ini untuk seorang pemuda sepertimu. Merupakan suatu kehormatan bagimu karena bisa melihat Teknik Anugrah Dewa Petir." Tubuh Chen Long Tao perlahan muncul aliran petir yang kemudian menyelimuti seluruh tubuhnya.
"Hahahahahahah...Kau akan mati!" Chen Long Tao merentangkan tangan, tertawa lantang seperti setan.
Chen Yang serta Kasim Jun menjauh dari tempat Chen Long Tao, mundur sampai menyentuh dinding formasi.
Zhou Fan tetap bergeming dalam posisinya, tapi mata hitam itu tak berhenti menilai serta menelisik kekuatan lawan. Ia tak tahu teknik apa yang Chen Long Tao keluarkan, yang jelas teknik tersebut mampu meningkatkan kekuatan.
"Jangan hanya diam bangsat!" Chen Long Tao melesat dan menerkam Zhou Fan dengan pedang di tangannya.
Namun sebelum pedang itu menyentuh pakaian, pedang darah malam menahan.
Trank!
"Persetan dengan teknikmu, kau tetap tak akan mampu mengalahkan ku." Zhou Fan mengeluarkan teknik dewa pedang tahap kesempurnaan, merupakan kombinasi dari ketiga tahapan.
Keduanya saling serang, api dan petir bergantian menyambar. Serangan Chen Long Tao sangat mengerikan, setiap tebasan mampu membelah tanah, tapi Zhou Fan lebih menakjubkan. Gerakannya mampu menahan serangan pedang Chen Long Tao, bahkan memaksa pria tua itu mundur dan bertahan.
Tidak hanya Kasim Jun, tapi juga Chen Yang yang nampak mengepalkan tangan.
"Tidak, aku tidak akan diam saja!" Chen Yang mengeratkan pedangnya, membidik Zhou Fan dari kejatuhan berniat menyerang diam-diam.
"Salahkan saja kau telah menyinggung keluarga Chen, hari ini adalah hari kematianmu." Chen Yang tersenyum licik, pedangnya telah mengunci sasaran.
"Pengguncang semesta!" Bergumam pelan, Chen Yang melakukan tebasan. Siluet tebasan bergerak cepat menghujam ke tempat dua orang bertarung.
Zhou Fan yang merasakan kecepatan angin bertambah kencang dari belakang pun dengan cepat mengalihkan pandangan. Melihat siluet tebasan melesat cepat ke arahnya, kedua mata sepenuhnya terbuka.
Ck!
Serangan sangat cepat, ia terpaksa harus menarik tubuhnya ke kanan.
Bruk... Bruk...
Zhou Fan berguling di tanah, pedang hampir terlepas dari tangannya. Namun ia kembali bangkit, menatap seorang yang telah berniat menyerang diam-diam. "Katakan saja jika kau sudah bosan dengan hidupmu."
Wosh...
Zhou Fan melesat sangat cepat.
Chen Yang yang melihat Zhou Fan bergerak ke arahnya langsung panik, dia lari tapi kecepatan Zhou Fan dua kali lipat lebih cepat darinya.
Kasim Jun berniat membantu, mendekati Chen Yang dan berdiri di hadapannya.
Zhou Fan sama sekali tak peduli dan pedang darah malam telah terbentang, bersiap melakukan tebasan. "Mati kau!"
Crash!
Bugh...
Bugh...
Dua tubuh jatuh bersamaan, kepala tergeletak menggelinding di permukaan tanah.
Chen Long Tao membelalakkan mata, wajahnya memerah padam. "Yang'er... !"
Tubuh Chen Long Tao terasa terbakar, kepalanya sangat panas. "Ku bunuh kau!" Dengan amarah yang menggebu dia menyerang tanpa peduli apa yang ada di sekitar.
Zhou Fan menghindar, satu dua tebasan dia menundukkan kepala.
Chen Long Tao sangat murka, menyerang membabi buta.
Zhou Fan memanfaatkan kesempatan, melakukan gerakan berputar dan mendorong tubuh Chen Long Tao dengan kaki kanan.
Sret...
Tubuh Chen Long Tao mundur beberapa langkah, tapi amarahnya belum padam dan tekad balas dendam masih terpancar.
"Pengguncang semesta!" teriak Chen Long Tao mengeluarkan jurus andalannya.
Zhou Fan tersenyum sinis, "Hari ini adalah hari kehancuran keluarga Chen!"
Tepat setelah berkata Zhou Fan memutar pedangnya. Kemudian ia melakukan tebasan dua kali secara beruntun. "Tebasan Ganda!"
Dua siluet tebasan bergerak secara horizontal, menggulung api sehingga siluet tebasan semakin besar.
BLAAR!!
Ledakan sangat kuat, dinding formasi sampai hancur tak bisa menahan lesatan energi yang begitu besar.
Asap melambung tinggi, kabut tebal masih menutup pandangan. Semua orang yang ada di sekitar mengamati dengan seksama, menantikan siapa yang bertahan sampai akhir.
Perlahan kabut mulai memudar, tiga tubuh tergeletak sementara satu orang berdiri. Tubuh mereka mematung, tak percaya dengan akhir pertarungan yang sangat berbeda dengan apa yang mereka bayangkan.