Legenda Petarung (2)

Legenda Petarung (2)
Chapter... 37 : Maksud Lain


Phuih...


"Jika kalian memiliki kemampuan, maka lakukan. Jangan bicara panjang lebar." Ci Kun-tetua agung menjentikkan jari, bersamaan dengan itu orang Klan Ci mengeluarkan senjata masing masing.


Melihat hal ini Shao Mingrui tersenyum sumbang, dia menggeleng dengan wajah datar.


"Pilihan yang kau ambil, akan mempengaruhi masa depan kalian-Klan Ci. Karena tak mau pergi, berarti sudah siap menyerahkan diri." Shao Mingrui melirik Penatua Song, dengan itu pria tua tersebut langsung melepaskan kekuatan yang telah dia tekan.


Aura kuat terpancar, kekuatan ini setara dengan kekuatan tetua agung Klan Ci.


Wajah beberapa orang di sana tentu terkejut, di antara mereka tidak ada yang mengetahui terdapat seorang yang sangat luar biasa. Bahkan Patriark Xiu menatap dengan tidak percaya.


Namun keangkuhan Ci Kun sudah melampaui batas wajar, pria tua itu tetap bersikukuh dengan pendirian, dia seolah tidak peduli dengan orang orang di belakangnya yang kini merasakan kakinya gemetar.


"Tetua, sepertinya ini akan berakhir buruk."


Ci Kun melirik pria di sampingnya dengan sengit, sesaat kemudian dia memberikan tatapannya kembali ke arah Penatua Song.


Pria tua itu seolah tersadar dengan apa yang telah dia lakukan. Dia melirik orang orang di belakangnya, andai pertarungan ini dapat dimenangkan, Klan Ci akan kehilangan banyak orang.


Namun kemungkinan untuk menang sangatlah tipis jika mengingat banyaknya jumlah lawan. Pria tua itu merenung sejenak, setelah beberapa waktu dia mengangkat wajahnya sambil menghela nafas panjang.


"Baik, Klan Ci akan pergi."


Mendengar ini, Shao Mingrui tersenyum puas. Beberapa orang di sekitarnya juga berseru senang.


Zhou Fan mengerutkan kening, tapi ketika melihat isyarat Shao Mingrui, dia menahan untuk bertanya.


Seorang pangeran ketiga melepaskan Klan Ci begitu saja bahkan setelah membuat kekacauan begitu besar, ini tidak mungkin. Zhou Fan merasa ini tidak semudah yang terlihat.


Sementara itu, orang Klan Ci mulai berkemas, mereka menjemput sanak keluarga yang masih berada di kediaman, mereka pergi meninggalkan Kota Bei Xian melintasi ratusan orang yang berjajar layaknya sebuah pagar.


Tetua agung masih menyimpan perasaan geram, sambil berjalan dia senantiasa melemparkan sebuah tatapan tajam ke arah Shao Mingrui.


Hem...


Shao Mingrui yang merasa diperhatikan memalingkan wajahnya mencari siapa orang itu, menjumpai tetua agung menatapnya, dia hanya membalas dengan senyum mencibir.


Semua orang perlahan membubarkan diri, mereka kembali ke klan masing masing dan tak lagi perlu mengkhawatirkan masalah ancaman Klan Ci.


Zhou Fan, Shao Mingrui serta Penatua Song masih berdiri di depan pintu gerbang kediaman Klan Ci. Mereka hanya diam di sana menyaksikan kediaman yang terasa kosong.


"Apa yang kita lakukan sekarang?" Zhou Fan benar benar penasaran apa yang akan dilakukan Shao Mingrui.


Yang ditanya malah tertawa, membuat Zhou Fan semakin mengerutkan kening.


"Tak lama lagi kau akan tahu." Shao Mingrui berkata sambil mengulurkan tangannya ke arah Penatua Song.


Pria tua itu mengeluarkan sebuah gulungan dan membukanya perlahan.


Zhou Fan hanya bisa melihat coretan coretan seperti sebuah jalur yang menuju ke suatu tempat, dia tidak tahu apa itu, yang jelas gulungan itu terlihat tidak biasa.


Shao Mingrui menelisik gulungan tanpa mempedulikan keberadaan Zhou Fan, dia dengan serius mengamati setiap tanda yang ada di dalamnya.


"Ayo!" Shao Mingrui melambaikan tangan, dia masuk ke dalam wilayah kediaman Klan Ci.


Penatua Song mengikuti tanpa banyak bicara, berbeda dengan Zhou Fan yang dari waktu ke waktu terus melontarkan pertanyaan.


Pemuda itu masih belum tahu apa yang akan dilakukan Shao Mingrui di dalam wilayah kediaman Klan Ci.


Kemudian dia memasuki sebuah kediaman yang memang sudah semestinya kosong tak berpenghuni.


Zhou Fan sebagai seorang alkemis mempunyai indra yang lebih peka terhadap aura, dia dapat merasakan sebuah lonjakan besar di sekitarnya.


"Sebenarnya apa yang kau cari?" Sekali lagi Zhou Fan bertanya. Shao Mingrui menghela nafas, dia kemudian mengeluarkan kembali gulungan yang dia simpan.


"Ini adalah peta peninggalan yang tidak sengaja aku dapatkan. Aku tidak tahu apakah ini memang benar, tapi yang jelas aku merasa ini bukan sesuatu yang bisa dianggap wajar."


Zhou Fan melihat gulungan itu, tapi ia tidak mengerti apa yang dikatakan di dalamnya. "Aku tak tahu bahasa apa yang digunakan."


Shao Mingrui tertawa lirih, dia kemudian melipat sedikit demi sedikit, dan membalik posisi gulungan. "Ini adalah bahasa rahasia, kau tidak akan mengerti jika membaca dengan cara biasa."


"Kau benar." Zhou Fan sekarang bisa membaca dengan lancar, perlahan dia mengerti tentang gulungan di tangan Shao Mingrui.


"Gulungan ini masih belum diketahui kebenarannya, tapi kau terlihat sangat yakin akan menemukan suatu yang berharga." Zhou Fan melirik Shao Mingrui dengan serius, sepertinya masih ada yang belum diungkapkan kepadanya.


Dan itu memang benar, Shao Mingrui kemudian menjelaskan jika selain gulungan dia menemukan sebuah pedang yang sekarang menjadi senjatanya, itu adalah senjata tingkat mitick.


Zhou Fan meraih pedang di balik punggung Shao Mingrui, dia menggerakkan perlahan, tapi tidak merasakan suatu yang istimewa dari pedang di tangannya.


"Bukan pedang itu yang ku maksud." Shao Mingrui mengeluarkan sebuah pedang dari dalam cincin penyimpanan, pedang itu berwarna emas dengan garis putih di tengahnya.


Zhou Fan meraih pedang dengan kedua tangannya, mengembalikan pedang yang sebelumnya. Ketika pedang ia pegang, sensasi menakjubkan dia rasakan.


Itu seperti ia memegang pedang darah malam, terasa ringan tapi sangat kuat.


Zhou Fan mengembalikan pedang itu kepada pemiliknya, dia kemudian beralih ke gulungan yang berada di tangan Shao Mingrui.


"Jadi, kau telah merencanakan ini sebelumnya?" Zhou Fan menoleh kepada saudara angkatnya.


Shao Mingrui mengangguk, membuat Zhou Fan mendesis.


"Meski Klan Ci tidak mencari masalah, kau yang akan mencari masalah?" Pertanyaan ini membuat Shao Mingrui bingung harus menjawab, benar atau tidak itu perbedaan yang sangat tipis.


"Emn... Ya, aku rasa. Namun tidak juga, karena Klan Ci sedari awal telah menjadi duri dalam daging bagi Kota Bei Xian." Shao Mingrui kemudian berjalan, dia masuki salah satu ruangan.


"Yang kau cari sepertinya tidak berada di sana." Zhou Fan memejamkan mata, dia merasakan aura itu berasal dari ruangan lain, tapi masih berada dalam kediaman yang sama.


Shao Mingrui berhenti, dia memutar kembali tubuhnya, menatap Zhou Fan dengan pandangan aneh. Pria itu sejenak hanya diam, tapi mengingat bahwa Zhou Fan adalah seorang alkemis dia langsung mendekat.


"Di mana posisi tepatnya?"


Zhou Fan masih memejamkan mata, dia mencoba mencari tahu di mana sumber aura itu terpancar.


Namun itu juga bukan perkara mudah, karena setiap saat akan menghabiskan tenaga dalam yang tidak sedikit.


Kening pemuda itu berkerut, keringat menetes membasahi tubuhnya.


Shao Mingrui hanya diam menunggu hasil pengamatan Zhou Fan, saat ini tidak ada yang bisa dia lakukan, jadi hanya bisa menyaksikan.


Perlahan mata Zhou Fan terbuka, matanya menyorot salah satu ruangan.


Hem...


"Ruangan itu ...."