
Srat...
Pedang menebas halus lintah mayat hidup. Beberapa waktu berselang, lintah yang terbelah tidak menunjukkan aktivitas regenerasi.
"Tuan muda, itu berhasil!" seru Ciu San dengan semangat.
Zhou Fan tersenyum puas, tepat seperti dugaannya. Meskipun dapat beregenerasi, tetap saja jika sudah tidak ada bagian tubuh apa yang akan diregenerasi. Tebasan pedang miliknya bukan hanya tebasan biasa, itu mengandung api yang sudah dia alirkan ke dalam setiap inci permukaan pedang darah malam.
Mungkin api tidak bisa melukai lintah mayat hidup karena terhalang oleh lendir, tapi begitu pedang menembus kulit dan menyalurkan energi panas, maka tidak ada lagi penghalang. Lintah mayat hidup tak lagi bisa berbuat banyak.
Zhi Long diam dengan wajah kagum, tuan mudanya ini terlalu luar biasa. Sungguh tak menyangka jika hanya dengan beberapa waktu dapat menyelesaikan masalah yang bahkan menjadi momok menakutkan sejak puluhan tahun lalu.
Zhou Fan yang sudah menemukan cara dengan pedang darah malam di tangannya bergerak maju sambil membersihkan kawanan lintah, tapi saat menebas lintah yang berukuran besar, tidak ada yang terjadi pada tubuh mereka selain terbelah, bahkan masih bisa membentuk individu baru.
"Hem... lintah mayat hidup tetaplah lintah mayat hidup, jika terlalu mudah, itu akan meremehkan julukannya." Zhou Fan tersenyum, ia sudah menduga lintah yang dewasa tidak akan semudah lintah anakan.
"Aku tak percaya tak dapat menghabisi lintah ini?!" Zhou Fan tak tak mau ragu, mencoba beberapa cara sambil terus menebas lintah mayat hidup berukuran besar.
Namun yang terjadi tidak sesuai harapan. Lintah mayat hidup berkembang, satu menjadi dua, dua menjadi empat. Semakin lama jumlah mereka bertambah banyak.
Zhou Fan menghentikan tebasan pedangnya, jika dia terus melakukan apa yang ia lakukan, bukan tidak mungkin jumlah lintah mayat hidup akan kembali seperti semula.
Auk!
Zhou Jim menyalak dari belakang, spontan Zhou Fan menengadahkan kepala dan melihat satu ekor lintah mayat hidup berukuran besar jatuh dari atas.
Sial!
Zhou Fan menarik tubuhnya ke belakang, tapi terlambat dan lintah jatuh di atas kepala. Tak mau berlama-lama dengan lintah mayat hidup, dengan cepat membelah lintah dengan sekuat tenaga.
Lintah mayat hidup terbelah menjadi dua, tapi tidak terlihat bergerak, sepertinya mati dalam satu kali tebasan.
"Tuan muda, lihat! Apa yang ada di antara tubuhnya?" Zhi Long menunjuk kristal bundar yang terbelah, kristal itu berwarna merah pekat, sangat kontras dengan daging lintah yang berwarna putih pucat.
Zhou Fan mengambil kristal bundar yang mungkin hanya berukuran seujung ibu jari. Netra hitam itu memandang begitu serius seolah tak mau berpaling dari benda yang berasal dari tubuh lintah mayat hidup.
Setelah mengamati beberapa lama, Zhou Fan mendapatkan sebuah penjelasan yang masuk akal. "Kalian berdua, serang saja lintah itu. Pastikan kalian mengincar satu inci di belakang mata, sepertinya bola kristal itu adalah sumber kehidupannya."
Zhou Fan tentu tidak hanya diam, menatap lintah mayat hidup yang mendekat, dia mengayunkan pedang menebas lintah menjadi dua bagian.
Plash...
Tubuh lintah mayat hidup terbelah, tapi tidak tumbuh ataupun membentuk individu baru. Terlihat di arena tebasan, bola kristal berwarna merah pekat retak dan bersinar redup.
Seperti tebakannya, kristal itu adalah inti kehidupan lintah mayat hidup. Tak mampu lagi meregenerasi ataupun membelah diri setelah hancur tertebas pedang darah malam.
"Habisi mereka semua, jangan sisakan satupun dari mereka!" Zhou Fan mengincar satu lintah berukuran besar, menebas pada bagian titik yang telah ditentukan.
Slash...
Lintah mayat hidup seukuran lengan orang dewasa terbelah dan tak lagi bisa bergerak, sebuah kristal bulat kecil menggelinding keluar dalam keadaan retak.
Ciu San dan juga Zhi Long mengikuti apa yang dilakukan tuan muda mereka, menghantam lintah mayat hidup berukuran besar tepat di bagian belakang mata. Meski mata terlihat sangat kecil, tebasan keduanya tak pernah meleset, memberantas puluhan lintah mayat hidup dalam waktu singkat.
Setelah menyingkirkan ribuan lintah mayat hidup, penampakan goa terlihat berbeda. Juga potongan tubuh lintah yang berserakan. Sayang sekali daging lintah mayat hidup tak bisa dikonsumsi, jika tidak mungkin sudah masuk ke dalam cincin penyimpanan.
Blar!
Batu besar jatuh dari atas, tepat di depan tempat Ciu San berada. Beruntung pria bertubuh gempal itu berhasil menghindar atau kepalanya yang akan menjadi taruhan.
Tak berselang lama goa kembali terguncang, suara gemuruh di atas semakin jelas terdengar.
Zhou Fan mengerutkan kening, memandang Zhi Long meminta penjelasan.
"Tuan muda, nampaknya terjadi pertarungan di atas. Dua kelompok besar setidaknya ada lima puluhan orang." Zhi Long mengangguk setelah memastikan keadaan di atas dengan indra pendengarannya.
Hem...
Zhou Fan berpikir sejenak, kemudian mengajak Dua Kapak Kembar serta Zhou Jim keluar. Namun dalam kepalanya masih memikirkan, siapa yang bertarung di atas padang pasir sagara di saat ia berada di bawah permukaannya.
Tahukah mereka bahwa itu sangat menganggu, suara gemuruh serta ancaman goa runtuh menjadi situasi yang sangat merepotkan.
Zhou Fan melesat dengan cepat, beberapa waktu telah berada di luar goa. Tanpa panjang lebar ia melompag ke atas, melihat dua kelompok saling menyerang.
Satu kelompok memakai pakaian seperti belasan orang yang pernah menyerangnya. Tidak salah lagi, jika mereka masih dalam satu kelompok--bandit gurun.
"Tuan muda, apakah kita akan ikut campur? Jika tidak salah satu kelompok itu masih satu bagian dari bandit yang menyerang kita beberapa waktu lalu." Ciu San telah mengeluarkan kapak, ekspresinya sudah tak sabar untuk memenggal kepala mereka.
Namun Zhou Fan masih diam, memilih untuk mengamati situasi lebih dalam.
"Bajingan, sudah aku katakan bukan kami yang melakukannya. Mengapa kalian--bandit gurun menuduh kelompok taring putih?" Seorang pria dari kelompok berpakaian putih, bertahan sambil berusaha menjelaskan.
Namun, ketua kelompok bandit gurun tak mau tahu dan menyerang membabi buta.
"Jika bukan kalian siapa lagi, apakah mereka bisa mati begitu saja!" Perkataan ketua kelompok bandit gurun merujuk pada mayat belasan orang yang mati di tangan Zhou Fan. Akan tetapi ketua kelompok bandit gurun menyalahkan kematian bawahannya kepada kelompok taring putih yang jelas memiliki konflik dengan mereka.
Hal ini bukan tanpa alasan, mengingat di antara belasan orang terdapat saudaranya yang juga merupakan ketua kelompok bandit gurun. Kekuatan saudaranya berada di tingkat petarung senior bintang delapan, bagaimana mungkin bisa dikalahkan behitu mudah.
Dari tempatnya Zhou Fan memijit kening sambil menggelengkan kepala. Ternyata pertarungan mereka disebabkan olehnya. Benar-benar konyol.
Namun yang pantas disalahkan sebenarnya adalah bandit gurun itu sendiri, salah suruh datang pada saat yang tidak tepat.
"Siapa di sana!"
Whut...
Blar!
Ketua kelompok bandit gurun melesatkan serangan ke tempat Zhou Fan, dibalik sebuah batu yang lumayan besar.
Batu hancur dan Zhou Fan keluar. Seketika dua kelompok yang saling menyerang berhenti dan memandang tiga sosok baru saja datang.
"Siapa kalian?!"
Menanggapi pertanyaan ketua kelompok bandit gurun, Zhou Fan mengangkat kedua tangannya. "Kami hanya lewat, teruskan pertarungan kalian. Jangan hiraukan kami."
Zhou Fan berbalik dan berniat pergi, tapi ketua kelompok bandit gurun menghentikannya. "Tunggu!"
Langkah kaki terhenti, perlahan kembali membalikkan badan. Nampaknya keinginan untuk lepas dari masalah tidak akan mudah.