
Zhou Fan berjalan menuju ke kediaman Keluarga Chen. Namun belum sampai gerbang seorang penjaga membentangkan tombak kepadanya. "Siapa kau?! Turunkan tudungmu!"
Zhou Fan memegang ujung tudung hitam miliknya, tapi tangannya enggan bergerak untuk menarik tudung ke belakang.
Penjaga menjadi geram, menggerakkan tombak hendak mengancam. "Turunkan, jika tidak aku tidak menjamin tombak ini akan berbelas kasihan."
Zhou Fan mengukir senyum samar, perlahan mulai menurunkan tudungnya.
Penjaga memandang dengan cermat, bahkan melototkan mata. Ketika tudung akan terbuka, Zhou Fan kembali menahan tangannya.
Penjaga sangat kesal, mengayunkan tombak menebas Zhou Fan. Namun seekor serigala muncul dari saku jubah dan langsung menerjang penjaga pria.
Crash...
Satu cakaran penjaga langsung tumbang.
Melihat satu rekan terjatuh, penjaga lain sontak mendekat. Bersamaan dengan itu Zhou Fan membuka tudung, memperlihatkan wajah yang sangat mirip dengan sketsa buron keluarga Chen.
Penjaga yang berkumpul membuka lebar mata kepala mereka. Memandang Zhou Fan dengan seksama. "Dia, dia adalah orangnya."
"Cepat sampaikan kepada tuan besar." Satu penjaga berseru, dan satu penjaga nelesat menuju kediaman keluarga Chen.
Zhou Fan hanya diam, bukannya tak bisa mengejar, hanya malas melakukannya. Lagi pula tujuannya adalah keluarga Chen, membiarkan mereka datang memang yang ia harapkan.
"Jangan lari, tuan besar serta leluhur sepuh akan secara datang. Di saat itu kau akan tiada." Penjaga pria menunjukkan senyum percaya diri, ia tak menyadari kekuatan Zhou Fan tidak lebih lemah dari pada leluhur yang mereka agung-agungkan.
"Untuk serigala itu, dia akan menjadi makanan yang nikmat. Membayangkan saja aku sudah tidak tahan." Belasan penjaga benar-benar tidak mengetahui kemampuan sendiri, mengira diamnya lawan adalah bentuk dari ketakutan.
Zhou Fan tersenyum dingin, "Aku ingin lihat apakah kalian pantas mengatakan itu." Tepat setelah berkata, Zuou Fan mengangkat tangannya.
Zhou Jim menerjang, dengan cakar yang tajam mengoyak pakaian lawan.
Srak...
Srak...
Hanya dalam satu gerakan pakaian mereka habis tak bersisa, menyisakan kain hitam tipis yang membalut tubuh bagian bawah mereka.
Belasan penjaga membelalakkan mata, tersirat sebuah perasaan dongkol yang tak bisa diukur lagi kapasitasnya. Namun belum sempat mereka membalas serangan Zhou Jim, serigala itu menerjang dan menghempaskan mereka.
Tubrukan kepala yang keras dan tepat mengenai perut membuat mereka tak bisa lagi bangkit.
Zhou Fan tersenyum mencibir, bukankah mereka berniat menangkap Zhou Jim dan memakannya. Namun baru serigala itu turun tangan, mereka semua sudah terkapar.
Semua yang ada di sekitar tak berani untuk mendekat, garangnya serigala membuat mereka mengambil jarak.
"Bajingan, setelah melukai putraku sekarang kau mengacau di wilayah keluarga Chen. Aku tak akan melepaskanmu!"
Suara yang menggelegar membuat Zhou Fan menengadahkan kepala, dapat dilihat seorang pria tua berpakaian putih melesat dengan dua pria yang lebih muda.
"Bajingan, aku akan membalas perbuatanmu!" Chen Yang masih mengingat jelas saat di mana ia takhluk di tangan pria muda ini. Kekalahan itu sangat memalukan, dan ia bertekad membalasnya.
Mendengar perkataan Zhou Fan, Chen Yang sangat murka, bahkan mulutnya terasa berbusa karena saking kesalnya.
Chen Long Tao memperhatikan Zhou Fan dengan seksama, seolah ada yang aneh dari pria muda di hadapannya. Aura tubuhnya sangat kuat, tapi ia hanya bisa melihat kultivasi nya berada di tingkat petarung suci bintang satu.
Namun yang pasti kekuatan pria muda ini tidak lebih lemah dari Chen Yang--putranya, karena jelas dalam pertarungan sebelumnya Chen Yang yang juga bersama dengan Kasim Jun kalah darinya.
"Yang'er, biarkan ayah yang menghadapinya. Selain kondisimu yang baru saja pulih, aku ingin merasakan seberapa besar kekuatannya sampai dapat membuatmu serta Kasim Jun tak berdaya." Chen Long Tao mengeluarkan pedang, dalam waktu singkat pedang itu telah terselimuti dengan kilatan petir berwarna putih.
Zhou Fan juga mengeluarkan pedang, api pun berkobar dari ujung pedangnya.
Mata Chen Long Tao terkejut. "Ternyata kau mampu melakukan pengendalian alam, pantas saja Yang'er tak mampu melawanmu. Namun aku juga bisa melakukannya."
Zhou Fan hanya bersikap acuh tak acuh. Kekuatan Chen Long Tao ini memang kuat, tapi kekuatannya juga tidak lemah.
"Sayang sekali kau telah menyinggung keluarga Chen. Jika tidak kau akan menjadi seorang yang hebat." Chen Long Tao menggelengkan kepala, seolah ia sangat yakin daotat mengalahkan Zhou Fan.
"Pria tua, tak perlu banyak bicara. Bukankah kau mencariku, sekarang aku telah berdiri di hadapanmu. Apakah kau hanya akan beradu kata seperti seorang wanita?" Zhou Fan mengayunkan pedangnya, mulai muak menghadapi ocehan leluhur keluarga Chen.
Chen Long Tao tersenyum sinis. "Terlalu muda, kau masih terlalu muda. Hari ini adalah hari kematianmu."
Pria tua itu melesat maju menyerang Zhou Fan. Melihat hal ini sontak Zhou Fan mengeluarkan jurus penebas awan.
Blar!
Namun dengan mengeluarkan jurus pedang andalannya Chen Long Tao mampu menahan jurus Zhou Fan.
Namun pertarungan keduanya tidak sampai di sana, tepat setelah itu mereka saling menyerang dengan teknik pedang yang sangat luar biasa. Beberapa serangan, nampak keadaan masih berimbang. Tapi memasuki gerakan ke dua puluh mulai terasa perbedaan kualitas teknik yang sangat mencolok.
Chen Long Tao mundur menarik tubuhnya menghindar. Wajahnya nampak tak percaya karena seorang pria muda mengimbangi serangannya. Sekarang ia ragu jika Zhou Fan hanya seorang petarung suci bintang dua, bisa saja bintang tiga atau bahkan empat, sama dengannya.
"Pria tua, apakah kau menyesal?" Zhou Fan yang melihat Chen Long Tao hanya diam dapat menebak apa yang pria tua itu pikirkan.
Namun Chen Long Tao enggan untuk mengaku dan kembali menyerang dengan teknik yang berbeda.
"Bajingan, aku akan membunuhmu dengan kedua tanganku!" Chen Long Tao belum pernah dipermalukan seperti ini, Zuou Fan adalah yang pertama.
Zhou Fan yang menghadapi serangan teknik pedang milik Chen Long Tao merasakan perbedaan yang sangat nyata. "Inilah saatnya mengeluarkan teknik dewa pedang," batinnya pelan, sambil mulai menggerakan pedang berputar.
Dentingan terus terdengar dan sayatan satu persatu mulai terpampang nyata di tubuh Chen Long Tao. Berbeda dengan Zhou Fan yang masih baik baik saja.
"Sial, mengapa aku tak bisa mengalahkannya?!" gumam Chen Long Tao dengan geram. Ia adalah salah satu orang terkuat di kota, tapi menghadapi seorang pria muda ia tak mampu bahkan harus terdesak hingga seperti ini.
"Ayah, aku akan membantumu!" Chen Yang dapat melihat jika sang ayah kewalahan menghadapi Zhou Fan. Ia serta Kasim Jun melesat dan berdiri di samping Chen Long Tao.
"Dia sangat kuat, tekniknya juga hebat. Untuk menghadapinya nampaknya memang membutuhkan bantuan kalian." Chen Long Tao tak peduli lagi dengan reputasi, sekarang yang terpenting adalah menghabisi nyawa Zhou Fan dan menyelesaikan rasa kesalnya.
Zhou Fan yang melihat ketiga pria tua bergabung masih bisa begitu tenang. Ia mengayunkan pedang ke atas dan menciptakan sebuah formasi yang mengurung mereka berempat. "Kalian maju bersama, itu sama sekali bukan masalah!"