Legenda Petarung (2)

Legenda Petarung (2)
Chapter... 65 : Masalah Sekte Hati Surgawi


"Maaf, tidak semua orang bisa memasuki kawasan Sekte Hati Surgawi." Seorang penjaga menghentikan rombongan Zhou Fan ketika akan memasuki Kota Xinyan.


Shao Mingrui mengeluarkan sebuah token, itu adalah tanda pengenal yang merupakan identitas murid Sekte Hati Surgawi.


Penjaga sontak mendekatkan wajahnya, menelisik token di tangan sosok berjubah hitam di depannya. "Tanda pengenal itu tidak dapat membuktikan kau adalah bagian dari Sekte Hati Surgawi, bisa saja kalian adalah bandit yang merampas salah satu token milik anggota kami."


Shao Mingrui berdecak kesal, pasalnya dia tidak bisa membuktikan jika itu memang miliknya, milik ibunya.


Bersamaan dengan itu, seorang wanita tua berjalan melintasi mereka. "Bibi Ni?!" Shao Mingrui memanggil wanita tua itu.


Wanita tua yang terlihat berumur enam puluhan tahun itu menghentikan kakinya, dia perlahan berbalik dan berjalan menuju penjaga serta tiga sosok berjubah hitam.


"Siapa yang memanggilku?" Wanita tua yang bernama Ni Quero itu memandang keempat orang di hadapannya.


Penjaga yang melihat kedatangan Ni Quero dengan segara membungkuk. "Salam Tetua Ni," Ni Quero mengangguk membalas salam penjaga.


"Siapa yang memanggilku?" tanya sekali lagi dengan nada tak sabar.


"Bibi Ni... Itu aku, Rui'er. Putra Song Yalin." Shao Mingrui membuka penutup wajah dan memperlihatkan senyum di wajahnya.


Ni Quero menatap tak percaya. "Kau Rui'er?! Sudah puluhan tahun kau tidak mengunjungi bibimu." Tanpa basa basi Ni Quero memeluk Shao Mingrui, bahkan tak mempedulikan keberadaan Zhou Fan serta dua orang lainnya.


"Ayo ayo, kita masuk. Kenapa kalian malah berdiam di perbatasan?" Ni Quero menarik Shao Mingrui masuk, Zhou Fan serta Shin pun mengikuti dari belakang.


Wajah penjaga bisa lega karena tiga sosok berjubah tidak mempermasalahkan sikapnya yang mencoba menahan mereka, bahkan meragukan tanda pengenal yang diberikan.


Andai Ni Quero mendengar masalah ini, pasti dia akan mendapatkan suatu yang buruk.


"Rui'er, ibumu..."


"Ibu telah tiada, itu sudah lama." Shao Mingrui tersenyum kecut, dia pun meraih gelas di hadapannya.


"Yah, dia telah memilih takdirnya, masuk ke dalam keluarga kekaisaran dan menghadapi begitu banyak perselisihan. Kau tak perlu bersedih, mungkin dia masih dapat melihatmu dari tempatnya, melihat hidup putra semata wayangnya." Ni Quero merupakan saudara seperguruan Song Yalin, ibu Shao Mingrui.


Hubungan mereka sangat dekat, tapi sejak Song Yalin masuk ke dalam istana, keduanya sangat jarang bertemu, sampai kabar kematian Song Yalin membuat Ni Quero begitu sedih.


"Emn, siapa dua orang ini, sepertinya bukan sekedar orang biasa." Ni Quero menelisik kekuatan Shin, dia bisa melihat setidaknya itu tidak jauh berbeda dengannya, tapi ketika mencoba mencari tahu kekuatan Zhou Fan, dia hanya menemukan sebuah lubang yang sangat terjal.


"Ini Zhou Fan, dia adalah saudaraku. Ini Shin, pengawal kediaman jendral." Shao Mingrui mengarahkan tangannya ke masing masing yang disebutnya.


Zhou Fan serta Shin membuka tudung yang menutup wajah mereka, alangkah terkejutnya Ni Quero ketika melihat wajah Zhou Fan yang masih sangat muda.


"Senior Ni, junior ingin bertanya. Sebenarnya apa yang terjadi di Kota Xinyan, selama perjalanan menuju kediaman ini, junior merasa ada suatu yang membuat penduduk begitu khawatir. Seolah terjadi sebuah teror yang mengancam keselamatan mereka." Zhou Fan menyimpan tudungnya, bertanya dengan suara pelan.


Ni Quero menghela nafas. "Kau mempunyai mata yang tajam, pengamatanmu begitu tepat. Namun itu adalah masalah Kota Xinyan, sebaiknya kalian segera pergi meninggalkan kota ini."


Zhou Fan tidak lagi meneruskan, meski dia penasaran tentang apa yang menimpa Kota Xinyan.


Sebaliknya Shao Mingrui, dia terlihat mengerutkan kening, terlihat jelas rasa penasaran yang cukup besar di antara wajahnya.


"Bibi, memang aku akan segera pergi, tapi tidak bisakah kau memberitahu kami masalah yang terjadi, karena bisa saja itu akan berdampak bagi perjalanan kami." Shao Mingrui kemudian menjelaskan tentang rencananya, dia sepenuhnya yakin karena telah mengenal siapa Ni Quero sebenarnya.


"Jadi kau hendak mengumpulkan dukungan, berniat ikut memperebutkan kekuasaan dengan kedua pangeran. Itu akan sangat berbahaya, kekuasaan merubah orang menjadi iblis, karena kekuasaan persaudaraan dilupakan. Tidak ada yang baik mengenai takhta kekaisaran, kenapa tidak menyerah saja dan hidup dengan tenang?"


Sekilas ekspresi wajah Ni Quero terlihat suram, dia begitu tidak suka dengan suatu yang berhubungan dengan kekaisaran, hal itu juga yang membuatnya tinggal di Sekte Hati Surgawi, padahal jika dia keluar, dia bisa menjadi salah seorang yang memiliki nama besar.


Namun bagi wanita tua itu, hidup hanya sekali, tidak perlu menghabiskan waktu untuk suatu seperti itu, gunakan sebaik baiknya, dan melakukan apa yang dia inginkan.


"Bibi Ni, jika aku bisa memilih, maka hidup sebagai orang biasa adalah pilihanku, tapi takdir telah menentukan, aku tidak bisa melepas takdir ini begitu saja, karena di tanganku ada begitu banyak harapan setiap penduduk kekaisaran." Shao Mingrui berkata dengan yakin, sepertinya kebimbangan yang sempat dia rasakan dalam satu tahun terakhir telah menjadi sebuah tekad yang tidak tergoyahkan.


"Karena seperti itu, aku tidak bisa lagi memaksa, semua orang mempunyai hak untuk memilih, dan itu yang kau pilih." Ni Quero menghela nafas kecewa, bagaimana pun dia mengharapkan putra saudarinya bisa hidup tenang dan damai, tapi apa mau dikata jika keputusan telah diambil.


"Senior Ni, sepertinya masalah yang engkau maksud akan kembali datang." Zhou Fan melihat Zhou Jim datang sembari menenteng sebuah mayat beast tingkat lima.


Mata Ni Quero terbelalak ketika melihat serigala merah itu membawa mayat beast. Dia spontan berlari keluar dan menuju ke salah satu penjuru.


Zhou Jim meletakkan mayat beast di samping tempat duduk Zhou Fan, yang langsung dimasukkan cincin penyimpanan olehnya.


"Tepat seperti yang aku pikirkan, Kota ini berada dalam sebuah ancaman, serigalaku telah melakukan penyisiran, dan ia berhasil menangkap seekor beast babi hutan tingkat lima." Zhou Fan melirik ke dua rekannya.


"Apa yang harus kita lakukan, aku yakin beast yang menyerang tidak hanya tingkat lima enam, karena tidak mungkin hanya itu jika sampai membuat Sekte Hati Surgawi kewalahan." Shao Mingrui tidak berpikir akan mengambil peran, pada dasarnya, kekuatan beast beast itu lebih tinggi darinya.


Namun itu berbeda dengan apa yang ada dalam kepala Zhou Fan, malah ini menjadi kesempatan langka, siapa tahu akan ada beast tingkat delapan berelemen es yang muncul. Sangat disayangkan jika hal itu dilewatkan.


"Karena kita sudah berada di sini, kenapa tidak membantu Sekte Hati Surgawi, ini akan menjadi dukungan pertama setelah meninggalkan Kota Bei Xian." Zhou Fan hanya memikirkan apakah ada beast tingkat kedelapan berelemen es, meski apa yang dikatakan sebelumnya tidak sepenuhnya salah.


Shao Mingrui berpikir sejenak, dia pun mengangguk menyetujui usulan Zhou Fan.


Zhou Fan tersenyum samar, dia kemudian melesat mengikuti kemana Ni Quero pergi.