Legenda Petarung (2)

Legenda Petarung (2)
Chapter... 158 : Evolusi


Auk... Auk...


Mata Zhou Fan langsung mengarah ke tempat Zhou Jim, serigala itu menyalak ke belakang.


Zhou Fan memutar tubuhnya dan tepat setelah itu muncul beberapa tali panjang dari dalam pasir. Tali itu bergerak, melilit mereka semua.


Saat kulit bersemtuhan dengan tali hitam tersebut, Zhou Fan baru sadar jika itu bukan sebuah tali, melainkan lidah. Karena terasa kenyal dan ada semacam bintik abu-abu samar di setiap permukaannya.


"Tuan, tolong!"


Pria tua kusir kereta berteriak kala lidah itu hendak melempar tubuhnya ke dalam pasir hisap. Bahkan mulut monster gurun pun telah terbuka dan menampakkan gigi yang tajam.


Zhou Fan mengeluarkan pedang, melakukan tebasan dan memutus lidah yang melilit tubuhnya. Dengan cepat ia membebaskan mereka semua, termasuk pria tua.


Namun lidah yang terputus tumbuh kembali, panjangnya pun sama.


Zhou Fan mengerutkan kening, sungguh baru pertama kali ia melihat makhluk semacam ini. Anehnya makhluk ini tidak seperti beast pada umumnya, tapi ia tak tahu apa perbedaannya.


Shut...


Lidah itu melesat dan mengincar kaki Zhou Fan, dengan cepat ia menebaskan pedang sekali lagi memotong lidah menjadi dua bagian. Namun lagi dan lagi lidah tumbuh, sementara yang lain hangus dan lenyap tak bersisa.


Serangan lidah terus berlangsung, tapi kali ini Zhou Fan serta yang lain hanya menghindar tanpa berusaha memotong.


Auk... Auk...


Mata Zhou Fan teralihkan mendengar Zhou Jim yang seolah kesakitan, matanya memburu melihat dua lidah mengikat tubuh Zhou Jim dari depan dan juga belakang.


Zhou Fan berusaha menyelamatkan Zhou Jim, tapi kecepatan monster gurun dalam menarik lidah sangat cepat. Zhou Jim terlempar ke mulut yang terbuka lebar dengan gigi tajam tersebut.


Mata Zhou Fan melebar, dia sangat marah. "Jim... !" Zhou Fan melompat, hendak menangkap tubuh Zhou Jim yang melayang.


Namun naas, dia terlambat satu kediapan mata dan Zhou Jim masuk ke dalam mulut monster gurun.


Hap!


Monster gurun menutup mulutnya, dia kemudian menghilang di balik permukaan pasir. Pasir hisap pun telah hilang, keadaan kembali seperti semula seolah tak ada apapun yang terjadi.


Zhou Fan bangun setelah melemparkan tubuhnya sendiri demi menangkap Zhou Jim. Namun, ia gagal melakukannya. Melihat kepergian monster gurun, air mukanya seketika berubah.


"Apapun yang masuk ke dalam mulut monster gurun tak akan kembali, bahkan jika itu adalah seorang petarung suci."


Mata Zhou Fan berkedut, sekilas matanya melirik pria tua tapi kemudian kembali memandang jejak permukaan pasir. Ia tak percaya jika Zhou Jim mati, serigala nya pasti dapat bertahan.


Pria tua nampak membenahi pakaian. "Tuan -- "


Belum sempat pria tua menyelesaikan perkataannya, Zhou Fan mengangkat tangan sambil mengeluarkan beberapa puluh lembar uang kertas. "Aku mengerti, kau dapat kembali dan anggap saja itu sebagai biaya kerusakan kereta kuda milikmu."


Pria tua termenung, tak menyangka penyewa kereta kuda miliknya ini sangat baik hati. Dia pun pergi, tapi sebelum itu membungkukkan tubuhnya berterima kasih kepada Zhou Fan.


Zhou Fan menghela nafas berat, tak memungkiri jika saat ini perasaannya sangat kacau. Zhou Jim adalah rekannya yang telah menamaninya beberapa tahun ini. Entah sudah berapa kali Zhou Jim membantunya dalam pertarungan, yang paling melekat dalam ingatan saat serigala itu membantunya lepas dari cengkeraman gurita air asin.


"Tuan muda?" Ciu San serta Zhi Long mendekat, mereka tak tahu apa yang mau dikatakan, jadi hanya diam dan duduk tak jauh dari tempat Zhou Fan.


Beberapa lama mereka masih di tempat yang sama, dalam kurun waktu tersebut Ciu San serta Zhi Long tak berbicara.


Zhou Fan memandang langit, nampak siang akan berganti malam. "Kita lanjutkan perjalanan," ucap Zhou Fan yang membuat Dua Kapak Kembar terkejut.


"Tuan muda, apakah kita akan pergi?" tanya Ciu San.


Sekali lagi Zhou Fan menarik nafas dalam-dalam. Sebenarnya ia ingin menunggu lebih lama, setidaknya memastikan keadaan Zhou Jim. Namun ia bahkan tak bisa mencari keberadaan monster gurun, seolah makhluk itu tak mempunyai hawa kehidupan.


Tak ada pilihan lain, jalan yang terjal pun harus diambil. Memang pilihan yang sulit, tapi jika ia terus berlarut maka penyesalannya akan lebih besar.


Zhou Fan menghentikan langkah kakinya, tangannya terentang siaga sambil memeriksa keadaan.


Setelah diam beberapa saat, Zhou Fan melompat. "Menghindar!"


Ciu San serta Zhi Long dengan cepat melompat. Sejurus kemudian permukaan pasir perlahan naik dan membentuk sebuah bukit.


Mata Zhou Fan begitu fokus, memandang ke puncak bukit yang terus bertambah tinggi.


Ketika keluar lidah yang sangat akrab, ekspresi Zhou Fan berubah kelam. Ia pun tanpa ragu mengeluarkan pedang dan bersiap menyerang. "Jim, aku akan balaskan dendammu!"


Zhou Fan belum mengeluarkan serangan, tapi lidah tak bergerak seperti sebelumnya. Bukit pasir tak bertambah tinggi, begitu angin berhembus kencang sosok makhluk yang kerap disebut sebagai monster gurun pun terpampang nyata di depan mata mereka.


Zhou Fan nampak sulit untuk percaya, wujud monster gurun tidak seperti dalam bayangannya. Wujud monster gurun ini seperti tanaman lobak dengan mulut bergerigi, jelas monster gurun bukan merupakan kelompok beast, melainkan tanaman herbal yang telah berevolusi. Juga kerap disebut tanaman spiritual.


Jika tidak salah dalam kitab emperor juga menjelaskan tentang beberapa hal yang bisa membuat tanaman herbal berevolusi. Selain usia tanaman herbal itu sendiri, gejala alam tertentu juga sangat menentukan.


Zhou Fan masih siaga, tapi nampak monster gurun ini tak bergerak sama sekali. Tentu saja ini membuatnya heran.


"Tuan muda, lihat!" Ciu San menunjuk ke lambung monster gurun, nampak ada yang berusaha menembus dari dalam.


Zhou Fan pun mengeratkan pedang, bersiap menyambut serangan.


Semakin lama benjolan semakin besar nampak sesuatu dari dalam akan keluar.


Zhou Fan mulai menghitung, bersiap melakukan serangan. Begitupun dengan Ciu San serta Zhi Long yang sudah memegang kapak begitu erat.


3...


2...


1...


Crash...


Awooo!


Lolongan itu sontak membuat Zhou Fan menurunkan tangan, matanya berkedip melihat Zhou Jim keluar dari perut tanaman spiritual berukuran raksasa ini.


Seutas senyum bahagia terukir indah dalam wajahnya. Tak bisa dipercaya, Zhou Jim yang ia pikir akan pergi meninggalkannya ternyata kembali. Memang langit telah menggariskan takdir untuk dia bersamanya.


Namun ada yang berbeda, nampak tanda di kening Zhou Jim yang berbentuk bulan sabit bersinar kuning keperakan, sangat jelas.


Zhou Fan mendekat, tapi tubuh Zhou Jim bersinar dan perlahan membentuk sebuah bola.


Zhou Jim terkurung di dalam bola cahaya, tapi Zhou Fan hanya diam karena mengingat kejadian ini sama persis saat sebelum Zhou Jim naik tingkat.


"Dia akan naik tingkat, kita tunggu dan biarkan dia menerobos tingkatannya." Zhou Fan mundur, kembali ke tempat Ciu San serta Zhi Long.


Waktu berlalu dan bulan bersinar semakin terang.


Zhou Fan menyalakan api, membuat malam yang dingin menjadi lebih hangat.


"Tuan muda, sampai kapan ia akan terkurung dalam bola itu?"


Zhou Fan menoleh kepada Zhi Long, "Aku tak tahu, tapi seingatku itu tak akan lama."


Bersamaan dengan itu bola cahaya meredup dan seketika menghilang. Zhou Jim meringkuk, dengan kakinya perlahan berdiri.


Zhou Fan tak bisa mengalihkan perhatiannya dari Zhou Jim, begitu pun dengan Ciu San dan juga Zhi Long. Memperhatikan sosok Zhou Jim yang sangat berbeda.