
Dua Kapak Kembar bergerak bersama, di tangan keduanya telah bersiap sebuah kapak yang menjadi teman bertarung mereka. Namun sampai sekarang mereka belum bersimpangan dengan bajak siluman, markas yang mereka lalui nampak lengang.
"Di mana temanmu, mengapa begitu sepi?" Ciu San bertanya kepada pria paruh baya yang dipaksa mengikuti Dua Kapak Kembar.
Pria paruh baya mengedarkan pandangan, lalu mengangkat kedua bahunya. "Seharusnya mereka akan melalui tempat ini, karena ini adalah jalur penjagaan."
Tak tak tak...
Ciu San langsung menghentikan langkahnya, menarik tubuh pria paruh baya agar bersembunyi.
Zhi Long memeriksa keadaan dengan pendengarannya, ia begitu serius dan telinga terus bergerak seolah berusaha menangkap beberapa gelombang suara.
"Lima belas orang," ucap Zhi Long kepada Ciu San.
Dan tepat seperti perkataan Zhi Long, lima belas orang muncul dari balik salah satu bangunan.
Ciu San melirik Zhi Long, mendapati tanda bahwa tak ada kelompok lain di sekitar ia pun langsung maju menerjang.
Crash!
Satu serangan satu orang meninggal, empat belas orang lainnya langsung menghindar.
Ciu San memutar kapak di tangannya, memandang dengan senyuman mematikan.
Empat belas orang itu memandang satu teman yang telah tergeletak tak bernyawa. Mata mereka memerah, penuh kemarahan. "Bajingan siapa kau!"
Crash...
Belum sempat mendapat jawaban, pria yang berteriak langsung terhempas tanpa kepala.
"Banyak omong!" Zhi Long muncul dengan kapak yang sudah terselimuti darah segar, dia berdiri di samping sang kakak.
Tersisa tiga belas orang dan mereka telah bersiap dengan pedang di tangan. Mata mereka memandang Dua Kapak Kembar, tapi langsung teralihkan oleh keberadaan pria paruh baya.
"Kau berpakaian seperti kami, tapi kau berada di pihak mereka. Kau pengkhianat!"
Mendengar cercaan itu pria paruh baya tak bisa berkata. Di saat seperti ini ia harus segera memilih, atau akan menyesal saat semua telah terlambat.
"Semua orang mempunyai pilihan, dan ini adalah pilihanku." Pria paruh baya menggerakkan pedangnya, bersiap menghadapi bajak siluman.
Ketiga belas orang langsung menatap sinis, kemarahan nampak jelas terpancar dan itu ditujukan kepada pria paruh baya.
"Pengkhianat, tak pantas diampuni!" Mereka menyerang, tapi sebelum menghantam pria paruh baya Ciu San serta Zhi Long maju menghadapi mereka.
"Jangan banyak bicara, atau kau akan mati." Ciu San menyerang, mengayunkan kapak sambil tertawa.
Ketiga belas bajak siluman langsung membuat barisan, mengeluarkan teknik pertahanan. Namun serangan Ciu San bukan suatu yang dapat ditahan oleh orang biasa, begitu kapak menghantam mereka langsung terlempar.
Zhi Long memburu, kapak di tangannya seolah menari-nari mengincar lawan. Dengan hanya mereka berdua, ketiga belas bajak siluman dapat dikalahkan. Dua Kapak Kembar bahkan tak terluka, pakaian mereka masih sempurna.
"Kita lanjutkan penyisiran," ucap Ciu San sambil menyimpan kapak miliknya. Benar-benar tenang, seolah tak ada pertarungan yang baru ia lakukan.
Pria paruh baya meneguk ludahnya, memandang pria kembar yang berjalan di depannya.
Sebenarnya siapa kelompok ini, mengapa begitu kuat? Pertanyaan itu sontak berputar dalam kepala pria paruh baya.
Dia tak pernah mendengar ataupun mengetahui sosok seperti Zhou Fan serta Dua Kapak Kembar. Memang di Kota Dianlan cukup banyak petarung hebat, tapi kebanyakan mereka adalah pria tua yang tak terlalu tertarik dengan urusan bandit seperti bajak siluman.
Bahkan telah belasan tahun bajak siluman berjalan, tapi baru kali ini berhadapan dengan masalah.
"Apa yang kau lakukan, cepat jalan!"
"Dari sini kita mungkin akan bertemu dengan dua tuan sebelumnya, karena jalur ini saling terhubung dan berakhir pada satu jalan." Pria paruh baya menjelaskan tentang jalan yang tengah mereka lalui.
Ciu San mengelus dagunya, dia terus berjalan dengan kapak bersiap di punggungnya.
Zhi Long tak berhenti menangkap suara, terus memeriksa kondisi sekitar.
"Tunggu, ada dua orang mendekat. Tidak, empat orang!" seru Zhi Long yang langsung membuat Ciu San menghentikan langkah kakinya.
"Dari arah mana?" tanya Ciu San sambil meraih kapak di punggungnya.
"Dari sana," ucap Zhi Long sambil menunjuk ke arah depan. Seketika mereka bersiaga, mencari tempat untuk mengintai.
Suara tapak kaki semakin jelas, dan Ciu San telah menggenggam erat kapak miliknya.
Zhi Long telah memberi aba-aba, bersiap menyerang.
Satu...
Dua...
Ti --
Belum sempat jari ketiga menunjuk ke atas, wajah mereka membeku melihat siapa yang datang. "Tu-tuan muda!"
Zhou Fan hampir melempar serangannya, tapi beruntung dengan cepat mengenali mereka--Ciu San dan juga Zhi Long.
"Kenapa kalian berada di sini?" Zhou Fan memandang dengan heran, bukankah ia mengutus mereka untuk menelusuri jalur lain, mengapa bisa sampai bertemu dengannya.
"Tuan muda, kedua jalur nampaknya saling terhubung. Kami mengikuti jalur itu sampai bertemu dengan tuan muda di sini."
Mendengar perkataan Ciu San, Zhou Fan mengangguk-anggukkan kepala. Sekarang dia paham mengapa bisa bertemu dengan dua saudara kembar ini.
Zhi Long masih tidak percaya, ia sudah menebak bahwa yang datang ada sekitar empat orang. Ternyata dua pasang kaki yang melangkah adalah milik Zhou Jim, pantas saja ada empat pasang kaki.
Wosh...
Wosh...
Sebuah bayangan melesat dengan cepat, mengalihkan perhatian Zhou Fan serta lima orang lainnya.
Bersamaan dengan itu muncul puluhan orang berpakaian seperti kelompok sebelum. Sekali lihat Zhou Fan sudah tahu jika mereka adalah kelompok bajak siluman.
"Datang ke markas bajak siluman, kalian mencari kematian!" Tanpa basa-basi meteka menyerang. Pasukan yang berjumlah kurang lebih delapan puluh orang itu menyerang Zhou Fan yang hanya dengan lima orang, ditambah dengan seekor beast serigala.
Namun kuantitas tak akan berarti banyak tanpa adanya kualitas, mereka mungkin berpuluh-puluh orang, tapi kultivasi mereka hanya pada tingkat petarung kaisar. Ada juga yang petarung senior, tapi hanya beberapa orang dan itu tingkat petarung senior bintang tiga.
Zhou Jim melesat, menerkam dengan cakarnya. Teriakan terdengar, darah menyembur keluar. Zhou Fan dengan tangan kosong, memukul lawan hingga tumbang.
Pria paruh baya sedikit kewalahan, karena kekuatannya dengan mantan rekannya setara. Namun karena bantuan Ciu San serta Zhi Long dia dapat bertahan.
Perlahan tapi pasti pasukan yang berjumlah delapan puluh orang terkuras sampai hanya tersisa setengahnya saja. Zhou Fan tidak membiarkan satupun lawan melarikan diri, terus menghantam wajah atau tubuh mereka.
Ciu San menggila, dia terlalu menikmati pertarungan hingga kapak di tangannya tak nampak lagi wujud aslinya. Semuanya merah, penuh dengan darah.
Markas bajak siluman telah menjadi medan pertempuran, mungkin lebih tepat dikatakan pembantaian karena perbedaan kekuatan begitu besar.
"Mundur-mundur, kita harus laporkan masalah ini kepada ketua. Kita tidak mampu menghadapi mereka."
Zhou Fan tersenyum, terus meninju lawan yang mencoba kabur. "Kau tak perlu memanggil, aku akan datang menemuinya!"