
Malam hari di penginapan, Zhou Fan yang tengah duduk bersila merasakan suatu pergerakan. Dia sontak menarik dirinya untuk bersembunyi dan tak lama muncul seseorang dari jendela.
Zhou Fan mengedarkan indra spiritual, nampaknya hanya satu orang. Dia pun keluar dan langsung menyerang.
Plak!
Lesatan tangan ditepis, tapi Zhou Fan tak kehilangan akal, memutar tubuh dan membuat posisinya berada di belakang. "Berani masuk ke dalam ruangan orang secara sembarangan, aku ingin lihat siapa kau."
Tangan bergerak menarik penutup kepala, ketika rambut panjang nan hitam tergerai Zhou Fan langsung melompat ke belakang. Kening mengerut, memandang wanita yang siang tadi ia temui--Chu Qingyin.
"Apa tujuanmu?" Zhou Fan langsung ke intinya, tak mau banyak bicara.
Chu Qingyin tak langsung menjawab pertanyaan Zhou Fan, berdiri tagak sambil mengikat rambutnya. "Masih sama seperti sebelumnya, apa hubunganmu dengan Ketua Huo?"
"Itu tidak ada hubungannya denganmu, jika kau ingin tahu mengapa tidak datang kepada Ketua Huo?" Zhou Fan masih tak tahu tujuan wanita ini datang menanyakan hubungannya dengan Ketua Huo, tapi ia harus waspada dengannya karena menurut kabat Chu Qingyin merupakan wanita yang ambisius.
Chu Qingyin mengerutkan kening mendengar jawaban Zhou Fan. Pria ini adalah yang pertama, selama ini tak ada yang berani bersikap demikian kepadanya.
"Jika tidak ada hal lain, silakan keluar." Zhou Fan membuka jendela lebih lebar, mempersilakan Chu Qingyin untuk pergi. Ia tidak akan membukakan pintu karena dari mana tamu datang, dari situ tamu pergi.
Namun, Chu Qingyin yang belum mendapatkan jawaban dari pertanyaannya tak mau pergi begitu saja. Dia mengeluarkan pedang, mulai mengancam. "Katakan kepadaku, jangan membuatku bertindak berlebihan."
Zhou Fan tersenyum sinis, ia sudah cukup ramah dengan berniat mengantar kepergiannya. Namun, Chu Qingyin malah menodongkan pedang. Bukankah ini berarti air susu dibalas dengan air tuba?
Sikap diam Zhou Fan membuat Chu Qingyin merasa kesal, tanpa panjang lebar ia melesat menyerang.
Zhou Fan tanpa menggunakan senjata menahan serangan Chu Qingyin. Dalam ruangan yang tidak terlalu luas mereka bertukar serangan. Kekuatan Chu Qingyin memang tinggi, tapi masih terlalu dini untuk berhadapan dengan Zhou Fan.
Tangan Zhou Fan menahan pergelangan tangan Chu Qingyin, mendorong sampai wanita itu tak bisa bergerak. "Jika aku ingin, aku bisa membunuhmu."
Tubuh Chu Qingyin gemetar mendengar kata Zhou Fan, tidak mengira jika kekuatannya masih terlalu lemah dibandingkan dengan pria ini.
"Lepaskan!" Chu Qingyin memberontak, berusaha lepas dari tangan Zhou Fan. Namun cengkeraman tangan terlalu kuat, tak bisa lepas dengan mudah.
"Kau datang dengan niat buruk, seharusnya sudah tahu akibat dari rencanamu."
Chu Qingyin merapatkan gigi, mengepalkan tangan dengan kesal. "Biarkan aku pergi, jangan berpikir untuk melakukan suatu yang buruk terhadapku!"
Zhou Fan melepaskan Chu Qingyin, berdiri sambil menepuk pakaian beberapa kali. "Pergilah, jangan kembali atau kau akan menyesalinya."
Chu Qingyin termenung, tak juga pergi. Apakah kecantikannya begitu rendah di mata pria ini, dia termasuk wanita tercantik di Kota Huang, tapi pria ini bahkan tak memandangnya. Entah itu hal baik atau buruk.
Setelah diam beberapa lama, Chu Qingyin pergi lewat jendela. Dia tidak akan membiarkan Zhou Fan berubah pikiran dan berniat melakukan suatu yang buruk terhadapnya. Mungkin lain kali ia harus berpikir sebelum datang ke ruangan pria, terlebih tanpa mengetahui kekuatannya.
Zhou Fan melihat kepergian Chu Qingyin langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Ia menangkup wajah sembari mengusapnya dengan kasar. Beberapa saat kemudian bangun dan kembali duduk bersila.
Malam berlalu digantikan pagi, Zhou Fan keluar penginapan tak sengaja bersimpangan dengan Chu Tian--tuan muda Klan Chu. Zhou Fan yang berusaha tak mencari masalah cukup sial karena Chu Tian mengenalinya. "Tunggu, aku sepertinya pernah melihatmu."
Chu Tian melompat menjauh, "Tak salah lagi, itu kau!" Tuan muda Klan Chu mengangkat telunjuknya menuding laksana Zhou Fan adalah pencuri.
"Sekarang kau datang ke Kota Huang, wilayah Klan Chu. Aku tak akan melepaskanmu." Dengan ekspresi sombong Chu Tian mengangkat wajahnya.
Zhou Fan menggelengkan kepala, pergi begitu saja. Namun Chu Tian mengeluarkan pedang, menyerang tanpa panjang lebar.
Mata Zhou Fan berpendar, menarik tubuh ke depan. Dengan posisi condong mengangkat kaki, menendang tangan Chu Tian.
Plak!
Pedang sempat terlepas, tapi dengan cepat kembali ditangkap. Chu Tian mendengus, menerjang mengeluarkan teknik bertarung.
Zhou Fan menghindar, pedang melintas kepala menunduk. Tak satupun serangan mengenai tubuhnya, kecepatan serangan terlalu lambat.
Beberapa penduduk yang melintas mulai berhenti dan menyaksikan. Begitu melihat salah satu satu dari mereka adalah tuan muda Klan Chu, ekspresi wajah seketika berubah.
"Ini adalah wilayah Klan Chu, siapa yang berani menantang tuan muda Klan Chu?"
Tak satupun dari mereka mengetahui identitas Zhou Fan, tapi dari kekuatan nampak jelas jika lebih unggul dibandingkan Chu Tian.
Beberapa serangan berlalu Chu Tian mulai ngos-ngosan, keringat mengalir deras membasahi tubuhnya. Perbedaan antara petarung suci bintang enam dengan petarung senior bintang sembilan terlalu jauh.
"Kembalilah, bahkan puluhan tahun lagi kau tak akan mampu mengalahkan ku." Zhou Fan mendorong tangan, mendaratkan tapak tepat mengenai perut.
Chu Tian melotot, begitu tapak menghujam tubuhnya terlempar. Serangan sangat kuat, membuat tubuh tak lagi sanggup untuk bangkit.
Zhou Fan berjalan menjauh, punggungnya masih terbayang jelas dalam pandangan Chu Tian sebelum tuan muda Klan Chu itu tak sadarkan diri.
Beberapa penduduk berkerumun, memeriksa keadaan Chu Tian. Menyadari hanya pingsan biasa, beberapa dari mereka melaporkan masalah ini kepada Klan Chu.
Tak berselang lama dua pria tua datang, mereka merupakan tetua Klan Chu. "Siapa yang telah melukai tuan muda?"
Dari mereka semua tak ada yang bicara, bukan tak mau mengatakannya, hanya saja mereka tak mengetahui siapa pelaku itu.
Tetua Klan Chu memapah Chu Tian, kembali bertanya karena belum mendapatkan jawaban. "Siapa pelakunya?!"
Seorang pria paruh baya mengangkat tangan, "Dia adalah pria muda berusia dua puluhan tahun, mengenakan pakaian hitam. Wajahnya tampan dengan rambut hitam."
Dua tetua sontak menelisik satu persatu orang yang berkumpul. Namun, tak mendapatkan sosok sesuai dengan ciri-ciri yang disebutkan pria paruh baya.
Mereka pun pergi membawa Chu Tian kembali, sementara Zhou Fan memandang dari kejauhan.
Dua tetua Klan Chu berada di tingkat petarung suci bintang tiga. Namun, untuk melawan dirinya masih terlalu kurang.
Zhou Fan menuju ke gedung alkemis, ia sudah membuat janji dengan Ketua Huo. Ini semua salah Chu Tian, karenanya ia harus terburu-buru ke sana dan terlambat untuk datang.