
"Kau datang kemari memiliki tujuan bukan?"
Zhou Fan menyipitkan mata ketika pertanyaan itu tiba-tiba terlontar dari mulut ketua bajak siluman. Memang ia memiliki tujuan, yakni menyelamatkan Miao Ling yang telah menjadi tawanan. Namun ia hanya diam, tak memberikan jawaban.
Ketua bajak siluman tersenyum karena tak mendapati jawaban. Ia kembali berkata, begitu tenang seolah tanpa beban. "Apa tujuanmu, menyelamatkan teman, saudara atau yang lainnya?"
Zhou Fan masih diam di tempatnya, hal ini memancing senyum di wajah ketua bajak siluman. "Begini saja, kita akhir masalah di antara kita. Kau dapat membawa kembali siapa yang kau inginkan, tetapi jika memang ia masih berada di sini."
Kening Zhou Fan mengerut, "Apa yang kau maksud jika memang masih di sini?"
Hem...
"Kau seharusnya tahu, bahwa kami--bajak siluman tidak hanya menangkap orang, tapi juga menjualnya sebagai budak. Jika teman, saudara atau siapapun itu yang kau cari masih berada di sini, maka kau dapat membawanya pergi."
Mendengar perkataan ketua bajak siluman, Zhou Fan semakin terheran. "Aku telah membunuh banyak sekali anggotamu, tapi kau malah malah mengajukan tawaran damai kepadaku. Bahkan orang bodoh pun akan ragu dengan ucapanmu."
Pria berjubah hitam itu kembali tersenyum, kemudian berkata. "Mereka yang terbunuh berarti mereka terlalu lemah, tak pantas menjadi anggota bajak siluman."
"Bagaimana jika aku menginginkan kehancuran kalian?"
Mendengar perkataan Zhou Fan, ketua bajak siluman melirik kesembilan orang lainnya, kemudian tertawa. "Dengan hanya kau, itu tidak mungkin!"
Senyum terukir samar di wajah Zhou Fan, "Tidak mungkin? Kau terlalu memandang tinggi dirimu!"
Whut...
Blar!
Siluet naga menghantam tempat kesepuluh orang berdiri, menghancurkan lantai ruangan hingga berlubang. Beruntung mereka dengan cepat menghindar, atau luka teramat dalam bersarang di tubuh mereka.
Zhou Fan memutar tombaknya dengan kedua tangan, sementara kesepuluh orang menyiapkan senjata untuk bertarung.
"Dasar tidak tahu diri, ketua telah memberiku pilihan yang gampang tapi kau malah mengabaikannya. Hanya kematian yang pantas kau dapatkan!" Pria tua si ahli racun melempar jarum di tangannya, melesat menghujam tubuh.
Namun sebelum jarum menusuk tubuhnya, Zhou Fan menghantam kaki melompat ke belakang. Tombak digerakkan, mengendalikan udara membalikkan serangan.
Jarum berputar, melesat ke tempat pria tua.
Slap!
Slep!
Gerak jarum begitu cepat, pria tua tak sempat menghindar. Ia harus rela di tubuhnya manancap jarum beracun miliknya sendiri. Sungguh sial!
Kesembilan orang lainnya termasuk ketua bajak siluman melebarkan mata terkejut. Tidak mengira kekuatan pria muda di hadapan mereka tidaklah lemah.
Cres...
Jarum dicabut dengan kuat, wajah pria tua itu sedikit pucat karena racun mulai bekerja. Namun ia yang membuat racun, tentu saja memiliki penawarnya.
Beberapa saat setelah meneguk penawar, wajah pria tua itu kembali seperti semula. Matanya menyorot ke depan, memandang Zhou Fan penuh dengan dendam.
Zhou Fan melirik Zhou Jim, serigala itu melolong panjang dan menerjang memburu lawan.
Awoo...
Kesepuluh orang langsung berpencar, menghindari beast serigala yang ternyata adalah beast tingkat tujuh. Mereka benar-benar tak menyadari jika serigala merah ini adalah seekor beast tingkat tinggi.
Zhou Fan menghentakkan tombak, mengeluarkan teknik tombak angin.
Pusaran angin tercipta, perlahan semakin besar.
Akan tetapi mereka terlambat, pusaran angin telah tercipta, membentuk sebuah penjara. Siapapun yang telah terperangkap akan sangat sulit untuk keluar.
Angin berputar semakin kencang, pakaian kesepuluh orang perlahan tercabik oleh kecepatan angin yang seperti ribuan belati.
"Ketua, kita harus keluar. Dia bukan petarung biasa, kekuatannya berada di atas kita." Pria tua sudah tahu sejak Zhou Fan dapat membalikkan serangannya, sekarang ia semakin yakin ketika melihat begitu dahsyatnya teknik tombak angin.
Namun pria berjubah hitam itu tak mau mendengar, tetap bersikukuh pada pendirian. "Dia hanya sendiri, apa yang kita takutkan?" Perlahan tubuhnya terselimuti oleh tenaga dalam, meski tidak bisa melindungi tubuh sepenuhnya, setidaknya dapat menahan goresan angin yang sudah seperti pisau.
Zhou Fan menggerakkan tombaknya, sebuah siluet naga tercipta dan menerjang pria berjubah hitam.
Ketua bajak siluman tidak hanya diam, mencoba menangkis serangan dengan pedang di tangannya.
Namun ketika mulut naga bersentuhan dengan teknik pedang milik ketua bajak siluman, pedang terlempar.
Wajah ketua bajak siluman membeku terkejut, begitupun dengan kesembilan orang lainnya. Perbedaan kekuatan di antara mereka terlalu besar, tidak cukup dengan hanya memanfaatkan jumlah yang lebih banyak.
Zhou Fan kembali mengayunkan tombaknya, dengan serangan yang kuat mereka semua terlempar.
Tombak berhenti, mata hitam itu memandang tajam kesepuluh orang.
Hanya beberapa saat dia berdiam, sejurus kemudian melesat dengan Zhou Jim di sampingnya. Keduanya memburu dengan cepat, serigala itu sudah menunjukkan gigi taringnya yang tajam.
Hugk... Hugh...
Ketua bajak siluman bangkit setelah terlempar puluhan langkah, beberapa luka nampak jelas di tubuhnya, begitupun dengan pakaian yang telah terkoyak.
Baru saja dia bangkit, melihat Zhou Fan melesat menodongkan tombak. Ia berusaha menarik tubuhnya menghindar, tapi sangat disayangka ia tak cukup cepat. Membuatnya hanya bisa membentangkan perang menahan serangan.
Prang!
Tombak yang telah dialiri tenaga dalam memercikkan cahaya kemerahan, sedang pedang di tangan ketua bajak siluman terlihat beberapa garis putih memanjang.
Zhou Fan menyadari hal itu, dengan cepat kembali mengeluarkan serangan.
Ketua bajak siluman dengan spontan menahan serangan menggunakan pedang, membuat senjata itu hancur berkeping-keping.
Kesembilan tetua tercengang, dengan cepat membantu ketua yang tak mungkin dapat bertahan. Namun, mereka dihadapkan dengan seekor serigala yang memandang lapar.
Auk!
Zhou Jim menerkam, tapi kesembilan orang itu juga tidak lemah. Mengayunkan senjata menghempaskan tubuhnya.
Serigala itu menggeram, kembali bangkit dengan cakar yang bersiap menyerang.
Di sisi lain Zhou Fan menyerang ketua bajak siluman tanpa ampun, wajah pria tua itu semakin tak karuan setelah menerima puluhan serangan.
Setelah menghabiskan waktu yang cukup lama, Zhou Fan menghentikan aksinya. Tepat setelah itu ketua bajak siluman ambruk tak sadarkan diri, mungkin tak akan pernah bangun lagi.
Zhou Fan beralih ke sembilan tetua yang tengah menghadapi serangan Zhou Jim. Tentu ia tak akan diam saja melihat serigala nya bertarung. Dengan cepat mengayunkan tombak menerjang salah satu pria tua.
Crash...
Kelengahan membawa kematian, mungkin itulah kalimat yang tepat menggambarkan pria tua yang harus tiada di tangan Zhou Fan. Namun juga bukan kesalahannya, karena siapapun yang diserang dari belakang hanya memiliki sepuluh persen keberhasilan untuk menghindar.
Gludak...
Tubuhnya ambruk, cairan merah pekat menetes dari tombak Zhou Fan. Perlahan ia menengadahkan kepala, memandang kedelapan pria tua. "Kalian akan menyusul mereka!"