Legenda Petarung (2)

Legenda Petarung (2)
Chapter... 83 : Apa yang Telah Aku Lakukan?!


Pagi hari...


Uh!


Zhou Fan terbangun, seluruh tubuhnya terasa sakit, dia tidak ingat apa yang telah dia lakukan semalam, hanya mengingat bahwa kemarin berada di kemah musuh.


Goa?


Zhou Fan mengedarkan pandangan, kepalanya sedikit pusing, dia kemudian menoleh ke samping.


Mata Zhou Fan terbelalak lebar, di sampingnya terbaring seorang wanita dengan pakaian berantakan. Ketika menurunkan pandangan dia menyadari jika dia pun sama.


Apa yang telah aku lakukan?!


Sempat sekilas Zhou Fan berpikir untuk pergi begitu saja, tapi saat akan pergi seolah kakinya sangat berat. Rasa bersalah menghantui perasaanya, meski dia tidak melakukan semua itu dengan sengaja, dia tetap berperan penuh atas kejadian ini.


Wanita itu memutar tubuhnya, kini wajahnya bisa terlihat jelas di mata kepala Zhou Fan.


"Dia -- " Zhou Fan menggertakkan gigi, bagaimana semua ini bisa terjadi, dan bagaimana mungkin wanita yang bersamanya adalah dia.


Zhou Fan berusaha mengingat kenangan malam kemarin, tapi yang dia dapatkan hanya gambar buram, sama sekali tidak mengingat apa yang telah dia lakukan.


Emn...


Wanita muda itu perlahan membuka mata, ketika matanya memandang Zhou Fan. Terlihat api kemarahan yang sangat besar, jelas dia sangat membenci sosok pria yang berada di depan matanya.


Namun tidak ada kata yang terucap dari mulutnya, hanya merapatkan gigi sambil mengeluarkan tatapan tajam.


"Aku -- "


"Tidak perlu menjelaskan." Wanita muda itu memotong perkataan Zhou Fan, dia kemudian merapikan pakaiannya.


Zhou Fan sejenak tenang, tapi ternyata wanita itu belum selesai mengatakan maksudnya.


"Kalian dari klan besar selalu bertindak semena. Sekarang apa yang ingin kau lakukan, membunuhku? Aku sudah siap jika harus begitu." Setiap kata mengandung cibiran, nada bicaranya pun terdengar pasrah.


Dia berpikir tidak akan bisa menghadapi Zhou Fan, mungkin saat ini nyawanya yang akan menjadi taruhan.


"Tidak, kau salah paham. Leng Shui, ak --"


"Jangan sebut namaku, takutnya itu mengotori mulut tuan muda yang mulia. Orang rendahan sepertiku tidak pantas menerimanya." Leng Shui perlahan memakai cadar berwarna hitam, dengan pakaian pria yang dikenakan, dia seperti seorang mata mata.


"Jika tuan muda tidak berniat membunuh, bolehkah wanita rendahan ini pergi?" Leng Shui terus menekan kata tuan muda, membuat Zhou Fan semakin merasa bersalah.


Namun belum juga dia mengatakan, Leng Shui sudah menghilang dari pandangan.


Zhou Fan merapikan pakaian, kemudian keluar goa mengamati sekitar. Ternyata dia masih berada di perbatasan Kota Guaye, tapi keadaan di sana sangat kacau, sepertinya Dua Kapak Kembar serta Zhou Jim dan juga Shin berhasil melakukan tugas masing masing.


Karena tidak ada yang akan dilakukan, Zhou Fan memutuskan untuk kembali, dia berpikir rekan lainnya telah kembali begitu menyelesaikan tugasnya.


Di sisi lain Zhou Fan masih memikirkan Leng Shui, wanita muda itu telah menghadapi situasi yang sulit dengan hancurnya Klan Leng, tapi dia malah menambah bebannya, seolah menjadi seorang penjahat yang tak berbelas kasih.


Dia tak tahu apa yang dilakukan Leng Shui pergi ke perbatasan, apakah dia berniat menyusup ke perkemahan pasukan pangeran pertama dan berakhir bertemu dengannya?


Ketika melintasi perbatasan Kota Chen, tak sengaja matanya menjumpai Leng Shui, meski terlihat seperti pria, Zhou Fan yang sudah mengenali pakaian serta cadar yang dipakai, tidak mungkin salah mengenalinya.


Leng Shui berjalan mendekati seorang pedagang, membeli beberapa bahan herbal.


"Aku hanya punya seribu, tapi -- "


"Berikan dua ikat rumput air."


Leng Shui menoleh ke samping, menjumpai bahwa itu adalah Zhou Fan, dia mencoba mengabaikan. "Tidak bisakah delapan ratus untuk satu ikatnya, aku masih harus membeli beberapa bahan lain."


Pedagang menggeleng, kemudian beralih kepada Zhou Fan. "Ini tuan muda, dua ikat dua ribu."


Zhou Fan membayar dua ikat rumput air, bukannya menyimpan, dia malah menyodorkan kepada Leng Shui. "Aku hanya butuh satu, ini untukmu."


Leng Shui melirik sambil mengeraskan rahangnya. Dia kemudian pergi tanpa mengambil rumput air yang disodorkan oleh Zhou Fan.


Zhou Fan menyipitkan mata, kemudian mengikuti kemana Leng Shui pergi. "Aku hanya berniat membantu, bukankah kau membutuhkannya?"


Leng Shui berhenti, tanpa berbalik dia berkata. "Setelah mengurung seseorang tanpa alasan, tiba tiba bersikap begitu baik. Siapa yang tahu maksud sebenarnya dari tuan muda."


Mengurung?


Zhou Fan menyipitkan mata, sepertinya dia mendapatkan beberapa ingatan samar. "Sial, apa yang aku pikirkan?!" Dia kemudian berdehem untuk mengurangi rasa gugupnya.


Ehem...


"Rumput air selain di gunakan untuk membuat pill dapat berfungsi sebagai anti racun, yang memerlukan tanaman herbal ini, hanya racun tertentu, tapi kebanyakan itu bersumber dari bisa beast ular atupun sejenisnya." Zhou Fan segera mengalihkan fokusnya, dia menjadi lebih tenang setelah mengetahui fakta di balik ini semua.


Mendengar perkataan Zhou Fan, Leng Shui mendadak termenung. Zhou Fan tersenyum ketika melihat reaksi tersebut, dia menduga apa yang dia ucapkan tidak sepenuhnya salah.


"Racun jenis ini memang tidak terlalu mematikan bagi seorang petarung senior ataupun ke atasnya, tapi bagi petarung kaisar ke bawah, aku rasa kau sendiri tahu jawabannya." Zhou Fan kembali berkata.


"Jika kau tak keberatan aku bisa membantu, aku adalah seorang alkemis." Leng Shui tanpa berkata langsung melesat pergi, Zhou Fan yang merasa itu adalah bentuk persetujuan pun mengikuti dari belakang.


Tak lama mereka sampai di sebuah kediaman, meski beberapa bangunan sudah hancur masih ada beberapa yang masih berdiri kokoh. Leng Shui membuka salah satu ruangan, kemudian menarik sebuah tuas.


Jglek!


Ruangan bawah tanah terbuka, kemudian Leng Shui menuruninya setelah mengambil sebuah obor. Zhou Fan masih mengikuti, dia tahu jika sekarang dia berada di kediaman Klan Leng.


"Nona muda?" Seorang wanita paruh baya datang sembari berlari pincang, sekilas terlihat kaki kanannya bengkak bahkan seolah itu adalah gabungan dua kaki.


"Nona muda, siapa pemuda ini?" Mendapati pertanyaan dari wanita paruh baya, Leng Shui melirik Zhou Fan.


"Sekarang, bisakah kau melakukannya?" Leng Shui tak lagi memanggil dengan sebutan tuan muda, itu akan terdengar mencurigakan bagi wanita paruh baya yang juga merupakan pelayannya.


Meski hanya pelayan, kedudukan Bibi Wan - wanita paruh baya itu sudah seperti ibu sejak hancurnya Klan Leng beberapa bulan lalu. Hanya dia yang sekarang dimiliki Leng Shui, membuatnya mau berjuang demi menyelamatkan nyawa yang kini dalam bahaya.


"Bibi Wan, kau harus tetap yakin, semua pasti baik baik saja." Leng Shui mengatakan dengan nada datar, meski kalimat yang dikatakan terdengar cukup perhatian.


"Nona muda, bibi ini sudah pasrah. Bibi hanya berharap nona muda bisa hidup lebih baik, tidak perlu memaksakan diri untuk membalas dendam, jika sudah ditakdirkan maka itu akan terjadi walau tanpa kita inginkan." Leng Shui termenung mendengar perkataan Bibi Wan, seolah itu adalah kata perpisahan yang sudah disiapkan untuknya.


"Tak perlu khawatir, ini masih belum memasuki tahapan akhir. Racun masih bisa dinetralkan." Zhou Fan mengamati dengan teliti, dia kemudian mengeluarkan tungku awan hitam dan mulai meramu herbal.


Setiap bahan dia masukkan, dia juga menambahkan air roh untuk memperkuat pill detoksifikasi yang dibuatnya. Tidak sampai satu jam, di tangannya sudah ada pill berwarna hitam kecoklatan.


"Makan ini dan kau akan sembuh."