
Zhou Fan gagal berkali kali, mencoba juga berkali-kali. Dia benar-benar berusaha demi menguasai teknik formasi tahap kedua.
Namun Zhou Fan menjadikan kegagalan sebagai pembelajaran, ia mengingat setiap percobaan dalam kepalanya. Menyimpulkan apa yang harus ia benahi dan sekarang ia merasakan perubahan yang jelas dalam tekniknya.
Plash!
Ini sudah yang ke dua puluh kali Zhou Fan gagal, bahkan pagi datang tak membuat pria muda itu menghentikan latihan. Inilah perjuangan, jika ingin berhasil harus berjuang dengan keras. Menyerah hanya untuk orang lemah, gagal dan bangkit lagi, itu baru namanya petarung sejati.
Zhou Fan menelan pill pemulihan, tenaga dalam di tubuhnya terisi kembali. Tak mau berlama-lama Zhou Fan kembali mengangkat tangan dan berusaha membuka ruang.
Celah sudah seukuran kepala, energi yang terpancar sudah lebih terkendali. Ini merupakan pencapaian yang luar biasa, mengingat hanya dalam kurun waktu satu hari Zhou Fan menguasainya.
"Mulai terbentuk!" Zhou Fan mencoba mengendalikan celah yang ia buat, tapi retakan ruang tak bisa dipertahankan terlalu lama dan memuntahkan tenaga dalamnya sehingga terjadi penolakan.
Blest!
Seperti kaca, celah ruang itu hancur dan kembali seperti semula. Nafas Zhou Fan memburu, keringat mengucur begitu deras. "Sebaiknya aku keluar sejenak."
Terkadang dalam latihan juga membutuhkan waktu untuk istirahat, bukan sekedar meredakan lelah tapi juga menganalisis hasil latihan yang telah dilakukan. Zhou Fan keluar dari ruangan, pergi ke ruang makan berniat mengisi perut yang sudah keroncongan.
Pelayan sudah menyiapkan makanan, roti isi daging serta teh bunga matahari menjadi kesatuan yang padu.
"Apakah ada sesuatu yang engkau butuhkan, tuan?" Pelayan menundukkan kepala, Zhou Fan menggeleng karena tak ada yang dapat dilakukannya.
Setelah makan Zhou Fan teringat tentang bahan pill yang telah ada di tangannya. Ia harus segera meracik pill kultivasi tingkat sembilan, sesuai janjinya kepada sang guru.
...
Di sisi lain, kediaman Klan Ma. Sosok berjubah hitam duduk dengan Ma Teng di hadapannya. Jika diperhatikan patriark Klan Ma itu begitu tunduk kepada sosok yang ia panggil dengan sebutan "Tuanku".
"Bagaimana bisa ular permata es terbunuh, bukankah kekuatan tertinggi di sini hanya perarung dewa bintang tiga?" Sosok berjubah membuka tudungnya, nampak surai lebat menghiasi leher sampai kepala.
"Tuanku, sungguh kematian ular permata es berada di luar kemampuan kami. Bahkan saat tiba di goa, keadaan goa sudah berantakan dan ular permata es tak berada di sana." Ma Teng tak berani mengangkat kepala saat berhadapan dengan sosok berjubah hitam.
Hem...
"Nampaknya ada kekuatan tersembunyi yang belum menunjukkan diri. Namun itu tak akan merubah keadaan, karena aku--Shizi akan menguasai tempat ini."
Pria yang mengaku bernama Shizi itu tertawa, Ma Teng mencoba menengadahkan kepala dan melihat Shizi telah berubah menjadi bentuk aslinya--singa bersayap.
"Ma Teng, jika kau ingin kuat maka lakukan seperti perkataanku. Selain itu juga kau akan bergabung dengan pasukanku--pasukan beast, tak ada kerugian yang kau dapatkan jika mengikutiku." Setelah berkata Shizi pergi terbang dengan kedua sayapnya, bentangan sayap yang lebar mungkin sepanjang sepuluh kaki.
Malam harinya Zhou Fan datang menemui tetua Sian Hui, kebetulan pria tua itu berada di halaman depan tengah menikmati arak dan juga lalapan.
"Ada apa kau datang kemari di malam hari?" Sian Hui langsung menegakkan tubuhnya, dia menjaga wibawa agar tak jatuh di hadapan Zhou Fan. Bagaimanapun Zhou Fan termasuk junior baginya, menjaga nama baik adalah yang utama.
"Tetua, ini ada sesuatu dari guru. Aku lupa dan baru bisa memberikannya kepadamu." Zhou Fan menyerahkan cincin penyimpanan berisi ratusan pill kultivasi tingkat sembilan.
Mata Sian Hui terbelalak melihat keberadaan pill yang seolah tak terbatas. Dia memandang Zhou Fan dengan terkejut. "Apakah ini semua dari patriark?"
Zhou Fan mengangguk, tidak mungkin kan jika ia mengatakan bahwa itu adalah hasil kerja kerasnya. Ia hanya bisa mengakatan bahwa itu adalah berasal dari sang guru dan ia lupa baru memberikannya sekarang.
"Apakah kau tak menginginkannya?" Sian Hui cukup terheran. Jika itu orang lain mungkin sudah mengambil begitu banyak, bahkan mungkin tak akan menyerahkannya kepada orang lain.
Namun pria muda di hadapannya itu berbeda, seolah pill kultivasi tingkat sembilan sama sekali tak berarti baginya.
"Baiklah tetua, aku akan kembali. Engkau jangan lupa untuk membagikannya kepada seluruh anggota klan." Zhou Fan meninggalkan kediaman Sian Hui, nampak ekspresi pria tua itu sedikit curiga, tapi tak tahu jelas di mana kecurigaannya.
Setelah sampai ke kediaman, Zhou Fan tak serta merta bersantai. Dia masih memiliki utang untuk menguasai teknik formasi tahap kedua, sampai bisa menguasai dengan baik ia tak akan menyerah untuk berlatih.
Hari demi hari berlalu, empat orang yang berkultivasi telah keluar dari ruangan. Wajah mereka nampak senang, karena mendapat peningkatan. Ciu San kini herada di tingkat petarung suci bintang tiga, begitupun dengan Zhi Long dan juga Sian Yu. Sementara Sian Yuezhi naik satu tingkat menjadi petarung suci bintang satu.
"Apa yang dia lakukan?" Sian Yuezhi memandang Zhou Fan berlatih di halaman kediaman. Namun apa yang dilakukannya sungguh berbeda dari latihan pada umumnya, membuat kening berkerut penasaran.
"Ternyata teknik formasi tahap kedua tak menghiraukan banyak sedikit tenaga dalam, melainkan kestabilan dan ketenangan saat mencoba melakukannya." Zhou Fan telah mempraktekkan dengan beberapa cara, kini ia mulai mendapatkan inti dari teknik formasi tahap kedua.
"Baiklah, mari kita lakukan sekali lagi!" Zhou Fan mengangkat tangan dan sebuah celah seperti portal tercipta di hadapannya.
"Teknik formasi! Itu adalah teknik formasi!" Mata Sian Yu terbuka melihat apa yang dilakukan Zhou Fan, dia sulit untuk percaya tapi juga tak bisa menyangkalnya.
Sian Yuezhi menoleh dengan terkejut. Teknik formasi? Itu merupakan teknik yang sangat sulit dikuasai, bahkan di seluruh daratan dewa tak banyak yang mampu mempelajarinya. Zhou Fan dapat melakukannya, bahkan sepertinya telah mencapai tingkat yang tinggi.
Zhi Long sendiri telah mengetahui bahwa tuan mudanya telah menguasai teknik formasi, tapi nampaknya ada peningkatan dari teknik formasinya.
Di sisi lain Zhou Fan masih berusaha menyetabilkan aliran tenaga dalam untuk menahan bentuk portal ruang yang dia ciptakan. Tak mau terburu-buru karena akan buruk akibatnya jika terjebak dalam ruang kekosongan.
Portal ruang telah terbuka dengan sempurna, luapan energinya pun lebih stabil dan nampak tak berbahaya. Zhou Fan mencoba menutup portal ruang, kemudian membukanya kembali. Ketika ia berhasil dan portal ruang masih stabil, senyum tercipta di antara bibirnya.
Hem...
"Aku tahu aku bisa!"