Legenda Petarung (2)

Legenda Petarung (2)
Chapter... 50 : Mengenai Dunia Abadi


"Saudaraku, kau kah itu?" Shao Mingrui yang tanpa sengaja melihat seorang yang sangat dikenalnya, langsung berdiri dan menghampiri.


Zhou Fan terkekeh sambil menggelengkan kepala. "Tentu saja ini aku, kau pikir siapa?"


Shao Mingrui memeluk Zhou Fan setengah badan, tidak bisa memeluk erat karena ada seorang bayi tampan dalam dekapan tangan kanannya.


"Kau sudah menjadi seorang ayah? Aku sungguh tak menyangka." Zhou Fan mengulurkan tangan, membuat Shao Mingrui melepas dekapan putranya.


"Aku berharap, dia tidak sejelek ayahnya." Zhou Fan mengelus hidung bayi yang berada dalam gendongannya.


"Siapa namanya?" Zhou Fan menoleh dengan ekspresi sedu, pemuda itu mengingat jika seharusnya anaknya bersama Wei Guanlin juga tidak jauh berbeda dengan putra Shao Mingrui.


"Chen," ucap Shao Mingrui dengan senyum indahnya.


Zhou Fan mengangguk. "Chen? Shao Chen? Tidak seburuk namamu."


Shao Mingrui melotot tajam ketika mendengar perkataan Zhou Fan, tapi yang dipelototi hanya diam seolah tidak melakukan kesalahan.


"Rui, di mana cucuku. Aku ingin menggendongnya." Seorang pria tua datang dengan pakaian sederhana, meski begitu aura kebesarannya tidak luput dari mata Zhou Fan.


Zhou Fan menyerahkan putra Shao Mingrui kepada pria tua yang dia ketahui adalah jendral besar Kekaisaran Shao.


Sekarang Zhou Fan hanya bersama dengan Shao Mingrui.


"Jadi kalian sekarang di sini, bahkan jendral besar pun juga?"


Mendengar ini, Shao Mingrui tersenyum kecut. "Mereka bahkan menargetkan keluarga Yu'er, sekarang aku di sini bersama dengan beberapa orang Keluarga Cheng."


"Apa kau ingin mengambil kembali apa yang kau miliki, menyatukan kembali Kekaisaran Shao?" Zhou Fan tiba tiba berkata, membuat Shao Mingrui terdiam seribu bahasa.


Namun tidak lama, karena beberapa detik setelahnya pria tua itu menggeleng. "Tidak untuk sekarang, tapi aku akan melakukannya setelah memiliki kekuatan."


"Kau ingat tentang 'Lentera Kehidupan'?"


Zhou mengangguk, tentu saja dia ingat karena saat memecahkan misteri saat itu benar benar membekas dalam kepalanya.


"Sepertinya, pintu menuju dunia abadi akan segera terbuka. Beberapa hari terakhir, kertas itu kerap kali berkedip dan membuatku selalu terjaga." Shao Mingrui menunjukkan kertas di tangannya, dan benar saja kertas itu seolah bersinar, meski itu sangat redup.


"Dunia abadi?"


Zhou Fan serta Shao Mingrui menoleh dengan kompak, dia adalah seorang wanita dengan wajah agak bulat berponi.


"Nona Lan, apa yang kau katakan. Mungkin kau salah dengar." Shao Mingrui menyimpan kertas di tangannya.


Namun wanita itu telah mengetahui semuanya, tidak akan berguna untuk menyembunyikannya sekarang.


"Kalian tidak bisa menutupinya lagi dariku, apa itu dunia abadi, 'Lentera Kehidupan'? Sepertinya aku pernah mendengarnya." Lan Ning mengelus dagu sambil berjalan mendekat.


Zhou Fan mendengus, entah mengapa dia merasa semua yang berhubungan dengan wanita ini akan merepotkan.


Shao Mingrui menjelaskan secara bertahap kepada Lan Ning, wanita itu terlihat terkejut saat mendengar keseluruhan cerita.


"Bukankah ada lima kuota, kalian masih dua orang, bagaimana jika aku mengisi tempat ketiga?" Lan Ning mengedipkan mata sambil memperlihatkan ekspresi centil.


"Tidak, lebih baik mencari orang lain dari pada kau." Zhou Fan berkata tanpa melihat wajah orang yang dimaksud.


Lan Ning menyipitkan mata, tapi seketika berubah dengan senyum menggoda. "Hei, apakah kau masih marah karena saat itu aku tidak memberimu?"


"Bahkan jika kau memberiku, aku tidak akan menerimanya." Zhou Fan masih enggan bertatapan dengan Lan Ning.


Wajah Shao Mingrui semakin aneh, pria itu semakin lekat memperhatikan wajah dua orang di sekitarnya.


Sejak kapan hubungan mereka begitu dekat, bahkan Nona Lan berinisiatif memberikan ... Shao Mingrui mengerutkan kening sambil berpikir.


Namun kenapa dia menolaknya, apakah dia benar benar tidak tertarik dengan wanita? Shao Mingrui melirik Zhou Fan dengan pandangan aneh.


"Hei, Bagaimana?" Lan Ning menaikkan kedua alisnya, membuat Zhou Fan menolak dengan kontan.


Surat rekomendasi? Dia tidak lagi membutuhkannya. Apa tidak bisa melihat, apakah sekarang dia membutuhkan surat itu, tentu saja tidak.


"Baiklah, Nona Lan. Kau yang akan menjadi orang ketiga." Shao Mingrui kemudian menjelaskan jika orang keempat adalah Cheng Delai-ayah mertuanya serta, sementara tempat kelima masih belum memutuskannya.


Zhou Fan tidak masalah dengan Cheng Delai, tapi dia sedikit enggan menerima Lan Ning.


Shao Mingrui kemudian berlalu pergi setelah Cheng Liyu datang mencarinya.


"Tunggu, apakah kau sudah berubah pikiran?" Lan Ning tiba tiba meraih pundak Zhou Fan, membuat pemuda itu berhenti dan kembali membalikkan tubuhnya.


"Aku tidak bisa menyebarkan ilmu ini sembarangan, orang yang salah akan menyebabkan kekacauan." Zhou Fan berjalan menuju salah satu bangunan yang sebelumnya sudah menjadi tempat tinggalnya.


Lan Ning berdecak kesal sambil menghentakkan kaki ke permukaan hutan.


Hem...


Zhou Fan menarik sedikit bibirnya, bersamaan dengan itu seorang pria tua keluar dan berdiri di hadapannya.


"Aku kira kau akan terus mengintai dari kejauhan." Zhou Fan tersenyum mencibir, membuat ekspresi pria tua sedikit buruk.


"Jaga nada bicaramu anak muda, tahukah kau jika sekarang berada di kekuasan Suku Mantis?" Pria tua itu berpakaian layaknya Suku Mantis pada umumnya, pakaian dengan bahan pelepah pohon dengan beberapa bulu merak di atas kepalanya.


"Jika seorang berniat baik, aku akan memperlakukan mereka dengan baik. Begitupun sebaliknya. Pak tua, apa kau masih menginginkan gulungan teknikku?" Zhou Fan mendengus dingin, melirik pria tua dengan tatapan sengit.


Setahun lalu, ketika dia baru meninggalkan toko senjata, tak dia sangka seseorang menghadangnya dan berniat merampas tekniknya. Namun saat itu Zhou Fan dapat menghindarinya dan pergi dengan selamat.


Hal ini juga yang selalu memandang Lan Ning dengan tatapan tidak suka. Karena tidak bisa mendapatkan dengan cara biasa, mencoba mengutus orang untuk mencelakainya. Namun tidak disangka, dia melakukan hal ini sekali lagi, dan itu dengan orang yang sama.


"Kau jangan sombong, saat itu karena kau beruntung baru bisa kabur. Sekarang keberuntunganmu telah habis, aku telah naik tingkat menjadi petarung kaisar bintang sembilan."


Hem?


Zhou Fan tidak percaya dengan apa yang dia dengar. Pria tua ini menyombongkan diri karena naik satu tingkat, apakah dia harus tertawa? Itu sama sekali tidak sebanding dengannya yang bahkan sudah naik beberapa tingkatan dalam satu tahun.


Pria tua mengambil pedang yang menggantung di punggungnya, tapi saat akan menyerang, Lan Ning datang menghentikan pria tua itu.


"Paman Zoe, apa yang kau lakukan?" Lan Ning memberikan tatapan tajam membuat pria tua itu terlihat ragu.


Hem...


"Tak kusangka, kau sangat pandai bersandiwara. Datang sebagai penolong setelah mengirim seorang pengacau, mungkin lain kali aku harus berguru tentang bagaimana cara agar menjadi 'bijaksana'." Zhou Fan berbalik dan pergi meninggalkan mereka.


Lan Ning terlihat tidak mengerti akan maksud perkataan Zhou Fan, bahkan keningnya nampak mengerut ketika mendengar perkataan pemuda itu.