
"Kami sangat berterima kasih karena keempat pendeta bersedia memenuhi undangan untuk datang ke kediaman keluarga Chen. Ini masih berhubungan dengan peresmian esok hari, mohon keempat pendeta memberikan sedikit saran." Chen Yang--tuan besar keluarga Chen berkata sambil mempersilakan keempat tamunya meminum teh yang disediakan.
"Taun besar terlalu sungkan. Sedang masalah peresmian, kami memiliki beberapa saran." Zhou Fan meraih gelas teh di hadapannya, menyeruput sedikit lalu meletakkannya kembali.
"Apa itu pendeta, katakan saja. Masalah biaya atau semacamnya itu bukan masalah berarti bagi kami--keluarga Chen."
Mendengar perkataan Chen Yang yang begitu tenang membuat Zhou Fan mengedutkan bibirnya.
Biaya? Jika begitu ia tak akan sungkan.
"Sama sekali tidak banyak tuan besar, paling sedikit seharusnya seratus ribu uang kertas."
Kening Chen Yang mengerut mendengar nominal yang disebutkan. Seratus ribu? Itu bukan angka yang kecil, tapi jika menarik kata-katanya dan hal ini sampai terdengar orang luar, maka reputasi keluarga Chen sebagai keluarga termakmur pun akan tercemar.
Zhou Fan menyadari kegelisahan Chen Yang, "Tuan Besar, jika tidak juga tidak apa. Ini hanyalah sebuah syarat agar acara berjalan dengan lancar."
"Tidak!"
Kening Zhou Fan mengerut saat tuan besar Chen mengangkat tangannya.
"Seratus ribu, keluarga Chen dapat memberikannya." Pria tua itu langsung mengayunkan tangan, sekejap mata tumpukan uang kertas muncul di atas meja.
Mata Ciu San berkilat tajam, tuan mudanya ini sangat luar biasa, dengan beberapa kalimat sudah mendapatkan ratusan ribu uang kertas.
Zhou Fan tak menerima langsung uang kertas itu, ia berdiri lalu mengeluarkan sebuah kertas.
Chen Yang menantikan apa yang akan dilakukan pendeta tua di hadapannya.
Tangan Zhou Fan memantik api dan kertas seketika terbakar, tapi sebelum kertas hangus sepenuhnya, Zhou Fan mengibaskan tangan mematikan api.
Asap menyebar, dan Zhou Fan berkomat kamit.
"Ini adalah ritual pensucian, dilakukan agar tak terjadi masalah saat acara peresmian." Zhou Fan berkeliling, menyebar asap ke setiap sudut ruangan.
Setelah satu putaran penuh Zhou Fan kembali duduk. "Tuan besar, ritual pensucian seharusnya dilakukan mencakup seluruh kediaman. Oleh karena itu terlebih dahulu meminta ijin kepada tuan besar."
Chen Yang percaya begitu saja, ia mengangguk dan memanggil Kasim Jun. Pria tua itu datang tanpa menunggu dua kali panggilan. "Kasim Jun, temani empat pendeta ini untuk mengelilingi kediaman. Mereka akan melakukan ritual pensucian."
Kasim Jun mengangguk, tapi dengan cepat Zhou Fan tolak. "Tuan besar, bukan maksud kami untuk bersikap lancang. Tapi saat melakukan ritual kami membutuhkan ruang untuk sendiri."
Chen Yang mengerutkan kening, tapi pada akhirnya ia mengangguk dan memberikan ijinnya. "Silakan keempat pendekat melakukan ritual tersebut, tapi terlebih dahulu simpanlah uang kertas ini."
Ciu San dengan cepat mengayunkan tangan, mengantongi semua yang kertas ke dalam cincin penyimpanannya.
Zhou Fan kemudian berpamit pergi, keluar ruangan sambil memegang kertas yang sudah terbakar sebagian.
"Dengan ini kita dapat mencari di mana saudari Miao Ling berada." Zhou Fan mengatakan dengan suara setengah berbisik, terus berjalan menelusuri lorong demi lorong.
Beberapa kali ada yang menghentikan mereka, tapi setelah menyebut nama Chen Yang mereka langsung tak berani menghadang. Namun sampai sekarang tak menemukan keberadaan Miao Ling, membuat Yin Cun semakin cemas.
"Ini kami baru ingin memberi mereka makanan, karena sangat tidak pantas jika mereka terlihat pucat saat acara peresmian." Dua pelayan itu melenggang pergi.
Zhou Fan yang mendengar percakapan di antara mereka pun langsung mengikuti langkah dua pelayan. Yang dibicarakan dua pelayan ini pasti adalah para wanita yang akan menjadi gundik Chen Beixian.
Mereka mengikuti dua pelayan sambil terus menggerakkan kertas yang terbakar, tak lupa mengucapkan sebuah mantra yang tak jelas apa itu gunanya.
Dua pelayan yang merasa ada yang mengikuti perlahan membalikkan badan, melihat empat pria berpakaian brahmana kening mereka bertahap mengerut.
"Kami adalah pendeta dari kuil teratai suci, datang untuk melakukan ritual pensucian."
Mendengar perkataan Zhou Fan dua pelayan itu membalikkan badan dan melanjutkan perjalanan. Zhou Fan melirik Yin Cun, kemudian kembali mengikuti dua pelayan itu pergi.
Beberapa saat mereka sampai di sebuah ruangan, di depan pintu terdapat dua penjaga yang selalu siap siaga dengan tonbak di tangan mereka.
Dua pelayan mengucapkan beberapa patah kata dan penjaga membiarkan mereka masuk. Saat Zhou Fan hendak masuk mereka mengbentangkan tombak menghadang jalan. "Siapa kalian, ini adalah ruangan terlarang, tidak semua orang bisa masuk."
Dua pelayan yang sudah masuk berhenti dan satu di antara mereka membalikkan badan. "Mereka adalah pendeta dari kuil teratai suci, diundang tuan besar untuk melakukan persiapan. Jika kalian menghadang maka kalian akan berhadapan dengan tuan besar."
Dua penjaga seketika menarik tombak mereka, tak lagi berani menguadang jalan empat pria berpakaian brahmana.
Zhou Fan masuk ke dalam, begitu masuk ternyata ada sebuah tangga yang membawa mereka ke ruangan bawah tanah. Di sana tedapat beberapa ruangan yang dapat dipastikan merupakan tempat penawanan.
Dua pelayan berjalan dengan hati-hati, mereka membuka pintu salah satu ruangan dan masuk ke dalam. Zhou Fan serta yang lain juga masuk memperhatikan siapa saja yang berada di ruangan pertama.
Namun, mereka tak menemukan keberadaan Miao Ling. Saat Zhou Fan akan berbalik, tindakan dua pelayan sangat mencurigakan, mendekati para wanita seolah ingin melakukan sesuatu.
Zhou Fan keluar ruangan, dan melihat ini dua pelayan melancarkan aksinya. Menghancurkan cincin penghilang kultivasi yang melekat pada jemari para wanita. "Tunggu di sini, kami akan menyelamatkan kalian. Jangan sampai ketahuan empat pendeta itu."
Beberapa wanita yang semula berwajah nesu seketika memiliki harapan. Mereka mematuhi ucapan dua pelayan itu dan bersikap seolah tak terjadi apapun.
Setelah melepas semua cincin penghilang kultivasi mereka keluar.
"Ternyata tujuan kalian adalah menyelamatkan para tawanan."
Dua pelayan seketika membalikkan badan, menjumpai empat pria yang menunggu di luar ruangan. Wajah mereka terkejut, langsung mengaluarkan senjata.
Namun sebelum senjata mengayun menebas leher, Zhou Fan berkata. "Sempat berpikir aku salah mengira, ternyata memang itu benar kau. Nona Leng?"
Dua wanita berpakaian pelayan menjauh beberapa langkah. "Si-siapa kau, bagaimana bisa kau mengetahui identitas ku?!" Salah satu wanita menodongkan pedang dengan ekspresi rumit.
"Belum lama kita berpisah, dan kau sudah melupakanku. Ternyata Nona Leng adalah wanita yang pelupa." Zhou Fan tak juga membuka identitasnya, memandang wajah Leng Shui yang semakin kesal.
Leng Shui hanya terpikir sosok Zhou Fan, tapi bagaimana mungkin pria itu berada di sini. Itu tidak mungkin!
Zhou Fan tersenyum sambil menggelengkan kepala, kemudian pergi menuju ruangan kedua. "Kita mempunyai tujuan yang sama, maka kita bisa bekerja sama."