
Blar!
Zhou Fan mengeluarkan jurus tombak naga, meluluhlantahkan sebagian dari daratan tepi rawa.
Beast yang tidak bisa menghindar tewas di tempat, sementara yang berhasil selamat harus mendapatkan luka di tubuhnya.
Dari yang tewas, kebanyakan itu adalah beast tingkat enam ke bawah. Beast tingkat tujuh keseluruhan berhasil menghindar karena kecepatan serta ketangkasan mereka lebih tinggi dibandingkan dengan beast di bawahnya.
Namun serangan belum berakhir, Zhou Fan yang telah menapakkan kaki di permukaan tanah, langsung melesat membabat beast di hadapannya. Entah itu beast tingkat enam atau tujuh, dapat dikalahkan dengan begitu mudah.
Lan Ning yang menyaksikan dibuat terbungkam, bahkan mulut sampai terbuka karena saking terkejutnya.
"Guru? Hehe, sepertinya aku tak salah menilainya." Lan Ning tersenyum, wanita itu seolah telah memilih keputusan yang tepat.
Sebenarnya selama ini dia memanggil 'guru' hanya untuk mengisengi Zhou Fan, tapi sekarang dia sepertinya harus berpikir ulang. Kekuatan pemuda itu benar benar diluar nalar, bahkan beberapa beast tingkat tujuh sama sekali bukan tandingannya.
Sementara Zhou Fan yang telah menumpas banyak sekali beast tingkat tujuh kebawah kini dihadapkan dengan seekor beast kera tingkat delapan.
"Sial, kera ini sangat pandai bersembunyi. Jika tidak keluar mungkin aku tidak akan menemukannya." Zhou Fan memandang kera dengan tinggi tiga meter, kulit secerah emas membuat Zhou Fan tahu jika di hadapannya itu adalah kera rambut emas.
Lan Ning yang melihat lawan di hadapan Zhou Fan, menyipitkan mata dengan ekspresi sedikit buruk. "Bagaimana bisa ada beast yang lebih kuat, sepertinya itu adalah beast tingkat kedelapan."
Berbeda dengan Zhou Fan yang menampilkan ekspresi semangat. Meski bukan beast bertipe es, itu akan berguna bagi Zhou Jim untuk meningkatkan kekuatannya.
Wosh...
Kera rambut emas melesat sambil melayangkan kepalan tangan kanannya, tapi ketika ujung kepalan hendak menghantam wajah Zhou Fan, tombak menahan dengan sempurna.
Prang!
Lapisan selaput kulit yang tebal itu seolah terbuat dari baja. Tombak pun kesulitan untuk bisa menembusnya.
Kera rambut emas melompat sambil mengangkat kaki, menyisakan ekor sebagai penopang. Kaki tidak hanya terangkat, melainkan menendang mengincar kepala.
Akan tetapi gerakan Zhou Fan terlalu cepat, tendangan itu hanya mengenai udara kosong di atasnya.
Zhou Fan menangkap kaki kera rambut emas, membantingnya dengan keras.
Bang!
Hantaman yang kuat bahkan membuat tubuh kera rambut emas seolah tertolak.
Pertarungan belum berakhir, kera rambut emas kembali berdiri.
Zhou Fan memutar tombak, melompat sambil menebas kuat. "Jurus Tombak Naga!"
Kera rambut emas menyilang kedua tangan menghalau serangan, tidak dia sangka jika kekuatan serangan Zhou Fan tidak bisa ditahan hanya dengan pertahanan tangan kosong.
Tubuh kera rambut emas terpental dan menghantam tumpukan mayat yang berserakan.
Groar!
Kera rambut emas kembali bangkit, memporak porandakan tumpukan mayat dengan menggebu. Dada ditepuk keras dengan kedua tangan, wajahnya memerah menahan geram.
Sejurus kemudian kera rambut emas melesat dengan kedua tangan terbuka laksana cakar.
Zhou Fan mengeratkan genggaman tombak, pemuda itu memutar tombak dan mengeluarkan gerakan dasar.
Ketika tombak mulai bergerak, pusaran angin semakin jelas terlihat. Perlahan mulai membentuk sebuah dinding dan semakin lama semakin besar.
Teknik tombak angin selain bisa digunakan sebagai serangan, juga bisa untuk bertahan, perputaran angin yang sangat cepat, tidak bisa di tembus dengan mudah oleh sembarang orang.
Ketika tangan kera rambut emas bersentuhan dengan pusaran tornado, seolah ada kekuatan besar yang saling beradu. Tangan kera rambut emas terlihat tersayat, darah merembes dari sela jarinya.
Srats...
Perut kera rambut emas tertebas melintang, tapi itu tidak cukup untuk mengoyak lebih dalam.
GRAH!!
Kera rambut emas melompat dan menyerang dengan dua tangan serta kakinya, ekor panjang di belakang tidak ketinggalan juga ikut menyerang.
Zhou Fan terus menepis setiap serangan, tak jarang pemuda itu mengeluarkan serangan balasan dan berhasil mendaratkan beberapa luka nyata di tubuh kera rambut emas.
Lan Ning yang menyaksikan di buat terperangah, ternyata kekuatan Zhou Fan jauh di atas pemikirannya. Jelas pemuda itu bukan suatu yang dapat dipikirkan secara nalar, benar benar tidak masuk akal.
"Bahkan mungkin ayah serta jendral besar bukan tandingannya." Lan Ning bergumam tanpa mengalihkan perhatian dari pertarungan yang terus berjalan.
Zhou Fan terus menyerang. Meski beberapa luka juga tercatat rapi di tubuh, masih lebih baik jika dibandingkan dengan lawannya. Selain itu tenaga dalam sudah mulai terkuras, nafas juga mulai tidak beraturan.
Kera rambut emas tidak berhenti menyerang, beast tingkat kedelapan itu berusaha kuat menolak kematian.
Namun ketika Zhou Fan mengeluarkan jurus tombak naga, maka itu adalah akhir dari semuanya.
Kera rambut emas terpelanting jauh dengan tubuh yang sudah banyak sayatan.
Bruk!
Zhou Fan langsung duduk dan menelan pill pemulihan. Sementara Lan Ning keluar dari persembunyian.
"Guru, kau memang sangat luar biasa." Lan Ning memandang kekacauan dengan begitu semangat, wanita itu benar benar berubah, kepribadian yang dingin sebelumnya sekarang tidak lagi terlihat. Mungkin itu hanya dia tunjukkan saat bersama Zhou Fan.
Zhou Fan berdiri, menyimpan tombak dalam cincin penyimpanan.
"Kumpulkan mayat semua beast ini, tapi kau pisahkan terlebih dahulu kristal beastnya." Zhou Fan melemparkan cincin penyimpanan kepada Lan Ning.
Lan Ning dengan tangkas menangkapnya, tapi tidak kunjung berangkat. "Apakah harus aku?"
Zhou Fan menaikkan sebelah alis sambil menatap heran. "Bukankah seorang guru berhak menyuruh muridnya? Bahkan jika aku menyuruhmu berguling kau harus melakukannya."
Lan Ning mendesis kesal, sekarang dia merasakan menyesal karena telah menganggap Zhou Fan sebagai guru. Ini jelas namanya memanfaatkan dirinya.
"Kau keberatan?" Zhou Fan bertanya dengan ringan, tapi perkataan itu langsung membuat Lan Ning melakukan apa yang diperintahkan Zhou Fan.
"Ya ya ya... Apakah jika guru menyuruh untuk 'tidur', apakah seorang murid harus melakukannya?"
Zhou Fan yang tak terlalu fokus menjawab dengan asal. "Itu terserah, jika muridnya tak masalah, kenapa harus repot."
Setelah berkata Zhou Fan membulatkan mata. "Jangan bicara omong kosong, cepat lakukan apa yang aku katakan."
Lan Ning mendengus kesal, tapi tetap mengumpulkan mayat beast serta kristalnya.
Beberapa saat kemudian.
"Jika tidak salah, ada sekitar lima puluh beast tingkat lima, tiga puluh beast tingkat enam, dan belasan beast tingkat tujuh. Sedang beast tingkat delapan, hanya kera rambut emas."
Zhou Fan mengangguk mendengar penjelasan Lan Ning, tangannya terulur meminta cincinnya kembali. Lan Ning pun memberikan cincin kepada Zhou Fan.
"Ini adalah tangkapan besar, selanjutnya mari kita cari tahu mengapa beast beast itu berkumpul di rawa." Zhou Fan berkata dalam benaknya, pemuda itu melepas pakaian bagian atasnya.
Lan Ning menyipitkan mata, bahkan terlihat memalingkan wajahnya.
Zhou Fan yang melihat tingkah Lan Ning terkekeh.
"Dasar, perawan."