
"Apakah alat itu benar-benar berguna?" Yin Cun memandang token teleportasi di tangan Zhou Fan.
Mereka baru saja membeli token teleportasi, tapi Yin Cun masih belum sepenuhnya percaya bahwa token teleportasi memang benar-benar nyata.
"Di mana petanya?" Zhou Fan malah meminta peta, bukan menjawab pertanyaannya.
Yin Cun mengeluarkan peta, memberikannya kepada Zhou Fan. "Dari pada menjelaskan panjang lebar lebih baik kau lihat saja apakah token ini memang berguna atau tidak."
Zhou Fan menyuruh Ciu San sertakan Zhi Long menunjukkan cara kerja token teleportasi.
Setelah Dua Kapak Kembar mengetahui tempat tujuan yang akan dituju, mereka menghancurkan token teleportasi. Dalam satu kedipan mata kedua pria paruh baya itu menghilang tanpa jejak apapun.
Mata Yin Cun terbuka lebar, dagunya pun hampir jatuh menyentuh tanah. "Kemana mereka pergi?" tanyanya kepada Zhou Fan.
"Mereka telah berpindah tempat ke tempat tujuan," jawab Zhou Fan.
Zhou Fan kemudian memberikan token teleportasi kepada Yin Cun. "Tentukan tujuanmu dan hancurkan token itu."
Yin Cun memandangi token di tangannya, tak kunjung menghancurkannya.
Zhou Fan telah menghancurkan token miliknya, menghilang dari tempat ia berdiri.
Yin Cun yang tak lagi merasakan keberadaan Zhou Fan menengadahkan kepala, tak menjumpai Zhou Fan di depan ia menyipitkan mata. "Aku tak tahu bagaimana melakukannya," ucapnya lirih.
"Apa yang harus aku lakukan?" tanya Yin Cun pada dirinya sendiri. Perlahan ia mengingat perkataan Zhou Fan dan mulai menentukan tujuan dari peta di tangannya, membayangkan tempat yang ingin ia datangi.
Sambil mengatakan nama desa yang dituju Yin Cun menghancurkan token teleportasi.
Blush...
Tubuhnya seketika lenyap dari pandangan, seolah ada lubang yang menyerapnya hingga habis tak bersisa.
...
Sementara di Desa Bitao, Zhou Fan berdiri dengan dua pria paruh baya di sampingnya. Serigala merah juga sudah berjaga di depannya. Namun mereka hanya diam, nampak seperti menunggu kedatangan seseorang.
"Tuan muda, mungkinkah tuan muda Yin Cun salah mendarat?"
Perkataan Ciu San membuat Zhou Fan mengerutkan kening. Ia juga tak memikirkan akan adanya kemungkinan seperti itu, tapi apakah mungkin Yin Cun salah menentukan tujuan?
Mereka memutuskan untuk menunggu beberapa waktu, tapi dalam kurun waktu tersebut Yin Cun tak kunjung menunjukkan batang hidungnya.
Zhou Fan memejamkan mata, menunggu dengan sabar. Namun kesabaran juga ada batasnya, ia mulai lelah menunggu Yin Cun.
"Sebenarnya apa yang dia lakukan?" gumam Zhou Fan pelan, ia membalikkan badan hendak berjalan.
Namun, dari balik punggungnya terdengar suara yang tidak asing.
Blesh...
Sontak Zhou Fan kembali membalikkan tubuhnya, dan benar saja ternyata itu adalah Yin Cun.
"Saudara Zhou, kemana kita akan pergi, apakah langsung ke kediaman keluarga Chen?" Tanpa rasa bersalah Yin Cun menepuk pundak Zhou Fan.
Zhou Fan merapatkan giginya, sekarang ia sangat ingin memukul temannya ini. Setelah membuat orang menunggu lama, datang-datang bertanya seolah tak ada masalah. Sungguh membuat orang kesal.
Huft...
Zhou Fan menghela nafas, mengatur nafas beberapa kali kemudian mengeluarkan peta.
Mereka berlima termasuk Zhou Jim berjalan masuk melintasi gapura kecil yang merupakan tanda wilayah keluarga Chen. Yang pertama mereka lihat adalah keberadaan pasar penduduk yang cukup ramai.
Padahal langit sudah menunjukkan waktu malam akan datang, tapi tetap tak mempengaruhi mereka yang berjualan menjajakan dagangannya. Begitupun dengan para pembeli yang memburu barang incarannya.
Zhou Fan berjalan dengan santai seolah mereka datang hanya untuk melihat-lihat, tapi yang sesungguhnya mereka tengah mengamati keadaan Desa Bitao.
"Tuan muda Chen, selamat datang. Merupakan kehormatan dapat menyambut kedatangan tuan muda."
Seorang pelayan sebuah rumah makan membungkukkan setengah tubuhnya sembari memberikan hormat kepada seorang pria tiga puluhan tahun.
Bukan sikap hormat yang menjadi permasalahan, tapi ucapan wanita muda itu yang menyebut nama tuan muda Chen cukup menarik perhatian Zhou Fan serta rombongan.
Yin Cun menghentikan langkah kakinya, berbalik arah dan menuju ke arah rumah makan. Namun dengan cepat Zhou Jim menghalangi.
Auk!
Mendengar suara Zhou Jim, Yin Cun seolah tersadar dan menundukkan kepala. Namun, langkah kakinya tetap melangkah memasuki rumah makan tersebut.
Zhou Jim berubah menjadi kecil, melompat ke dalam kantong jubah Zhou Fan yang cukup besar. Bersama dengan Dua Kapak Kembar, ia mengayunkan kaki mengikuti Yin Cun.
Begitu masuk rumah makan, Zhou Fan melihat Yin Cun menaiki tangga mengikuti pria yang disebut tuan muda Chen. Tanpa basa-basi ia pun mengikutinya.
Zhou Fan mempercepat langkahnya, saat sudah berada di samping Yin Cun ia langsung menepuk pundaknya. "Jangan bertindak gegabah, kita belum mengetahui keberadaan saudari Miao Ling."
Yin Cun mengangguk, "Aku tahu," ucapnya.
Mengikuti tuan muda Chen, ternyata pria itu memasuki ruangan pribadi, ruangan khusus yang disediakan untuk tamu terhormat.
Zhou Fan melihat ruangan khusus bukan hanya satu ataupun dua, jika tidak salah ada lima ruangan dan itu saling bersebelahan.
Chen Beixian--tuan muda Chen memasuki ruangan nomor satu. Zhou Fan akan masuk ke ruangan nomor dua, tapi salah seorang pelayan menghentikannya.
"Tuan, ruangan ini adalah milik tamu terhormat. Juga bukan ruangan sembarangan yang bisa dimasuki, biayanya sangat mahal, jika engkau memiliki biaya yang cukup itu sama sekali tidak masalah, tapi jika tidak sebaiknya tuan sekalian kembali ke lantai pertama." Pelayan muda ini tersenyum saat berbicara, seolah menunjukkan sifatnya yang ramah. Namun dalam setiap kata Zhou Fan menangkap nada yang cukup sinis, wanita muda ini tidak menganggap keberadaan mereka.
Mahal?
Memangnya seberapa mahal, apakah lebih banyak dari harta kekayaannya?
Zhou Fan mengeluarkan satu gepok uang kertas, memberikannya kepada pelayan wanita. "Seribu, apakah kurang?"
Tangan pelayan wanita gemetar sambil melihat uang kertas di tangannya, ia tidak mengira jika yang di hadapannya adalah seorang tuan muda, begitu mudah mengeluarkan uang. Satu ayunan tangan, langsung seribu uang kertas. Luar biasa!
"Cukup tuan muda, sangat cukup." Pelayan wanita itu dengan cepat membukakan pintu ruangan, memperlakukan Zhou Fan dengan begitu berbeda.
"Tuan muda, silakan masuk. Pelayan ini akan menyiapkan beberapa hidangan spesial, khusus untuk tuan muda." Senyuman di wajahnya begitu ramah, tapi Zhou Fan tahu bahwa itu adalah senyuman penuh sandiwara. Senyuman anjing kepada tuannya, seolah tengah memuji mengharapkan imbalan.
Sepeninggal pelayan wanita, Zhou Fan duduk tepat di sisi dinding yang berdampingan dengan ruangan nomor satu. Ia memusatkan pendengaran dan mencoba mencuri dengar apa yang dilakukan Chen Beixian di ruangan itu.
Yin Cun tak mau ketinggalan, mendekatkan kepala bahkan sampai bersandar pada dinding ruangan.
"Tuan muda Chen, menurut kabar yang beredar engkau akan meresmikan gundik gundik baru besok pagi, mengapa engkau masih mencari kehangatan di luar sedang para wanita telah menunggu di kediamanmu?"
Terdengar suara wanita, nampak erotis dan penuh hawa penggoda.
"Hahaha, untuk para gundik yang baru aku dapatkan tentu saja harus dinikmati saat sudah waktunya. Sekarang aku menginginkanmu, baru besok malam bersama mereka."
Yin Cun yang mendengar perkataan Chen Beixian langsung mengepalkan tangan. "Aku tidak akan membiarkanmu melakukan sesuatu terhadap Ling'er!"