Legenda Petarung (2)

Legenda Petarung (2)
Chapter... 221 : Wujud Asli Singa Bersayap


Sian Lou terdiam beberapa saat, meski talah menebak kekuatan Zhou Fan tidak lemah tak mengira akan mencapai tingkatan begitu tinggi.


"Aura yang kuat, tapi belum cukup untuk mengalahkanku." Shizi begitu percaya diri, tak memandang keberadaan empat lawan yang sudah bersiap menyerang.


Hal ini membuat Sian Lou mendengus, kemudian melirik tiga orang di sampingnya. "Kita lawan dia!"


"Aku ingin lihat apa yang dapat kalian perbuat." Tawa mengiring ekspresi wajahnya, begitu arogan dan penuh kesombongan. Sekali lagi Shizi menciptakan tombak petir dan langsung melemparnya.


Zhou Fan melirik sang guru, memberikan sebuah tanda. Tak perlu banyak bicara Sian Lou sudah memahaminya, pasangan guru-murid itu seolah memiliki pikiran yang saling terhubung satu sama lain.


"Matriark Xue, kau serang dia secara langsung." Sambil berkata Sian Lou menciptakan robekan ruang, dengan dibantu Zhou Fan proses menjadi lebih cepat.


Zhou Fan melesat masuk, keberadaannya tak diketahui oleh Shizi. Sontak hal ini membuat dewa beast itu mencari dan memeriksa keadaan sekitar. Namun sebelum menemukan keberadaan Zhou Fan, dari depan dua wanita mendekat dan mengeluarkan serangan.


Sian Lou mendukung dari belakang, tak jarang melempar serangan dan mengacaukan pergerakan sangat lawan.


Shizi meraung marah, dia mengayunkan tombak petirdan memaksa tiga orang yang menyerang mundur mencari jarak aman. Namun ia melupakan satu orang yang tak harusnya diabaikan.


"Inilah saatnya ... Tebasan Ganda!" Zhou Fan muncul tiba-tiba, dengan pedang darah malam mengeluarkan jurus tebasan ganda.


Shizi merasakan lonjakan kekuatan yang tak seimbang, ia spontan memutar kepala melihat sosok yang sebelumnya hilang muncul dengan serangan mematikan.


"Kalian, para manusia sialan!" Tanpa persiapan Shizi langsung membalikkan tubuh dan menyilangkan kedua tangan.


Blar!


Asap membumbung tinggi, pandangan sejenak menjadi buram. Namun tak bertahan lama, karena tepat setelah itu dua sosok keluar dari sana dan membuat asap seketika berpencar.


Zhou Fan mendarat tanpa luka, memang bukan dirinya yang terkena serangan. Berbeda dengan Shizi yang nampak cairan merah merembes di kulit tangannya.


"Itu berhasil!" Xue Bing Yu tak mengira satu kali kombinasi mampu membuat luka dewa beast. Padahal ia dan juga Sian Lou dalam pertarungan sebelumnya sama sekali tak mampu mendaratkan serangan bahkan sekedar mengoyak pakaian.


"Tapi hanya luka ringan," ucap Zhou Fan dengan nada menyesal.


Selain luka di tangan, tak ada luka yang lain. Tebasan ganda hanya berdampak ringan terhadapnya.


Kenyataan ini tentu membuat Zhou Fan terkejut, ia sangat yakin jika petarung dewa bintang sembilan pun akan kesulitan menahan jurus tebasan ganda secara langsung. Akan tetapi pria ini dapat melakukannya, mungkinkah ini adalah faktor karena dia adalah beast. Bagaimanapun tubuh beast lebih kuat dibandingkan dengan manusia.


"Tak masalah, ini adalah awal yang bagus. Setelah ini kita pasti mampu mengalahkannya." Dengan melihat keberhasilan ini, Sian Lou yakin jika mereka dapat mengalahkan dewa beast, itu hanya masalah waktu dan kerja keras mereka.


"Bajingan, jangan harap ada lain kali. Aku--Shizi akan menghabisi kalian semua!" Luka ini adalah yang pertama setelah ia baik tingkat menjadi dewa beast, ia tak rela jika dikalahkan oleh manusia yang ia anggap sebagai keberadaan rendah.


Zhou Fan tak menghiraukan ucapan Shizi, bersiap dengan cara yang sama, melakukan gerakan yang sama.


"Apakah cara yang sama akan berhasil?" Xue Bing Yu sedikit ragu, ia melihat dewa beast memiliki kecerdasan setara dengan manusia, jelas tak boleh diremehkan.


"Matriark Xue, sebelum mencoba kita tak akan tahu apa akan berhasil atau tidak." Sian Lou kembali merobek ruang dan Zhou Fan masuk ke dalam. Di sisi lain Xue Bing Yu dan Leng Shui mengeluarkan aura dewi es, menyerang Shizi bersama.


Kali ini Shizi tak terpancing. "Bedebah! Apakah kakian pikir aku akan terjebak untuk yang kedua kalinya? Kalian akan menyesal karena mengulang trik sama kepadaku." Ia memusatkan perhatian untuk bersiap menyambut kedatangan Zhou Fan.


Ketika sobekan ruang tercipta, energi di sekitar akan sedikit kacau. Mungkin orang biasa tak akan dapat menyadarinya, tapi bagi seorang yang memiliki kepekaan yang tinggi, pasti akan dapat menemukannya.


Setelah diam beberapa saat, Shizi merasakan energi alam di belakangnya sedikit terganggu. Memutar tubuh langsung mengayunkan tombak menyabit tanpa belas kasihan.


Wosh...


Sobekan ruang hilang, tak seorang pun muncul dari sana. Wajah Shizi memburuk, sementara Sian Lou dan yang lain mengerutkan kening terheran.


"Aku di sini!" Sobekan ruang muncul tepat di atas kepala Shizi, Zhou Fan menjatuhkan diri sambil mengeluarkan jurus tebasan ganda.


Shizi terkejut bukan main, dia langsung merunduk dan berusaha menghindar. Namun kemunculan Zhou Fan yang tanpa diduga membuat ia tak cukup cepat untuk menarik tubuhnya.


Merasa menghindar akan sia-sia, Shizi mengarahkan tombaknya menahan serangan jurus milik Zhou Fan.


BLAR!!


Ledakan dahsyat terdengar hebat, mengguncang daratan membuat semua orang memandang.


Zhou Fan terhempas, begitupun dengan Shizi. Keadaan keduanya tak jauh berbeda, beberapa luka bersemayam di tubuh mereka. Leng Shui dengan cepat menahan tubuh Zhou Fan agar tak terlempar begitu jauh, "Apakah kau baik baik saja?"


Zhou Fan mengangguk, kembali mengeratkan pedang darah malam.


Sementara Sian Lou yang melihat kesempatan, melesat bersama Xue Bing Yu. Dua petarung dewa bintang delapan mengeluarkan serangan andalan. Suara menggelegar sekali lagi membuat ratusan pasang mata menyaksikan.


Shizi mundur sambil bertahan, ia benar-benar dipaksa dalam keadaan seperti ini. Ia adalah dewa beast. Seharusnya ia dapat mengalahkan mereka, tapi karena seseorang, ia harus berada dalam situasi tidak menyenangkan.


"Matriark Xue, tak perlu menahannya. Ini adalah kesempatan sempurna!" Sian Lou berteriak, bersamaan dengan itu ia mengeluarkan jurus tongkat penggetar langit.


Xue Bing Yu memejamkan mata sekilas, membuka fungsi tubuh dewi es. Seketika aura dalam tubuhnya meningkat pesat, tak menunggu lebih lama dengan sebuah pedang ia mengeluarkan serangan andalannya.


Dua jurus bergerak beriringan, kekuatan besar nampak jelas dapat dirasakan. Shizi memeluk lutut melipat tubuhnya, energi seolah terpusat padanya.


Roar!!


Menghadapi serangan dengan serangan, Shizi berhasil menahan jurus Sian Lou dan juga Xue Bing Yu. Namun, luka di tubuhnya semakin parah.


Sian Lou yang melihat serangannya belum mampu mengalahkan Shizi kembali menyerang, Xue Bing Yu yang tak mau ketinggalan ikut berkelebat memburu dengan pedang terselimuti aura es.


Melihat dua orang mendekat, Shizi bergeming tak melakukan upaya apapun. Seolah dia pasrah dan menerima kekalahan. Namun itu tidak mungkin terjadi, tepat ketika jarak hanya beberapa langkah. Dari tubuh Shizi keluar sinar samar yang perlahan semakin terang.


"Hahahahahaha, kemarilah kalian--manusia bodoh!"


"Guru!"


"Guru!"


Zhou Fan dan Leng Shui berseru serentak, mereka merasakan suatu yang bahaya terpancar dari aura milik Shizi. Tapi peringatan tak bisa didengar oleh Sian Lou dan Xue Bing Yu, bahkan belum juga mulut mengatup sempurna, ledakan energi yang dahsyat membuat dua guru terhempas terbang.


Shiiing ... BLAR!


Zhou Fan dan Leng Shui dengan cepat menangkap guru mereka, meski pada akhirnya harus terseret beberapa langkah sebelum mampu berhenti.


Sian Lou memegang dada sambil berusaha mempertahankan posisinya, sementara Xue Bing Yu menjadikan pedang sebagai penyeimbang tubuhnya. "Apa itu?"


"Kalian memaksaku, aku tak akan mengampuni kalian." Singa setinggi sepuluh kaki nampak mengerikan dengan petir dan es menyelimuti tubuhnya, nampak juga sepasang sayap yang membentang sepanjang lima belas kaki.


Air muka Sian Lou berubah, tak menutup kemungkinan juga Zhou Fan. "Apakah ini wujudnya yang asli?!"