Legenda Petarung (2)

Legenda Petarung (2)
Chapter... 164 : Memang Mencari Kematian!


Bugh!


Bruak...


Tubuh Zhu Ma tehempas dan menghantam sebuah pohon di belakang. Pukulan yang keras bahkan membuat batang pohon itu tumbang.


Wajah Zhu Ma memarah marah, dia bangkit dengan mulut penuh darah. "Bajingan, kau curang!"


Ciu San tersenyum mencibir, menunjukkan sebuah buntalan yang tersemat di antara gigi. "Itu yang dinamakan cerdik,"


Pluih...


Karena tak lagi dibutuhkan Ciu San membuang kantung yang sempat dia isi dengan bubuk racun. Selama pertarungan ia menyimpan buntalan kecil itu dalam mulutnya, ketika jarak mereka hanya dipisahkan dua senjata yang saling beradu, dengan cepat ia menjulurkan lidah dan sekali membidik tepat mengenai wajah Zhu Ma.


Zhu Ma mengepalkan tangan, ia sangat ceroboh dan tak mengira pria gempal ini akan berbuat hal licik kepadanya.


Ciu San tersenyum, dia memutar kapak hendak mengakhiri pertarungan. Namun sebelum kapak menghantam tubuh Zhu Ma, pria tua--pemimpin faksi serigala timur menghalau dengan pedang di tangannya.


Tubuh Ciu San tak kuat menahan tebasan pedang seorang petarung suci bintang tiga, ia terhempas dan hampir menghantam sebuah batu besar yang ada di belakang jika tidak ditahan oleh Zhou Fan.


"Faksi serigala timur memang tidak masuk akal, pertarungan satu lawan satu mengapa kau ikut campur?"


Mendengar ucapan Zhou Fan, pemimpin faksi serigala timur mendengus. "Dia menggunakan racun dalam pertarungan, menyerang secara diam-diam. Andai tidak menggunakan trik sudah pasti dia yang akan kalah."


Zhou Fan tersenyum mencibir, "Pak tua, ini bukan dalam sebuah turnamen yang terdapat peraturan menggunakan trik rahasia. Salahkan saja orang mu yang terlalu meremehkan lawan dan akhirnya kelengahan berakibat fatal bagi dirinya."


Pemimpin faksi serigala timur tak mau tahu, bagaimana mungkin ia terima orangnya dilukai. Ia harus balas dendam!


"Bangsat, kalian jangan harap bisa pergi." Dengan itu tujuh orang lainnya mengeluarkan senjata dan sudah bersiap dengan kuda-kuda.


"Hem... " Zhou Fan memberikan pill pemulihan kepada Ciu San, setidaknya itu akan mengembalikan tenaga dalam yang terkuras.


Zhou Jim melompat keluar dari saku jubah, bentuk tubuhnya yang besar dan mencolok membuat mata kesembilan orang terbelalak.


"Beast tingkat delapan!" Pemimpin faksi serigala timur terkejut dengan kemunculan serigala berbulu kuning keperakan yang ada di sisi Zhou Fan. Namun, hanya sesaat ekspresinya sudah kembali seperti semula.


"Ternyata kau memiliki bantuan, pantas saja sangat percaya diri. Namun, serigala ini tak akan mampu menghadapi ku."


Zhou Fan tersenyum sinis, "Untuk menghadapi kau, aku sendiri sudah cukup. Keberadaannya untuk menghabisi orang-orangmu."


Pemimpin faksi serigala timur menggeram marah, rahangnya mengeras dengan sorot mata tajam. "Baik, kau berhasil membuatku marah, kau akan menerima akibatnya!"


Pedang di tangan pemimpin faksi serigala timur bergerak, dia mengekuarkan serangan. "Pedang halilintar!"


Jurus itu menghujam ke tempat Zhou Fan tapi sangat mudah dipatahkan.


Zhou Fan masih berdiri di tempatnya, sama sekali tak beranjak bahkan hanya satu langkah pun.


"Jurus yang kuat," ucap Zhou Fan.


"Bangsat, jangan sombong!" Pemimpin faksi serigala timur merapatkan gigi,


Dengan perasaan marah ia melesat menyerang Zhou Fan. Pedang ia gerakkan dan sekali lagi mengeluarkan serangan, tapi dengan sangat mudah di halau oleh Zhou Fan, bahkan tak membutuhkan upaya yang merepotkan.


"Hei, kemana kau menaruh perhatianmu?" Zhou Fan menghantam tubuh pemimpin faksi serigala timur beberapa kali, membuat pria tua itu mundur sambil menahan perut yang terasa sakit.


Serangan Zhou Fan membuat pemimpin faksi serigala timur menyadari bahwa memang kekuatan lawan bukan berada di tingkat yang sama, apa lagi di bawah tingkatannya. Sungguh ia keliru dalam mencari lawan.


Zhou Fan melihat gelagat aneh pria tua lawannya, ia melesat dan memburu sambil menempatkan pedang di depan tubuhnya.


"Kenapa sekarang kau ragu? Apakah hanya sampai sini seorang pemimpin faksi serigala timur?"


Mendengar ucapan Zhou Fan pria tua sangat marah, tapi ia tahu tak akan menang melawan Zhou Fan.


"Mari singkirkan masalah di antara kita. Kita akhiri pertarungan ini dan untuk kedepannya tidak saling mengganggu." Pria tua menurunkan pedang berusaha mencari jalan tengah demi mempertahankan nyawa.


Namun Zhou Fan hanya diam, membuat pria tua tersenyum masam. "Jika begitu aku tak akan membiarkanmu hidup!"


Pemimpin faksi serigala timur mengeluarkan sebuah botol giok, melemparkannya ke wajah Zhou Fan. Namun tepat sebelum botol giok mendarat, tangan Zhou Fan menahannya.


Hem...


"Racun? Nampaknya memang kematian yang pantas untukmu." Zhou Fan melempar racun itu kembali, sementara ia melesat memburu dengan pedang di tangannya.


Wajah pria tua memburuk, tak disangka niatnya melemahkan kewaspadaan berakhir gagal.


Berusaha mundur pria tua mensngkis botol giok, racun itu pun tumpah dan mengenai tubuhnya. Tubuh terasa terbakar, sangat panas dan menyakitkan. Namun tidak sampai di sana, Zhou Fan melesat dan menghantam tubuhnya dengan bilah pedang yang tumpul.


Bang!


Tubuh pria tua itu terhempas dan menghantam tanah dengan keras.


"Saat menggunakan trik licik, pastikan kau berhasil atau trik itu akan berbalik kepadamu."


Pemimpin faksi serigala timur menatap Zhou Fan dengan perasaan penuh dendam, tapi tangannya menggaruk tubuh yang terasa panas sekaligus gatal. Bahkan tak ragu ia menggunakan kuku sampai mengoyak pakaian serta kulit tubuhnya.


Zhou Fan hanya memandang, menyaksikan pemimpin faksi serigala timur yang kesakitan akibat racun miliknya sendiri.


Sementata di sisi lain delapan orang menghadapi Dua Kapak Kembar yang dibantu Zhou Jim harus menerima kekalahan. Kecepatan Zhou Jim serta kombinasi dua saudara kembar itu sangat mengerikan.


"Kenapa kau melihatku, ada masalah? Berdiri jika kau bisa?" Ciu San tersenyum menghina, memandang Zhu Ma yang sudah dalam keadaan tak berdaya.


Zhu Ma merapatkan gigi sambil mengepalkan tangan, ingin sekali ia mencabik Ciu San. Namun tubuhnya tak mampu beranjak lebih jauh lagi dan pandangan pun perlahan mulai nampak kabur.


Masih dengan dendam yang membara pria itu mati, mata melotot dan masih memandang Ciu San.


Kembali ke tempat Zhou Fan, pemimpin faksi serigala timur sudah lemah, ia tak bisa lagi menggerakkan tubuhnya dan nampak telah menyerah akan nyawanya.


Zhou Fan berniat menebas kepala pria tua itu, tapi sebelum ajal menjemput dia berkata. "Setelah ini Kota Zi akan menghadapi gelombang serangan beast yang lebih besar. Kau akan mati, seluruh kota akan mati!"


Zhou Fan menyipitkan mata, tanpa menunggu lebih lama menebas kepala pemimpin faksi serigala timur.


"Serangan gelombang beast, aku sangat menantikannya."