
Di Desa Huan, ratusan orang berkumpul dengan pakaian berbeda. Nampak dua kubu saling berseberangan menunjukkan aura perselisihan dengan nyata.
"Di mana saudaraku, kenapa tidak muncul dan hanya kalian?" Yang berkata adalah pria tua berpakaian hitam dengan rambut panjang, dia tak lain dan tak bukan ialah Sian Ying--Penguasa Barat.
Sian Hui mendengus mendengar perkataan Sian Ying, tak satu kata pun ia lontarkan untuk menanggapi.
"Patriark, sebelumnya mereka enggan untuk membuka peninggalan ini. Tapi begitu akan terbuka malah berkumpul dengan begitu banyak orang." Tetua Klan Sian Barat berkata dengan nada penuh mencemooh.
"Memang kami tak memiliki niat untuk membuka peninggalan ini. Namun juga tak akan membiarkan kalian mendapatkan keuntungan, oleh karena itu lebih baik berusaha mengambilnya." Sian Hui sama sekali tak ragu walau di pihak lawan terdapat dua petarung tingkat dewa, sementara di pihaknya hanya ada dirinya.
Sian Ying ingin berkata, tapi melihat waktu yang telah ditunggu tiba ia tak mau menunggu lebih lama. "Tetua, lakukan sekarang!"
Tetua yang membawa segel giok di kedua tangannya menyatukan menjadi satu bagian, kemudian mengangkatnya tinggi sambil merapalkan beberapa patah kata. Sinar samar berwarna kekuningan melonjak tinggi ke atas, dari sinar itu muncul sebuah gerbang yang menuju ke altar peninggalan.
Sian Ying tak mau menunggu waktu lama, langsung masuk dengan membawa orang-orangnya. Tak lupa keberadaan Klan Ma dan juga Klan She selalu siap sedia di samping, mereka mengikuti Sian Ying masuk ke dalam.
Sian Hui dengan ratusan orang termasuk kelompok dua klan pendukung masuk. Sementara di luar desa seekor serigala melesat dengan cepat membawa pria muda di punggungnya.
"Itu adalah tanda gerbang telah terbuka. Jim, percepat larimu!" Zhou Jim melesat lebih cepat, meninggalkan Ciu San dan juga Zhi Long di belakang.
"Apakah kita urungkan saja, mungkin kita akan terlambat." Nafas Ciu San sudah memburu, mengikuti langkah Zhou Jim sungguh membuat dirinya bekerja lebih keras dari pada berhadapan dengan lawan.
Zhi Long mengabaikan ucapan sang kakak, terus melesat karena berpikir masih ada kesempatan untuk masuk ke dalam altar peninggalan. "Cepatlah, ingat kata pencuri!"
Ciu San mendengus, kemudian mengambil nafas. "Terus lari!"
...
Di sisi lain Zhou Fan telah memasuki Desa Huan. Melihat sebuah gerbang yang tercipta di tengah desa tanpa berpikir lebih lama ia masuk ke dalamnya.
Wush...
Sebuah ruangan seperti istana tapi memiliki aura yang berbeda. Ini semacam istana yang telah lama terbengkalai, beberapa dinding terlihat retak dan berlubang.
Zhou Fan melirik Zhou Jim, serigala nya itu berada tepat di sampingnya. Beruntung mereka tak terpisah karena menurut catatan sejarah gerbang akan membawa mereka ke tempat yang berbeda. Namun, masih berada dalam cakupan wilayah altar peninggalan.
"Sebaiknya aku segera bergerak, karena kelompok lain telah masuk terlebih dahulu membuat mereka satu langkah di depan." Zhou Fan melihat hanya ada satu jalan, ini membuatnya berjalan tanpa keraguan.
Namun beberapa lama ia mulai menyadari, bahwa ia seolah hanya berjalan memutar. "Sepertinya aku memang berjalan memutar." Sebagai bentuk upaya, Zhou Fan membuat beberapa tanda dan menempatkannya di dinding sejajar yang hanya berjarak tiga langkah satu sama lain.
Zhou Fan kembali berjalan, tapi seperti dugaannya. Ia kembali ke tempat tanda dibuat. Hal ini membuat dua alis bertautan, merasa janggal dengan kejadian yang dialaminya.
Sejenak Zhou Fan berpikir, memangut dagu sambil memperhatikan keadaan sekitar. Akan tetapi pikirannya terbatas pada dua dinding yang seolah membatasi pergerakannya. Jelas sekali jika ia hanya berjalan lurus, tapi mengapa bisa kembali ke tempat semula.
Hanya ada satu kesimpulan, ia berjalan di sebuah lingkaran. Sejauh apapun kaki melangkah bahkan jika diteruskan sampai seribu tahun, jika ini benar berbentuk lingkaran maka jalan keluar tidak akan pernah didapatkan. Harus memikirkan cara yang berbeda.
Zhou Fan pun mendekat dan memperhatikan dinding bagian itu sedikit berbeda dengan permukaan dinding sekitarnya.
"Jim, kau minggir sebentar." Zhou Fan mengepalkan tangan, satu tinju menghancurkan dinding labirin.
Ekspresi puas menghiasi wajahnya, melewati lubang berukuran besar yang telah ia ciptakan. Tak lama suara langkah kaki terdengar, membuat Zhou Fan langsung siaga.
Lima pria muncul di hadapannya, mengenakan pakaian hitam dengan corak merah. Pakaian yang tak asing membuat mata Zhou Fan berubah tajam. "Klan Ma!"
Keberadaan Zhou Fan mengejutkan mereka, tanpa banyak berkata langsung mengeluarkan senjata. Namun kecepatan terlalu lambat, dengan tangan kosong Zhou Fan mampu menghempaskan mereka semua.
Dinding bergetar, serpihan kecil berjatuhan. Zhou Fan mengambil cincin yang terlihat di matanya, mengumpulkannya menjadi satu dan menyimpan dalam cincin penyimpanan.
Zhou Fan berjalan menyusuri lorong, melihat di depan ada belokan. Suara langkah kaki kembali terdengar, datang dari arah belokan. Pedang sudah keluar bersiap akan menyerang. Namun, wajah sosok yang muncul membuat Zhou Fan terdiam.
"Kau ... !" Bukan hanya Zhou Fan yang terkejut, tapi juga wanita muda itu.
"Bagaimana mungkin kau bisa kesini?" Dia nampak tak bisa percaya, karena wilayah ini bukan sembarang orang dapat memasukinya.
Zhou Fan masih diam membuat wanita muda itu mendekat. Ekspresi wajahnya memburuk kala tak sanggup menelisik kekuatan Zhou Fan. "Bagaimana bisa kultivasimu meningkat pesat!"
"Apakah kau kecewa?" Nada suara nampak mengejek. Sebenarnya Zhou Fan juga tak percaya wanita muda di hadapannya ini naik tingkat begitu cepat. Namun, setelah mengingat bahwa dia memiliki tubuh dewi es juga tak mengherankan atas peningkatannya
"Ya, aku sedikit kecewa karena tak bisa membalasmu." Dia adalah Leng Shui, dia masih menaruh dendam terhadap Zhou Fan. Pertemuannya dengan Zhou Fan ini sangat kebetulan, sangat disayangkan kekuatannya tak cukup untuk mengalahkan Zhou Fan.
Hem...
"Kau tak akan bisa melakukannya," ucap Zhou Fan yang membuat Leng Shui mendengus.
"Kau akan kemana?" Leng Shui yang melihat Zhou Fan mulai melangkah pun bertanya.
"Tentu saja mencari jalan keluar."
Mendengar jawaban Zhou Fan, Leng Shui tersenyum mencemooh. "Aku telah berputar tiga kali, tapi tak menemukan jalan keluar. Ini seperti sebuah lingkaran yang mana akan membuat kita terus berputar tanpa akhir."
Langkah kaki Zhou Fan terhenti, kemudian mencermat perkataan Leng Shui. Jika benar seperti itu apakah ia harus melakukan hal yang sama, menghancurkan dinding untuk membuat jalan keluar?
Mungkin hanya itu satu-satunya cara yang dapat ia lakukan.
Leng Shui melihat gelagat aneh Zhou Fan, bersiap menghancurkan dinding dengan tinjunya. Ia hanya diam karena berpikir mungkin memang benar jalan keluar ada di sana.
Blar!
Dinding hancur dan sekali lagi menciptakan sebuah lubang. Tanpa banyak berkata ia melewati jalan keluar ciptaannya, juga Leng Shui yang tak mau ketinggalan langsung menyusul tepat di belakang setelah Zhou Jim. Namun, bukan keluar dari labirin mereka malah dipindahkan ke labirin serupa dengan ukuran lebih besar. Seperti lingkaran di luar lingkaran.