Legenda Petarung (2)

Legenda Petarung (2)
Chapter... 197 : Sian Yuezhi


Hari demi hari berlalu, dalam kurun waktu ini Zhou Fan berada di kediaman Sian Yu yang merupakan anggota Klan Sian Timur. Zhou Fan belum mencoba datang menemui sang guru lantaran tengah berkultivasi.


Seperti biasa, Zhou Fan selalu duduk bersila di sebuah batu depan halaman kediaman Sian Yu. Batu berukuran besar sangat cocok digunakan sebagai tempat bertapa dengan energi alam yang melimpah.


Ciu San berada di dalam ruangan, Zhi Long pergi ke ruang buku kediaman. Sementara Zhou Jim duduk manis di samping Zhou Fan.


"Apakah kau benar-benar murid Penguasa Timur?"


Mendengar sebuah suara Zhou Fan perlahan membuka mata, mendapati wanita muda yang jika tak salah merupakan keponakan Sian Yu. "Percaya atau tidak sama sekali tak mengubah kenyataan." Baru saja kelopak mata hendak menutup, Sian Yuezhi duduk di sampingnya.


"Bukan seperti itu, hanya saja Penguasa Timur merupakan orang besar. Tidak mudah menjadi muridnya karena memiliki kriteria yang tinggi, bahkan di antara generasi Klan Sian tak satupun yang menjadi muridnya."


Zhou Fan mengamati wanita muda yang sekiranya berusia 24 tahun, tidak ada niat buruk yang tersirat dalam ekspresinya. "Sebelum menjelaskannya, kau harus menjelaskan beberapa hal kepadaku."


Sian Yuezhi menyipitkan mata, kemudian menoleh sambil berkata. "Apa? Katakan saja."


"Guru disebut Penguasa Timur, sebenarnya terdapat berapa penguasa di daratan dewa?" Sejak mendengar nama Penguasa Timur dalam benak Zhou Fan selalu bertanya, tapi tak bisa mengungkapkannya. Mungkin ia dapat mendapatkan jawaban dari wanita di sampingnya.


Sian Yuezhi mengelus dagu sejenak, pada akhirnya memberikan jawaban. "Kau harus tahu bahwa Klan Sian merupakan Klan terbesar yang ada di daratan dewa. Empat klan lain yang ada di daratan dewa berada di bawah kekuasaan Klan Sian."


Zhou Fan diam menyimak dengan seksama, ia menanti karena melihat Sian Yuezhi belum selesai dengan penjelasannya.


"Namun Klan Sian yang merupakan penguasa daratan dewa memiliki konflik yang pelik, terjadi dualisme yang mengakibatkan keadaan klan terbelah menjadi dua kepemimpinan. Dua bagian ini disebut dengan timur dan barat, karena melihat dari letak wilayah kekuasaan masing-masing."


Zhou Fan mengerti, jadi gurunya merupakan pemimpin dari Klan Sian yang menguasai wilayah bagian timur. Oleh sebab itu disebut dengan Penguasa Timur. "Lantas siapa Penguasa Barat?"


"Penguasa Barat adalah Sian Ying." Mendengar jawaban Sian Yuezhi, Zhou Fan seketika mengeluarkan gulungan yang berisi silsilah dari cincin penyimpanan.


"Bukankah dia adalah saudara dari guru?" Zhou Fan menunjuk nama Sian Ying, sementara mata Sian Yuezhi menatap gulungan dengan terkejut.


"I-ini ... Bagaimana kau dapat memilikinya?" Silsilah klan hanya dimiliki oleh garis keturunan utama, tentu Sian Yuezhi terkejut mendapati gulungan berada di tangan Zhou Fan.


Namun Zhou Fan tak menjawab, membuat Sian Yuezhi menggaruk tengkuk kepalanya. "Emng... Memang mereka adalah saudara, bukankah hal ini sudah sangat wajar dalam perebutan kekuasaan?"


Zhou Fan masih diam, dia tak percaya jika gurunya tertarik dengan hal semacam itu.


"Sebenarnya Penguasa Timur telah menyerahkan seluruh kekuasaan kepada adiknya--Sian Ying yang sekarang menjadi Penguasa Barat. Namun karena banyak hal menyimpang yang telah dilakukan termasuk ikut campur masalah antar kekaisaran, Penguasa Timur datang setelah bertahun-tahun pergi."


Sian Yuezhi juga menambahkan jika klan kuno tidak seharusnya ikut campur dalam masalah antar kekaisaran, peraturan tidak tertulis itu telah diterapkan dalam kurun waktu yang lama.


Hem...


Bahkan saat berada di Sekte Bulan Sejati, dirinya hanya menduduki posisi tetua murid luar yang mana sangat tidak sebanding dengan kekuatannya. Jika dia mau bahkan sangat mudah untuk merebut posisi ketua sekte, tapi tak dia lakukan.


"Apakah kau mau berkeliling?" Pertanyaan Sian Yuezhi sangat tiba-tiba, membuat Zhou Fan tidak terlalu dengar dan hanya menyatukan kening dengan heran.


Sian Yuezhi kemudian bangkit, "kau baru saja datang, tentu tak banyak mengenal wilayah sekitar sini. Aku akan menemanimu berkeliling melihat keadaan sekitar, bagaimana?"


Sejenak Zhou Fan hanya diam, berpikir berada di kediaman Sian Yu tanpa melakukan apapun juga terlalu membosankan. Tidak ada salahnya berkeliling sambil menikmati keadaan sekitar Kota Cahaya.


Jadinya mereka berdua keluar setelah berpamitan kepada Sian Yu.


"Ini adalah pusat Kota Cahaya, wilayah paling ramai jika membandingkan dengan wilayah sekitar."


Zhou Fan mangut mangut mendengar penjelasan Sian Yuezhi, dia dapat melihat begitu banyak orang berlalu lalang melakukan pekerjaan masing-masing. Sian Yuezhi cukup baik, dia begitu telaten menjawab pertanyaan yang tak jarang keluar dari mulut Zhou Fan.


Namun langkah mereka terhenti ketika berhadapan dengan beberapa pria yang tak tahu datang dari mana. "Yuezhi, kamarin mengajakmu untuk keluar jalan-jalan. Namun kau menolaknya berdalih banyak pekerjaan, apakah ini yang kau maksud pekerjaan?"


Mata Zhou Fan langsung menyipit, sementara Sian Yuezhi nampak enggan dan tak mengharapkan pertemuan dengan pria yang mengenakan setelan pakaian biru muda.


"Sian Lei, kenapa kau berada di sini? Ini bukan wilayah kalian." Namun pria berumur dua puluh tujuh tahun itu tidak peduli, beralih memandang Zhou Fan dengan tatapan tajam.


"Kau siapa, beraninya berjalan dengan Yuezhi-ku!"


Mendengar ucapan Sian Lei, Zhou Fan memandang Sian Yuezhi. Jika diperhatikan Sian Yuezhi memang merupakan wanita yang cantik, kultivasi nya jiga tidak rendah, berada di tingkat petarung senior bintang sembilan. Namun, jelas jika dia tidak menyukai pria bernama Sian Lei ini.


"Sebaiknya kau pergi," ucap Zhou Fan.


Sian Lei terkejut mendengar kata Zhou Fan, tak disangka pria ini berani menyuruhnya pergi. Sambil mengepalkan tangan dia melangkah maju, "Bangsat, siapa kau! Siapapun yang merebut Yuezhi dariku, akan menerima akibatnya!"


Sian Yuezhi memisahkan Sian Lei, membentangkan tangan di depan tubuh Zhou Fan. "Sian Lei, jika para tetua di kediaman timur mengetahui kau berada di sini. Kau akan menerima akibat yang tak bisa kau bayangkan!"


Mendengar ancaman Sian Yuezhi, Sian Lei mundur. Dengan menggertakkan gigi dia pergi, tapi lirikan mata yang penuh dendam masih tertuju kepada Zhou Fan. "Yuezhi, suatu saat nanti kau akan menjadi milikku. Setelah kakekku berhasil menyatukan Klan Sian di bawah kekuasaannya, kau akan menjadi istriku! Dan untuk pria di belakangmu, dia akan menerima akibatnya!"


Tepat setelah itu Sian Lei pergi bersama teman-temannya, meninggalkan wilayah timur yang memang bukan wilayah mereka.


Zhou Fan memandang punggung lima orang yang telah lenyap terhimpun penduduk berlalu lalang. Sementara Sian Yuezhi menghela nafas panjang, menyiratkan kelegaan setelah kepergiaan Sian Lei dan keempat temannya.


"Abaikan tentang mereka, kita lanjutkan keliling sekitar Kota Cahaya." Sian Yuezhi mengajak Zhou Fan.


Meski Zhou Fan mengangguk dan mengikuti kemana Sian Yuezhi melangkah, dalam kepala dia masih memikirkan masalah sebelumnya. Sian Lei menyebut jika kakeknya akan menyatukan Klan Sian, bukankah berarti dia adalah cucu Sian Ying? Kemudian identitas Sian Yuezhi, tidak mungkin jika Sian Lei tertarik dengan wanita yang biasa-biasa saja.