
Setelah kepergian gurita air asin Zhou Fan menyuruh nahkoda kapal untuk melanjutkan perjalanan, tapi layar kapal rusak akibat auman gurita yang sangat keras.
Beruntung tiang ataupun lambung kapal tidak terkena dampak serangan gurita air asin, entah bagaimana lagi mereka akan melanjutkan perjalanan jika kedua bagian penting itu hancur. Sedang untuk layar sendiri masih bisa diperbaiki dengan beberapa peralatan milik para penumpang, kain sisa pun masih bisa digunakan.
Setelah semua kembali normal, kapal melaju dengan cepat menuju Kota Dianlan.
Begitu turun dari kapal, satu hal yang Zhou Fan cari adalah kedai. Ia membutuhkan informasi tentang keluarga Chen sebanyak mungkin dan kedai menjadi tempat yang paling tepat.
Zhou Fan mendapati sebuah kedai yang nampak berdiri kokoh walau tanpa ada bangunan lain di sekitarnya.
Keempat orang itu memasuki kedai, semua mata yang ada memandang mereka. Zhi Long tepat di samping Zhou Fan, matanya menyipit heran memperhatikan sekitar.
Mereka menuju ke sebuah meja yang kosong, duduk dan memesan. Sekarang pelayan wanita datang, membawa nampan serta buku catatan.
Zhou Fan memesan makanan, juga minuman. Pelayan mencatat semua yang keluar dari mulut sang pelanggan, kemudian pamit hendak kembali. Namun Zhou Fan menghentikannya, menyuruhnya agar tetap berada di sana.
"Tunggu sebentar, ada hal yang ingin kami tanyakan." Mendengar kata Zhou Fan, pelayan itu melirik ke sana kemari, kemudian menghela nafas panjang.
Zhou Fan cukup heran dengan sikap pelayan ini, tapi ia memilih untuk mengabaikannya dan mulai mengeluarkan pertanyaan. "Kami ingin mendengar informasi tentang keluarga Chen."
Pelayan itu menyipitkan mata, sempat berpikir pertanyaan akan menyasar ke beberapa informasi yang lebih rahasia. Ternyata malah bertanya hal semacam ini.
"Tuan, keluarga Chen merupakan salah satu dari lima bangsawan utama di Kota Dianlan. Engkau tak mengetahui tentang mereka jelas keempat tuan ini bukan berasal dari kota ini." Pelayan itu tidak menjawab dengan langsung, seolah menanyakan identitas Zhou Fan serta tiga orang lainnya.
"Sedang untuk informasi, aku tidak akan berani menyebarkannya secara sembarangan mengingat pengeruh mereka sangatlah besar." Wanita paruh baya itu kemudian pergi masuk ke dalam menyiapkan pesanan.
Beberapa waktu berlalu pelayan itu kembali dengan membawa pesanan, Zhou Fan tak lagi berkata karena nampak jelas pelayan ini tidak akan mau mengatakan apapun kepadanya.
Setelah meletakkan pesanan di meja, pelayan itu pergi dan kembali melakukan pekerjaannya.
Zhou Fan meraih mangkok di hadapannya, ketika menggeser mangkok nampak sebuah kertas di bawahnya. Ia menengok ke arah pelayan wanita, tapi pelayan itu telah kembali ke dapur.
Zhou Fan dengan cepat membuka kertas itu dan perlahan membacanya.
"Jika engkau benar-benar ingin mencari informasi tentang keluarga Chen, temui aku di belakang kedai."
Mata Zhou Fan berkedut, ia kembali melipat kertas itu dan menyimpannya. "Kalian tunggu di sini, aku pergi ke belakang."
Yin Cun yang semula fokus dengan makanannya langsung menengadahkan kepala, tapi kemudian mengangguk dan kembali meneruskan aktivitasnya.
Ciu San serta Zhi Long merasa ada yang tak beres, tapi mereka diam dan memilih untuk percaya kepada Zhou Fan.
Zhou Fan telah sampai di belakang kedai, tapi pelayan wanita itu belum menunjukkan batang hidungnya.
Beberapa lama menunggu tapi tak kunjung juga menemuinya, ia sudah berniat pergi tapi dari pintu belakang kedai wanita itu terlihat berjalan mengendap-endap. Bahkan beberapa kali ia menengok ke sekitar memastikan tak ada yang melihatnya.
Mendapati pertanyaan dari wanita paruh baya ini Zhou Fan menyipitkan mata. Ia tak akan menjawab pertanyaan ini terlebih identitas wanita paruh baya belum ia ketahui dengan jelas.
Melihat Zhou Fan hanya diam wanita paruh baya menghela nafas, kemudian menunjukkan sebuah lukisan. Di sana terdapat seketsa wajah seorang wanita yang mungkin berusia dua puluhan tahun.
Zhou Fan semakin tak mengerti dengan tujuan wanita ini menunjukkan lukisan itu kepadanya.
"Tuan, aku jujur saja kepadamu. Jika engkau memiliki masalah dengan keluarga Chen, aku pun sama. Oleh sebab itu aku bersedia keluar untuk menemuimu." Zhou Fan diam membiarkan wanita paruh baya itu meneruskan perkataannya.
"Semua penduduk kota mengetahui jika tuan muda mereka--Chen Baixian merupakan pria brengsek. Dia selalu mencari wanita-wanita muda yang mempunyai wajah cantik dan tak jarang menculiknya di depan keluarganya. Semua orang tahu bahwa dia lah pelakunya, tapi tak ada yang berani mengambil tindakan karena dia adalah putra tuan besar keluarga Chen."
Zhou Fan mengangkat tangannya, "Bagaimana kau tahu jika aku memiliki masalah yang sama denganmu, jika aku adalah bagian dari mereka kau akan tiada."
Wanita paruh baya menggelengkan kepala. "Dengan cara tuan bertanya saja sudah menunjukkan masalah di antara kalian bukan suatu yang gampang, dan aku menebak bahwa engkau pun datang mencari kenalan wanita tuan. Bukankah begitu?"
Zhou Fan mangut mangut. "Baiklah, aku tahu apa yang kau inginkan. Sekarang katakan kepadaku apa saja informasi yang kau miliki tentang kekuarga Chen."
Wanita paruh baya itu mengatakan dengan gamblang, ia telah menetap di kota ini untuk waktu yang lama, selain itu bekerja di sebuah kedai membuat telinganya menangkap begitu banyak informasi, entah itu secara sengaja atau tidak.
Zhou Fan mencatat semua informasi dalam kepalanya, tak membiarkan satu kata pun terlewat. Setelah penjelasan yang panjang Zhou Fan kembali, pelayan wanita itu juga kembali setelah membiarkan Zhou Fan pergi terlebih dahulu.
"Kau dari mana?" tanya Yin Cun yang telah menghabiskan makanannya. Ia mengira Zhou Fan hanya pergi ke kamar mandi, tapi terlalu lama jika mengatakan sekedar ke kamar mandi.
Zhou Fan tak mengatakan apapun, mengeluarkan sejumlah uang kertas lalu mengajak mereka pergi.
"Kita akan kemana?" Yin Cun masih bingung, sementara Ciu San serta Zhi Long hanya mengikuti tanpa banyak bertanya.
Setelah keluar kedai dan memastikan keadaan sekitar cukup lengang Zhou Fan mengungkap sedikit informasi tentang keluarga Chen.
"Keluarga Chen merupakan salah satu keluarga bangsawan utama yang ada di Kota Dianlan. Kekuatan mereka tidak bisa diremehkan. Yang terkuat di antara mereka adalah petarung suci bintang empat, tapi dia adalah leluhur agung yang sangat jarang keluar."
"Meski begitu aku tetap akan menyelamatkan Ling'er." Yin Cun tetap pada pendiriannya, walau ia sangat lemah, ia tak peduli dan harus menyelamatkan Miao Ling.
Zhou Fan tersenyum samar. "Tentu saja, aku akan selalu membantumu."
Yin Cun membuka peta, helaan nafas terdengar darinya. "Keluarga Chen berada di pusat kota ini, setidaknya membutuhkan satu hari perjalanan mengingat betapa luasnya Kota Dianlan."
Zhou Fan menggelengkan kepala, "Tidak jika kita mempunyai token teleportasi."
Mata Yin Cun menyipit, "Token teleportasi?"
Zhou Fan tertawa lirih, ia baru ingat jika Yin Cun tergolong baru di daratan Tian Hu, pantas jika tak mengetahui tentang token teleportasi.
Perlahan ia menjelaskan, dan Yin Cun nampak sedikit sulit untuk percaya tentang keberadaan alat ajaib tersebut. Namun, hal itu tidak merubah kenyataan bahwa token teleportasi memang benar ada.