
"Jim, kau turun terlebih dahulu."
Zhou Jim mendengar perintah Zhou Fan, melompat masuk ke dalam lorong menurun yang sudah seperti seluncuran. Zhou Fan beralih kepada Leng Shui menyuruhnya untuk turun, tapi dia hanya diam tak memberikan tanggapan.
"Cepat lompat!" Melihat Leng Shui sedikit terhenyak ia langsung menggoyang pundaknya. Seketika wanita itu turun dan meluncur.
Zhou Fan melihat ke belakang, tak ada apapun yang tersisa di dalam ruangan kecuali beberapa kerikil. Tanpa banyak berkata Zhou Fan melompat turun mengikuti Leng Shui dan juga Zhou Jim yang sudah terlebih dahulu.
Tubuh meluncur begitu cepat, kemiringan yang hampir empat puluh darajat membuat permukaan lorong terasa licin. Sekejap mata Zhou Fan menyusul Leng Shui, dengan sedikit menahan kecepatan ia tepat berada di belakangnya.
Tak lama nampak cahaya, tak perlu banyak berpikir Zhou Fan bisa menebak jika itu adalah ujung lorong.
Akh!
Mereka mendarat dengan selamat, tak ada luka atau semacamnya. Sambil bangun mereka membersihkan pakaian yang kotor akibat menyeret permukaan lorong.
"Kau tak apa?"
Leng Shui menggeleng, "Tidak, bagaimana denganmu?"
"Masih aman." Zhou Fan mengedarkan pandangan menelisik sekitar, melihat jika bukan hanya mereka yang telah menemukan tempat ini. Namun anehnya mereka tak melihat kedatangan dia dan juga Leng Shui, bahkan seperti tak melihat bahwa ia ada di hadapan mereka.
"Apakah mereka tak melihat kita?" Leng Shui mendekati beberapa orang yang memakai pakaian serupa dengannya, menggerakkan tangan mencoba menarik perhatian. Namun sama sekali tak ada tanggapan, mereka diam seolah tak melihat bahwa ia ada.
Zhou Fan pun juga melakukannya, menggerakkan tangan ke wajah Sian Yu yang kebetulan berada di depannya. Namun sama seperti Leng Shui, tak mendapat tanggapan.
"Apakah ini ilusi?" gumam Leng Shui pelan.
Akan tetapi Zhou Fan kurang setuju bila mengatakan bahwa ini adalah ilusi. Ekspresi mereka sangat nyata, juga tanpak bercengkrama. Jika ini adalah sebuah ilusi, maka pembuat ilusi sangatlah ahli.
Keduanya tak sadar jika mereka berada di dalam sebuah tugu batu besar yang berdiri kokoh di tengah ratusan orang. Semua orang mengelilinginya, berpikir bahwa itu merupakan prasasti yang dimaksud dalam legenda.
Sementara di luar tugu batu, ratusan orang tengah tengah bersitegang. Mereka semua merebutkan tugu batu untuk kelompok mereka sendiri.
Dari seluruh orang yang berkumpul, terdiri dari tiga kelompok. Yakni Klan Sian Timur yang dipimpin oleh Sian Hui, Klan Sian Barat yang dipimpin oleh Sian Ying. Juga ada Sekte Menara Es yang dipimpin oleh Tetua Yan--Yan Yu.
"Ini hanya tugu batu kosong, tidak berguna!" Perkataan seorang pria tua membuat semua mata memandangnya.
"Jika ini hanya batu kosong, mengapa kalian tidak kembali saja." Ucapan sarkas itu keluar dari mulut Sian Xi--salah satu tetua Klan Sian Barat, juga merupakan salah satu petarung dewa yang ada di dalam altar peninggalan.
Zhou Fan yang mendengar perdebatan mereka sontak mengalihkan pandangan ke sekitar, "Di mana tugu batu yang dimaksud, kenapa aku tidak melihatnya?"
Leng Shui pun berputar, mencari tugu batu yang dimaksud. Namun mereka tak menemukan keberadaan tugu batu itu, hanya ada lautan manusia.
"Tugu batu hanya satu, tak mungkin menjadi milik kita bertiga." Sian Ying angkat bicara, saat ini pihaknya lebih unggul karena terdapat dua petarung tingkat dewa. Namun keberadaan sekte menara es tak bisa dipandang sebelah mata karena di belakang mereka adalah Xue Bing Yu, merupakan orang terkuat di daratan dewa.
Leng Shui menoleh dengan terkejut, tapi dia juga berpikir kemungkinan itu benar. Tak ada penjelasan masuk akal selain mereka ada di dalam tugu batu.
"Lihat! Tugu batu bersinar!" Teriakan itu sontak menarik perhatian semua orang menuju ke arah tugu batu. Benar saja, tugu batu bersinar kemerahan dan itu membuat ekspresi mereka semua menjadi semangat.
Zhou Fan yang ada di dalam perlahan menengadahkan kepala, melihat cahaya dari atas bergerak perlahan turun. Karena tak tahu cahaya apa itu, Zhou Fan dan juga Leng Shui mundur, tapi semakin berusaha menghindar cahaya melesat masuk melintasi kening mereka.
Blesh!
Tubuh mereka langsung tergeletak, di samping Zhou Jim yang kebingungan melihat majikannya terjatuh tak sadarkan diri.
...
Zhou Fan membuka mata, ia mendapati dirinya berada di sebuah danau yang luas. Di sampingnya Leng Shui juga baru sadar, dia nampak bingung karena tempat ini jauh berbeda dengan tempat sebelumnya.
"Ini di mana?"
Namun Zhou Fan tak bisa memberi jawaban karena ia sendiri pun tak tahu mereka berada di mana.
"Setelah sekian lama, akhirnya ada yang berhasil menemukan tempat ini."
Suara yang menggema menbuat Zhou Fan seketika siaga, begitupun dengan Leng Shui yang telah bersiap mengeluarkan senjata. Namun suara asing itu kembali terdengar, "Tak perlu khawatir, kalian berada di dalam dunia ciptaanku. Aku adalah pemilik tempat ini, juga yang menciptakan Istana Loushen."
Zhou Fan mengerutkan kening. Istana Loeshen? Apakah itu istana yang telah menjadi reruntuhan itu?
"Karena kalian telah berhasil menemukan tempat ini, maka ada sedikit hadiah dariku."
Bersamaan dengan itu seberkas cahaya kebiruan muncul di depan mereka berdua, melesat masuk ke dalam kepala. Leng Shui yang merasakan energi dalam tubuhnya melonjak pun tanpa menunggu lebih lama duduk bersila dan mulai berkultivasi.
Zhou Fan juga merasakan hal sama, tapi masih belum mampu membantunya menerobos.
"Hem... Tubuhmu sangat rakus, bahkan belum mampu menerobos satu tingkatan. Baiklah, mungkin ini adalah keberuntunganmu. Aku akan membantumu." Tepat setelah itu cahaya biru kembali muncul, kali ini ukurannya lebih besar dua kali lipat dengan aura yang sangat pekat.
Zhou Fan merasakan tubuhnya terbakar oleh energi yang berkobar membara, tak mau mengalami situasi yang buruk ia duduk bersila dan langsung berkultivasi.
Waktu berlalu dan mereka seolah berpindah tempat. Namun, masih di sebuah danau dengan area lebih kecil dan mereka berada di atas sebuah batu.
Zhou Fan perlahan membuka mata, merasakan kekuatannya telah meningkat pesat. Wajah berubah bersinar, menunjukkan kepuasan. "A-aku telah mencapai petarung dewa!" Dengan nada sedikit tidak percaya Zhou Fan mengalirkan tenaga dalam, perasaan yang yang berbeda dapat ia rasakan dengan jelas.
Setelah Zhou Fan ganti Leng Shui yang bangun dari kultivasi nya, wajah nampak gembira merasakan dirinya telah berada di tingkat petarung suci bintang lima. Naik empat tingkat pada saat petarung suci, siapapun pasti iri jika mendengarnya.
Leng Shui bangkit, melihat Zhou Fan yang memiliki aura lebih kuat dari sebelumnya. "Apakah dia juga mengalami kenaikan?" batinnya dengan tidak rela. Padahal ia sudah selangkah lebih dekat dengan Zhou Fan, tapi pria ini juga mengalami peningkatan. Upaya pembalasan pun tak bisa dilakukan.