
Blam!
Leng Shui yang mencari keberadaan Zhou Fan tiba-tiba mendapati suara dentuman yang keras. Tak banyak berpikir ia langsung melesat dan menuju ke arah sumber suara. Tak berselang lama ia melihat sebuah kawah besar dengan sesosok tubuh di dasarnya.
Mata perlahan menyipit, setelah memastikan ia terkejut bahwa itu adalah Zhou Fan. Seketika ia melompat turun, menjumpai tubuh dewa beast yang tepat di bawah Zhou Fan.
Mati?
Dewa beast telah tiada, sementara Zhou Fan tak sadarkan diri karena kehabisan tenaga dalam. Tubuh pria paruh baya berubah kembali ke wujud aslinya, cahaya hitam terpancar dan masuk ke tubuh Zhou Fan.
Leng Shui mengangkat tubuh Zhou Fan, menariknya untuk keluar dari lubang. Sekitar satu batang dupa, Zhou Fan membuka mata, melihat mayat singa bersayap di hadapannya.
Tak menunggu waktu lama ia langsung mendekatinya, membelah dada dan mengambil kristal beast miliknya. Namun kristal beast singa bersayap nampak berbeda dari kristal beast elemen es yang ia dapat sebelumnya, membuatnya sedikit mengerutkan kening.
"Ah, itu bukan masalah. Yang utama aku telah mendapatkan kristal beast yang kesepuluh." Zhou Fan mengedarkan pandangan, mencari siapa yang telah menolongnya. Namun baru satu kali dia melangkah, tubuhnya terhuyung dan jatuh.
"Zhou Fan!"
Leng Shui yang baru saja mencari tanaman herbal menangkap tubuh Zhou Fan yang tiba-tiba terjatuh. Aura dingin menusuk menyebar dari seluruh tubuhnya. Sebuah rajah singa di punggung menembus pakaian dan bersinar kebiruan.
Mata Leng Shui terbuka lebar, tak bisa beralih dari rajah singa yang nampaknya merupakan akar dari permasalahan. Bersamaan dengan itu Xue Bing Yu tiba, nampak juga ia terluka karena baru saja menyelesaikan pertarungan.
"Shui'er, apa yang terjadi dengannya?"
Leng Shui memutar tubuh Zhou Fan, menunjukkan rajah singa yang semakin bersinar terang. Ekspresi Xue Bing Yu terkejut, "Racun Hati Beast!"
"Racun hati beast?" Leng Shui seperti pernah mendengar jenis racun ini, tapi ketika berusaha mengingatnya pikirannya benar-benar kosong.
"Dia telah membunuh dewa beast, kutukan itu dari dewa beast singa bersayap." Mendengar kalimat sang guru Leng Shui baru sadar, racun hati beast merupakan kutukan yang diberikan kepada siapapun yang membunuh dewa beast. Ini juga tercatat dalam sejarah daratan dewa, karena dahulu kala juga pernah ada peristiwa semacam ini.
Arg...
Tubuh Zhou Fan menggigil dan suhu tubuhnya semakin rendah. Leng Shui sangat khawatir, dia memapah Zhou Fan hendak pergi. Namun Xue Bing Yu menghentikannya, "Shui'er, apa yang akan kau lakukan?"
"Aku akan menyelamatkannya, guru."
Mata Xue Bing Yu melebar. "Hanya ada satu cara untuk menyelamatkannya, kau ...."
"Dia telah menyelamatkan nyawaku berkali-kali, aku rasa ini setimpal dan aku akan melakukannya." Leng Shui nampak telah mengukuhkan tekadnya, pergi membawa Zhou Fan.
Namun sebelum benar-benar pergi Xue Bing Yu kembali berkata. "Kau tak bisa bersama dengan pria lain selain dirinya jika melakukan itu. Apakah kau tetap akan melakukannya?"
Leng Shui terdiam, sejenak dia ragu. Namun pilihannya tetap sama, "Aku tetap akan melakukannya, guru. Anggap saja ini adalah balas budi ku untuknya. Setelah ini tidak ada apapun di antara aku dan dia."
Xue Bing Yu mematung mendengar jawaban muridnya, tapi ia tak bisa menghentikan apa yang akan dilakukan Leng Shui karena itu murni pilihannya.
Leng Shui melesat membawa Zhou Fan, setelah menemukan goa terdekat ia langsung membaringkan tubuh Zhou Fan. Suhu tubuhnya sudah sangat rendah bahkan permukaan goa hampir berubah menjadi es ketika bersentuhan dengannya.
Leng Shui diam untuk beberapa saat, apakah dia benar-benar akan melakukannya. Sekilas ia teringat saat bertemu di Kota Dianlan. Jika bukan karena Zhou Fan mungkin ia tak selamat karena terkepung pasukan. Kemudian dalam altar peninggalan, saat berhadapan dengan kawanan kelabang juga Zhou Fan yang membantunya.
Yang harus ditekankan, racun hati beast hanya bisa dihilangkan dengan menyerap energi dingin dalam tubuh, tapi tidak semua orang dapat melakukannya karena itu sama saja mengalihkan racun hati beast ke tubuh lain. Hanya orang-orang dengan fisik tertentu, salah satunya adalah fisik dewi es.
...
Zhou Fan membuka mata, merasakan tubuhnya dipenuhi tenaga, ia mengingat bahwa sebelumnya ia berada di tengah hutan setelah mengalahkan Shizi--Dewa beast singa bersayap. Namun mengapa sekarang ia berada di goa dan tak nampak keberadaan siapapun di sekitarnya.
"Aku telah mendapatkan sepuluh kristal elemen es, tugasku sudah selesai." Secepat kilat ia merubah ekspresinya, senyum cerah nampak begitu indah. Sambil memandang kristal dewa beast elemen es ia membayangkan pertemuan dengan kedua istri dan anak-anaknya.
Eh...
Ketika memeriksa kekuatan, ia baru sadar jika kekuatannya telah naik dua tingkat menjadi petarung dewa bintang tujuh. "Apa yang sebenarnya terjadi?"
Meski sangat senang karena telah naik tingkat menjadi petarung dewa bintang tujuh, Zhou Fan benar-benar bingung. Kemudian ia teringat dengan pertempuran, tak berlama-lama langsung berdiri dan pergi meninggalkan goa.
Dua wanita menunjukkan diri setelah kepergian Zhou Fan, "Kenapa kau tak membiarkannya tahu?"
Leng Shui melirik sekilas sang guru, kemudian menggelengkan kepala. "Tidak ada hubungan apapun di antara aku dan dia, kini semua talah berakhir dan kami seperti dua garis sejajar yang tak akan pernah bersinggungan."
"Sungguh baik jika memang seperti itu, karena sekte menara es hanya ada perempuan di dalamnya. Setelah ini kau dapat menggantikanku menjadi matriark."
Leng Shui langsung menengadahkan kepala, "Guru, engkau akan kemana?"
"Kenapa, apakah aku harus pergi jika kau menjadi matriark? Aku ingin menikmati hidup dan tak lagi terlibat dalam urusan sekte." Mereka kemudian pergi meninggalkan goa, kembali ke wilayah sekte menara es.
Di sisi lain Zhou Fan tengah melesat kembali ke kota cahaya, tak butuh waktu lama ia sudah melintasi gerbang kota dan melihat betapa kacau kota saat ini.
Dari kejauhan terlihat Sian Yu dengan beberapa orang bersamanya, sontak Zhou Fan mendekat menghampiri mereka. "Paman!"
Sian Yu menoleh, air muka berubah terkejut melihat siapa yang memanggilnya. "Ka-kau selamat?"
Zhou Fan mengedutkan mata mendengar kata yang keluar dari mulut Sian Yu. Tentu saja dia selamat, apakah mungkin dirinya yang saat ini berdiri hanyalah roh tanpa raga. "Paman, apa maksudmu?"
Sian Yu meraba Zhou Fan dengan sedikit ragu, memastikan memang benar nyata dia sangat bahagia. "Ini benar-benar kau!"
"Paman, bisakah kau jelaskan apa yang terjadi?" Zhou Fan tak tahu apa yang membuat Sian Yu berekspresi begitu aneh, tapi yang jelas ada kabar tentang dirinya.
"Kami berpikir kau tak akan selamat mengingat lawan yang kau lawan adalah dewa beast dengan kekuatan petarung dewa bintang sembilan. Kesimpulan itu membuat kami menyakini dugaan keliru tersebut." Sian Yu merasa bodoh karena telah percaya dengan suatu yang belum bisa dipastikan kebenarannya. Mungkin seluruh klan harus tahu bahwa Zhou Fan masih selamat dan telah menjadi pahlawan karena telah mengalahkan dewa beast singa bersayap.
"Paman, bagaimana dengan keadaan yang lain. Guru, dua rekan serta serigala ku? Bagaimana dengan mereka?" Pertarungan melawan belasan beast tingkat sembilan dan ratusan beast tingkat delapan sama sekali bukan pertarungan berskala kecil, itu merupakan pertarungan besar yang mempertaruhkan keselamatan.
"Gurumu baik-baik saja, kemudian dua rekan serta serigalamu juga baik-baik saja. Bisa dikatakan kami berhasil dalam pertempuran ini. Semua terjadi karena kau yang menahan dewa beast singa bersayap, juga karena keberadaan patriark serta matriark sekte menara es yang mampu menahan belasan beast tingkat sembilan." Sian Yu tak bisa membayangkan jika tak ada mereka bertiga, mungkin saja saat ini daratan dewa telah hancur lebur dan kemungkinan paling buruk akan berdampak pada dunia luar--daratan Tian Hu.
"Tetua, kita harus melakukan penyisiran dan pendataan. Tugas ini harus selesai sebelum malam datang." Seorang pria yang sebelumnya bersama dengan Sian Yu berkata dari tempatnya.
"Kau kembalilah ke Klan Sian, mereka akan senang melihatmu." Setelah berkata Sian Yu pergi bersama dua orang sebelumnya.
Zhou Fan mengerutkan kening, kemudian pergi menuju Klan Sian.