Legenda Petarung (2)

Legenda Petarung (2)
Chapter... 168 : Laba-laba Berwajah Manusia


Tuan Kota serta empat patriark klan terkejut bukan kepalang. Namun, kelima pria tua itu dibuat siaga dengan tiga beast harimau yang ada di depan mereka.


Zhou Fan menarik pedang darah malam yang menancap begitu dalam, satu tarikan darah menyembur keluar.


"Junior, bantu kami!" Tuan Kota sudah tidak berdaya, kekuatannya habis sejak pertarungan sebelumnya. Begitupun dengan empat patriark yang sudah mulai melemah.


Sejak gelombang kedua memang sudah muncul Beast tingkat delapan, semakin lama beast yang datang semakin kuat. Setelah pertarungan panjang mereka tak lagi kuasa, jelas ini adalah masa terparah dalam catatan Kota Zi.


Sebelum ini beast tingkat delapan yang setara dengan petarung suci tingkat dua ke atas selalu muncul pada dua gelombang terakhir. Kemunculan mereka sejak awal tentu membuat Tuan Kota serta yang lain kehabisan tenaga dalam padahal gelombang serangan belum berakhir.


"Tuan Kota, patriark, aku bantu hadapi satu beast harimau. Sementara kalian urus dua lainnya." Zhou Fan melesat maju, menendang satu harimau membuatnya terlempar dan terpisah.


Tuan Kota mengangguk, "Kota Zi berutang kepadamu."


Tepat setelah berkata pria tua itu menyerang dua harimau bersama dengan empat patriark. Menghadapi tiga beast harimau sekaligus mereka masih kewalahan, tapi berbeda jika hanya dua.


Tuan Kota dengan pedangnya bergerak cepat, meski bukan kecepatan terbaiknya, tentu saja kecepatan seorang petarung suci bintang empat tidak bisa dipandang sebelah mata.


Sementara di sisi lain, Zhou Fan yang berhasil memisahkan satu harimau dari dua rekannya langsung menyerang dengan teknik dewa pedang. Gerakan pedang yang sangat mengagumkan membuat harimau mundur kewalahan.


Roar...


Pertarungan mereka sangat menegangkan, dan membuat orang terpaku melihat aksi yang sangat membahayakan.


Waktu terus berlaku dan serangan demi seranganeteka keluarkan. Pengalaman saat menghadapi harimau pertama menjadi tolak ukur Zhou Fan menghadapi beast harimau ini, dari pola serangan tentu saja sama, bahkan dapat dikatakan sangat mirip.


Zhou Fan memusatkan tenaga dalam, bersiap melakukan tebasan. Beast harimau yang tak mau menyerah meski telah mendapati luka di tubuhnya, dia melompat dan mengayunkan cakar.


"Tebasan Ganda!" Zhou Fan mengeluarkan jurus yang selalu menjadi andalannya, selalu dapat menjadi pembeda.


Harimau yang tengah melompat tak bisa menghindar, tubuhnya dihantam oleh dua tebasan.


BHOOM!


Ledakan yang sangat kuat langsung menerbangkan tubuh beast harimau ratusan langkah.


Permukaan tanah membekas jalur tubuh harimau yang terseret, di ujung yang jauh nampak harimau itu bersimpuh lemah tanpa bisa mengangkat kepalanya.


Zhou Fan beralih kepada Tuan Kota dan juga empat patriark, ternyata mereka telah berhasil mengalahkan dua harimau meski luka yang mereka dapat cukup serius. Bahkan Tuan Kota mendapatkan cakaran di bagian pipi kanannya.


Setelah kematian empat harimau, perlahan tapi pasti kelompok beast lainnya dapat dikalahkan. Dari yang semula berjumlah ratusan dalam sekejap mata dengan bantuan enam petarung suci bintang empat mereka semua rata.


Tuan Kota sambil memegangi luka di wajahnya mendekat ke tempat Zhou Fan. Di belakangnya terdapat beberapa orang termasuk empat patriark klan besar.


"Benar, katakan saja!" sambung Patriark Gang.


"Tuan Kota memiliki seorang putri yang cantik, jika kau mengatakannya, Tuan Kota pasti tidak akan menolak." Patriark Xie terkekeh, sementara patriark yang lain nampak murung.


Bagaimana pun sosok seperti Zhou Fan sangat pantas untuk masuk ke dalam kediaman mereka, Patriark Xie tidak memiliki seorang putri, oleh sebeb itu ia dengan gampang mencetuskan idenya. Berbeda dengan ketiga patriark lain yang berkeinginan menggaet Zhou Fan sebagai menantu mereka.


Zhou Fan tersenyum canggung, sungguh tak ada keinginan baginya mendapatkan istri tambahan. Sudah cukup dua di Kekaisaran Wei, tujuannya hanya satu yakni mengumpulkan kristal beast tingkat delapan berelemen es dan segera kembali ke Kota Batu Hitam.


Mengingat kristal beast, mungkin Tuan Kota atau yang lain mempunyai kristal beast tingkat delapan elemen es di gudang penyimpanan mereka. Ini adalah kesempatan untuk mendapatkannya, jika memang benar-benar ada.


"Emng... Sebenernya ada satu permintaan, -- "


"Jangan ragu, katakan saja." Bukan Tuan Kota yang bersemangat, melainkan para patriark yang menantikan keinginan Zhou Fan.


Meski kemungkinan sangat tipis, mereka tetap berharap bahwa kecantikan putri mereka menarik perhatian Zhou Fan. Bukan rahasia lagi jika nona muda klan besar memiliki paras yang menawan, terlebih putri Tuan Kota yang dijuluki kecantikan nomor satu di kota.


Zhou Fan sedikit risih dengan pandangan yang seolah menyudutkannya. Tapi demi kristal beast tingkat delapan elemen es, ia menahan perasaan itu.


"Jika di antara Tuan Kota, atau mungkin para patriark sekalian. Memiliki kristal beast tingkat delapan berelemen es, aku akan menukarnya dengan suatu yang berharga." Zhou Fan sengaja tak menyebutkan apa yang akan dia tukar, jika keberadaan air spiritual terungkap secara masal, maka kehidupannya tak akan tenang.


Tiga patriark seketika menundukkan kepala, sedikit kecewa karena permintaan Zhou Fan bukanlah putri mereka. Namun mau bagaimana lagi, hendak memaksa juga mereka tidak mempunyai kekuatan yang cukup.


"Kristal beast elemen es, aku memilikinya. Tapi bukan tingkat delapan, melainkan kristal beast tingkat tujuh." Tuan Kota menghela nafas dengan pasrah, ia benar-benar tak memiliki bahkan tak pernah memiliki kristal beast tingkat delapan yang berelemen es.


"Aku tak punya, jika itu adalah kristal beast elemen api aku memilikinya." Patriark Gang menunjukkan kristal beast elemen api miliknya.


"Aku juga tak punya kristal beast tingkat delapan elemen es, bahkan aku tak menyimpan satupun kristal beast dalam cincin ataupun ruang harta kediaman." Patriark Xie berkata dengan kening mengerut, ia heran dengan permintaan Zhou Fan. Memang apa gunanya kristal beast sampai begitu menginginkannya.


Andai dia tahu bahwa kristal beast tingkat delapan elemen es sangat penting bagi Zhou Fan. Tanpa itu ia tak mungkin bisa menyelamatkan istrinya--Qing Yuwei. Bahkan Zhou Fan rela apapun demi mendapatkannya.


Zhou Fan tersenyum, meski sebenarnya dalam hati sedikit kecewa.


Di tengah perbincangan, dari arah dalam hutan terdengar pergerakan yang sangat jelas. Suara langkah kaki tidak banyak, mungkin hanya empat pasang, tapi dari suara yang dihasilkan jelas ditimbulkan dari sesuatu yang sangat besar.


Zhou Fan menengadahkan kepala, memandang ke depan meski belum nampak sosok apapun di depannya. Namun ia sangat yakin, tak lama lagi sesuatu yang sangat besar akan datang.


Empat patriark serta Tuan Kota yang semula memasang wajah gembira, sontak merubah air muka menjadi sedikit khawatir. Jika terjadi gelombang seperti sebelumnya, mereka tak akan bisa lagi bertarung.


Suara langkah kaki semakin lama semakin terdengar jelas. Dari kedalaman hutan, muncul sesosok beast berkaki delapan, mempunyai wajah manusia dengan mulut bercapit.


Zhou Fan tak bisa berpaling dari sosok di hadapannya, sosok setinggi lima belas kaki. "Laba-laba berwajah manusia!"