Legenda Petarung (2)

Legenda Petarung (2)
Chapter... 41 : Kemagisan Tungku Awan Hitam


Shao Mingrui membuka kitab di tangannya, itu merupakan kitab yang menjelaskan tentang 'Lentera Kehidupan'.


Zhou Fan tak mau ketinggalan, dia mendekatkan wajahnya dan memaksa untuk membaca.


Perlahan kerutan kening di wajah pemuda itu terlihat semakin jelas. Berbeda dengan Shao Mingrui yang terlihat lebih tenang, mungkin itu dikarenakan dia telah mengetahui apa yang ada di dalamnya, sedang hanya mengembalikan pecahan ingatan yang sempat pudar.


"Apakah ini benar benar nyata?" Zhou Fan berkata dengan wajah sedikit ragu.


Shao Mingrui mengangkat kedua bahu, dia juga tidak tahu masalah ini, benar tidaknya harus membuktikannya sendiri.


"Jika itu benar, setidaknya kita memiliki satu tahun lebih untuk bersiap." Mendengar perkataan Shao Mingrui, Zhou Fan mengangguk.


Dalam kitab berjudul 'Lentera Kehidupan' itu, menjelaskan jika terdapat sebuah tempat dimana seluruh perwakilan daratan Tian Hu akan ditempatkan di suatu tempat bernama 'Dunia Abadi'.


Mengambil kata 'seluruh perwakilan', berarti tidak hanya mereka yang berkemungkinan memasuki Dunia Abadi. Entah berapa banyak orang dari seluruh daratan Tian Hu yang datang berpartisipasi.


Kunci untuk memasuki Dunia Abadi itu tidak lain adalah kertas bertuliskan 'Lentera Kehidupan' yang didapatkan dari kediaman Klan Ci.


Mereka tidak perlu mencari pintu untuk memasuki Dunia Abadi, karena di saat waktu yang telah tetapkan tiba, sebuah jalan akan tercipta bagi mereka yang mempunyai kertas 'Lentera Kehidupan'.


Shao Mingrui menutup kitab di tangannya, kemudian menyimpannya di dalam cincin penyimpanan. Mereka pun hendak keluar dan kembali ke Kota Bei Xian, tapi seorang pelayan datang dan mengatakan jika kaisar mencari putra ketiganya.


"Ini pasti adik kedelapan, selain dua penjaga dan pak tua penunggu perpustakaan istana, dia yang mengetahui keberadaan kita. Karena dia hendak mencari masalah, mari lihat apa yang bisa dia lakukan." Shao Mingrui melenggang dengan percaya diri, sementara Zhou Fan menggeleng melihat sikap saudara angkatnya.


Zhou Fan tidak mengikuti kemana Shao Mingrui pergi, dia kembali ke gazebo tempat Zhou Jim telah menunggu.


Rasanya tidak enak jika dia berada diantara ayah dan anak, terlebih yang dicari hanya Shao Mingrui.


Ketika melihat Zhou Jim masih selonjoran di gazebo taman halaman, Zhou Fan mendekat dan langsung menarik moncong serigala itu.


Namun Zhou Jim tidak menghiraukan, membuat Zhou Fan menyipitkan mata. Pemuda itu kemudian mengeluarkan sebongkah daging segar.


Aroma daging segar melintas di atas hidung, mata yang terlihat malas yang langsung terbuka lebar. Zhou Jim spontan berdiri dan hendak merampas daging dari tangan Zhou Fan.


Dengan itu Zhou Fan menarik tangannya ke atas, membuat gigitan Zhou Jim hanya mengenai udara kosong.


Auk...


Serigala itu memasang wajah melas, mengiba kepada Zhou Fan.


Zhou Fan sambil berdecak melemparkan daging secara asal. "Kau ini, jika ada daging langsung bersemangat."


Beberapa saat berlalu, Shao Mingrui terlihat datang dengan raut wajah gelisah, pria itu seolah baru saja mendapat suatu ancaman.


Zhou Fan mendekat, dia merasa ini bukan masalah biasa, mengingat selama ini sangat jarang bisa menyaksikan ekspresi Shao Mingrui yang sangat kacau.


"Ada apa, apa yang terjadi?"


Shao Mingrui tersenyum kecut, dia melengos membuang muka. Beberapa saat hanya diam, dia akhirnya mulai angkat bicara.


"Sejak awal aku sudah menduga, jika aku tak akan mendapat bagian dalam perebutan takhta, aku tak menaruh harapan besar di sana. Namun sikap ayah kaisar yang terlalu condong, membuatku merasa jika aku bukanlah putranya."


Zhou Fan berusaha tidak menekan Shao Mingrui dengan pertanyaan pertanyaan aneh, pemuda itu perlahan mengeluarkan air dan menyerahkannya kepada Shao Mingrui.


Setelah minum sedikit air, perlahan Shao Mingrui bisa tenang. Pria itu terlihat seperti tengah membangun tekad, entah apa ambisinya setelah ini.


Zhou Fan menyimpan kembali guci yang telah habis isinya, dia kemudian membawa Shao Mingrui pergi ke ruangan mereka.


Di jalan, Shao Mingrui mengatakan jika dia akan bertarung dalam perebutan takhta, dia ingin membuktikan kepada ayahnya jika tanpa belas kasihan dia dapat melampaui dua saudara lainnya.


Selain itu, sumber keyakinannya tentu saja karena dia memiliki dukungan dari keluarga Jendral besar, itu adalah keluarga istrinya.


Sehari setelah kabar kehamilan Cheng Liyu, Jendral besar bahkan mengirim banyak sekali hadiah, itu menunjukkan jika Cheng Delai-ayah Cheng Liyu sangat menyayangi putrinya.


Karena hari akan kembali terang, Shao Mingrui mengajak Zhou Fan untuk bertahan di kediaman istana kekaisaran, setidaknya dalam satu hati ini dia akan mengukuhkan niatnya untuk memperebutkan takhta bersama dua saudara lainnya.


***


Hem...


"Lebih baik aku menguji kehebatan tungku awan hitam." Zhou Fan beberapa hari belakangan terlalu sibuk, tidak memiliki kesempatan untuk mengolah pill dengan tungku awan hitam.


Sekarang dia sedikit luang, sebaiknya memanfaatkan keadaan dan mengolah beberapa tanaman herbal yang ada dalam cincin penyimpanan.


Tanpa basa basi lagi, Zhou Fan mengeluarkan tungku, selain itu tanaman herbal satu persatu keluar dan bertumpuk di samping kanan tubuhnya.


Zhou Fan sudah duduk bersila, di depannya tungku awan hitam juga sudah tersedia, sekarang adalah waktunya membuat pill.


Dalam kesempatan kali ini, Zhou Fan akan membuat pill pemulihan tingkat kesembilan, andai tersedia bahan bahan untuk membuat pill kultivasi itu akan lebih baik, tapi persediaan dalam cincinnya sama sekali tidak ada.


Zhou Fan menyalurkan tenaga dalam ke dalam tungku. Bahan satu persatu masuk ke dalam, pemuda itu semakin mengontrol aliran tenaga dalam di tubuhnya.


Tungku terasa bergetar, tanaman herbal di dalamnya berputar putar, dan perlahan membentuk sebuah gumpalan. Melihat hal ini Zhou Fan tersenyum, dia tak menyangka jika tungku awan hitam sangat luar biasa.


Seorang alkemis yang menggunakan tungku sebagai wadah, tidak lagi memerlukan kekuatan api untuk mengolahnya, hanya membutuhkan tenaga dalam yang harus mereka salurkan secara terus menerus.


Namun saat pemurnian, tanpa api tanaman herbal tidak akan bisa diekstrak dengan sempurna, oleh sebab itu jarang ada yang bisa membuat pill tingkat tinggi.


Beberapa orang tertentu mungkin dapat mengolah pill tingkat kedelapan, tapi tanpa kekuatan api mereka akan kesulitan untuk mencapai tingkatan selanjutnya, karena pill tingkat kesembilan atau kesepuluh mengharuskan setiap bahan diekstrak dengan sempurna.


Namun tungku awan hitam dapat melakukannya. Ketika Zhou Fan melihat tanaman herbal dapat diekstrak dengan sempurna, tentu saja pemuda itu sangat terkejut. Dia berpikir tungku awan hitam benar benar merupakan barang berharga.


Selain itu, tungku biasanya terbuat dari salah satu jenis batuan, atau juga besi. Terkadang masih menyisakan beberapa kotoran di permukaan, ketika digunakan untuk mengolah pill, itu akan mempengaruhi kualitas pill itu sendiri.


Pill pemulihan siap tanpa cacat, bahkan kotoran pill yang ada di pill yang biasa dibuat menggunakan tungku sama sekali tidak ada, benar benar bersih, seolah itu tidak menggunakan tungku.


Zhou Fan memandang tungku awan hitam, sebelah tangannya menggenggam pill pemulihan tingkat kedelapan.


"Mungkin hidupku tidak akan tenang jika semua orang mengetahui keberadaan tungku ini."