Legenda Petarung (2)

Legenda Petarung (2)
Chapter... 211 : Teknik Formasi Tahap Kedua


Satu pasukan besar bergerak menuju goa. Paling depan terlihat seorang pria tua, dia merupakan patriark Klan Ma yang sekarang berada di tingkat petarung suci bintang delapan.


Begitu sampai di goa mereka dapat melihat beberapa batu yang jatuh dari langit-langit goa. Berjalan masuk mereka dapat melihat permukaan goa berubah menjadi es.


"Ini ... !"


Mulut Ma Teng--patriark Klan Ma tak bisa bicara melihat bercak pertarungan yang sangat hebat. Matanya tiba-tiba terbuka, dengan cepat masuk semakin ke dalam. Namun, tak menemukan apa yang ia cari.


"Patriark, leluhur ular?"


Ma Teng menggertakkan gigi, perasaan marah menyelimuti pikirannya. Namun ia lebih penasaran siapa yang telah melakukannya, mengingat kekuatan beast ular permata es setara dengan petarung dewa.


Di sisi lain Zhou Fan tengah duduk bersila di sebuah batu. Dia tengah menyerap khasiat pill pemulihan untuk mengembalikan tenaga dalamnya yang terkuras habis dalam pertarungan dengan ular permata es.


Setelah beberapa lama ia pun membuka mata, tangan mengayun mengeluarkan sepenggal daging ular permata es. Setelah membakar hingga matang ia membaginya kepada Zhou Jim. "Makanlah yang banyak, agar kau lebih kuat."


Zhou Jim yang dalam tubuh kecilnya melompat sambil menangkap daging dengan moncong. Daging beast tingkat tinggi merupakan makanan kesukaannya, tak butuh waktu lama untuk menghabiskannya.


"Masih delapan kristal, kurang dua kristal beast." Zhou Fan menjajar kedelapan kristal di atas batu, ada yang kecil ada yang besar, warnanya pun berbeda-beda. Namun itu bukan masalah penting, karena yang utama kedelapan kristal dapat membantu keselamatan sang istri.


Yang menjadi inti pemikirannya saat ini, di mana ia bisa mendapatkan dua kristal beast yang tersisa. Meski batas waktu masih ada lebih dari enam tahun, jika tak juga menemukan dua kristal yang tersisa itu sama saja.


Zhou Fan merasakan kehadiran seseorang, dengan cepat ia menyimpan kembali delapan kristal beast dan bangkit dari duduknya. Sebuah bayangan melesat, berhenti di sampingnya.


"Apa yang kau lakukan di wilayah kekuasaan Klan Ma?" Seorang pria paruh baya mengenakan pakaian merah dengan garis hitam di bagian kerah.


Zhou Fan bersikap biasa, seolah tak ada yang terjadi. Bahkan masih bisa memberi jawaban dengan santai, "Kami sedang makan, tidakkah kau melihatnya?" Zhou Fan mengangkat daging yang masih tersisa di tangannya.


Wajah pria paruh baya mengernyit. Sebagian besar orang akan takut dan segan jika berhadapan dengan mereka--Klan Ma, tapi pria muda ini bersikap tenang-tenang saja.


Beberapa saat tertegun pria paruh baya menggelengkan kepala. "Jangan berkeliaran sembarangan, karena keadaan kacau dan seluruh Klan Ma tengah memburu seseorang."


Setelah berkata pria paruh baya pergi meninggalkan Zhou Fan. Yang tak diketahuinya adalah seseorang yang dia cari adalah pria muda yang baru saja bertemu dengannya.


Untuk yang kedua kalinya Zhou Fan melempar daging beast ular permata es, Zhou Jim langsung menangkap dan melahap nya. "Jim, ayo kita kembali."


Zhou Jim masuk ke dalam saku, mereka keluar hutan berniat kembali ke Kota Cahaya. Urusannya di wilayah Klan Ma telah selesai, bukan hanya menemukan dalang di balik penyerangan bandit, tapi juga mendapatkan kristal beast yang kedelapan.


Namun saat akan melintasi gerbang, nampak banyak orang melakukan pemeriksaan. Zhou Fan berbaris tanpa mengenakan tudung, membuat wajahnya terungkap jelas dalam pandangan semua orang.


"Tunggu, kami harus memeriksa cincin penyimpananmu." Seorang pria mengarahkan tombak menghalangi jalan, meminta kepada Zhou Fan agar menyerahkan cincin penyimpanan.


Namun belum sempat melepas cincinnya, pria paruh baya yang sebelumnya bertemu dengan Zhou Fan mendekati teman sesama Klan Ma. "Aku pernah bertemu dengannya, biarkan dia melintas. Tak ada apapun di dalam cincin penyimpanannya."


Pria yang mengangkat tombak seketika menurunkannya, tak lagi menghalangi Zhou Fan. Sementara pria paruh baya menepuk pundak Zhou Fan sambil berkata. "Hati-hati, banyak bahaya yang mungkin terjadi."


Malam hari Zhou Fan sudah berada di kediaman Sian Yu, dia duduk sambil menikmati arak di balkon ruangannya. Angin tiba-tiba berhembus kencang, suasana yang dingin membuat bulu kuduk berdiri merinding.


Zhou Fan perlahan membalikkan badan, mendapati tepat di sampingnya ada sang guru yang sudah berdiri. Tak ayal kemunculan yang tiba-tiba membuat jantung berdegup kencang.


"Guru, kau mengejutkanku!"


Sian Lou malah terkekeh, kemudian duduk di samping Zhou Fan. "Kau baru kembali dari mana?"


Zhou Fan menggaruk tengkuk kepala, nampaknya ia tak bisa menyembunyikan semua dari sang guru. "Aku dari Klan Ma, guru. Ternyata masalah bandit di perbatasan adalah ulah mereka. Namun, aku masih belum tahu adakah keterkaitan masalah ini dengan Klan Sian Barat."


"Klan Ma? Aku memang sudah curiga mereka adalah biang keladi. Masalah yang terjadi selalu melibatkan mereka." Sian Lou mengelus dagu, mengeluarkan cincin penyimpanan dan menyerahkannya kepada Zhou Fan.


"Di dalam cincin itu terdapat begitu banyak tanaman herbal, bisakah kau mengolahnya menjadi pill kultivasi?"


Zhou Fan memeriksa isi dalam cincin penyimpanan, mata terbelalak melihat tumpukan tanaman herbal yang begitu banyak. Namun sangat disayangkan tak ada bahan untuk membuat pill kultivasi tingkat sepuluh, hanya ada bahan pill kultivasi tingkat sembilan dan juga pill bulan.


"Apakah ini semua untuk anggota klan?"


Zhou Fan mennengadahkan wajahnya memandang sang guru. Anggukan itu menjelaskan niat tulus Sian Lou kepada anggota Klan Sian.


"Aku akan berusaha, guru."


Sian Lou kemudian pergi, meninggalkan ruangan. Sementara Zhou Fan kembali memeriksa cincin karena belum mengamati dengan teliti. "Aku seperti melihat sesuatu," gumamnya.


Baru saja mulut menutup, Zhou Fan tertegun melihat sebuah gulungan di antara tumpukan tanaman herbal. Tak panjang lebar ia langsung mengeluarkannya. "Apa yang guru berikan kepadaku?"


Perlahan Zhou Fan membuka gulungan, kalimat pertama yang muncul membuat mata terbuka lebar. "Teknik formasi tahap kedua!"


"Apakah ini tahap selanjutnya setelah membentuk bidang formasi?" Ekspresi nampak semangat, Zhou Fan begitu haus jika membahas suatu yang dapat membuatnya lebih kuat.


Beberapa lama Zhou Fan menelisik gulungan, meski panjangnya hingga menyentuh lantai tak membuat Zhou Fan menyerah untuk mendalami teknik formasi tahap kedua.


Dari gulungan itu bisa dijelaskan jika teknik formasi tahap kedua adalah membuka ruang. Cara kerjanya hampir sama seperti token teleportasi, tapi jika dikuasai secara mendalam dipadukan dengan teknik yang luar biasa, maka akan menciptakan sebuah kombinasi mematikan.


"Baiklah, mari kita mencobanya." Zhou Fan bangkit dari duduknya, mengangkat tangan kanan sambil berusaha merasakan lapisan ruang yang ada di sekitar.


Bersamaan dengan itu muncul sebuah celah kecil seperti mulut. Dari sana dapat dirasakan energi yang kacau dan tak beraturan. Zhou Fan berusaha membuka lebih lebar.


Plash!


Lesatan energi yang terlalu kuat menutup kembali celah kecil tersebut. Zhou Fan merasakan tekanan yang luar biasa, tenaga dalamnya berkurang hampir setengahnya. "Sial, ternyata memakan cukup banyak tenaga dalam!"