Legenda Petarung (2)

Legenda Petarung (2)
Chapter... 151 : Mulai Mengolah Pill


"Bagaimana aku harus memanggilmu, wakil ketua atau ... Pelayan rumah makan?"


Mendengar perkataan Zhou Fan wanita paruh baya itu tersenyum canggung, ia kemudian bangkit dari tempat duduk dan berjalan ke nakas di dekatnya.


"Ini adalah teh terbaik di kota ini, silakan dinikmati." Sambil menyediakan teh, wanita paruh baya duduk kembali ke tempat duduknya.


"Jadi, saat itu nyonya mempermainkanku?" Zhou Fan berpikir seorang wakil ketua kamar dagang terbesar tidak mungkin tidak memiliki kemampuan untuk menyelamatkan putrinya.


"Tuan, terdapat situasi khusus yang tak bisa dijelaskan. Tapi aku sangat berterima kasih kepadamu karena telah menyelamatkan putriku."


Zhou Fan tak memperpanjang masalah ini, lagi pula juga tidak merugikannya.


"Begini saja tuan, sebagai bentuk terima kasih aku akan menyediakan apa engkau cari. Bagaimana?" Xiu Hongyan--wanita paruh baya menawarkan sebuah penawaran yang sangat dinantikan Zhou Fan, tanpa basa-basi ia langsung mengungkapkan apa maksud kedatangannya.


"Aku mencari teratai bintang, ganggang air berusia sepuluh tahun serta akar roh."


Mata Xiu Hongyan melebar, ia tidak mengira apa yang dicari Zhou Fan adalah tenaman herbal yang sangat langka dan berharga.


"Tuan jujur saja, ketiga tanaman itu sangatlah langka dan berharga. Aku tidak bisa melepasnya begitu saja." Xiu Hongyan merasa tidak enak, ia sudah mengatakan akan memberikan apa yang diminta Zhou Fan, tapi ketiga tanaman herbal itu sangat berharga.


Hem...


Zhou Fan sudah menduga bahwa ini tidak akan mudah. Oleh sebab itu ia sudah menyiapkan beberapa persiapan.


"Apa ini?" Xiu Hongyan menatap botol giok di hadapannya, apakah pemuda ini berniat menukar giok ini dengan bahan bahan langka tersebut, mungkinkah isi di dalam botol giok adalah pill.


Zhou Fan berkata, ia hanya mendorong botol itu dan Xiu Hongyan langsung meraihnya.


"Jika ini sebuah pill, maaf saja karena kami kekurangan pill. Namun mengingat pertolonganmu aku akan menjual ganggang air berusia lima belas tahun, itu adalah milikku sendiri, jadi tidak ada hubungannya dengan kamar dagang." Perlahan tangannya membuka penutup botol, ia tak mencium aroma pill atau semacamnya. Hal ini membuatnya bingung.


"Sebenarnya apa isinya?" Xiu Hongyan memeriksa dengan seksama, perlahan keningnya mengerut dan bertahap semakin jelas.


Ia memandang Zhou Fan, tatapannya begitu rumit menyimpan sebuah pertanyaan besar.


"Air mata bintang! Bag--bagaimana kau mendapatkannya, dan ba-bagaimana bisa begitu banyak?" Tangan Xiu Hongyan gemetar, ini jelas merupakan harta berharga, bahkan di tangannya setidaknya terdapat dua puluh tetes air mata bintang.


Zhou Fan hanya diam tak menjawab pertanyaan Xiu Hongyan. Tidak mungkin baginya untuk mengatakan bagaimana dan dimana ia mendapatkan air mata bintang, atau yang lebih dikenal dengan air spiritual.


Yin Cun, Miao Ling bahkan Dua Kapak Kembar termenung. Mereka tak mengetahui bahwa Zhou Fan menyimpan sebuah harta tak terkira.


"Tuan, apakah kau mempunyai air mata bintang lebih dari ini?" tanya Xiu Hongyan yang masih begitu fokus dengan botol giok di tangannya.


"Itu adalah persediaan terakhir, air mata bintang sangat langka." Zhou Fan menggelengkan kepala dengan pasrah, seolah memang benar apa yang dikatakannya.


Sebenarnya di dalam cincin penyimpanan masih terdapat persediaan air spiritual, tapi ia sengaja mengatakan seperti itu agar Xiu Hongyan tidak lagi membahas air spiritual.


Juga berjaga agar tidak ada yang mencari masalah dengannya hanya untuk mendapatkan air spiritual darinya. Bukannya curiga, tapi ia tidak tahu jelas identitas Xiu Hongyan. Sebelumnya ia mengenal Xiu Hongyan sebagai pelayan sebuah rumah makan, tapi sekarang ia berhadapan dengannya sebagai wakil ketua kamar dagang terbesar di Kota Dianlan.


Huft...


"Dengan ini aku bisa memberikan ketiga bahan yang tuan sebutkan tadi."


Zhou Fan menggelengkan kepala, membuat Xiu Hongyan menyipitkan mata. "Tentu saja bisa, bahkan jika dilelang, harga dua puluh tetes air mata bintang lebih berharga dibandingkan dengan ketiga bahan tersebut."


Mendengar ini Xiu Hongyan semakin menyipitkan mata, tapi saat akan berkata seseorang mengetuk pintu ruangan.


"Masuk!"


Setelah mendapat persetujuan seorang pelayan wanita memasuki ruangan, di tangannya membawa sebuah kotak berisi cincin penyimpanan. "Tuan, semua tanaman herbal yang engkau pesan sudah berada di dalam cincin penyimpanan."


Setelah meletakkan kotak tersebut, pelayan itu berpamit pergi.


Xiu Hongyan adalah wanita yang cerdas, ia langsung paham. "Baiklah, dua puluh tetes untuk semua bahan yang tuan pesan."


Zhou Fan tersenyum, "Nyonya sangat pengertian," ucapnya dengan senyum mengembang.


Xiu Hongyan berdiri, mengambil sebuah cincin yang ada di laci nakas, kemudian kembali ke tempat duduknya. "Sebenarnya bahan-bahan ini akan disetorkan ke pusat, tapi karena tuan menawarkan air mata bintang tentu kami tidak akan melewatkan kesempatan yang langka ini."


"Jadi kamar dagang samudra biru yang ada di kota ini hanyalah sebuah cabang?" Zhou Fan tercengang, yang ia anggap besar dan luar biasanya ternyata hanya sebuah cabang. Entah seberapa besar pusat kamar dagang samudra biru sebenarnya.


"Benar, kamar dagang yang ada di Kota Dianlan hanyalah cabang, sementara pusatnya berada di Kota Lu." Mendengar jawaban Xiu Hongyan, Zhou Fan hanya mangut mangut.


"Semua bahan telah berada di dalam cincin penyimpanan. Jika tuan memiliki beberapa harta yang lain, tuan dapat datang kembali."


Zhou Fan mengangguk, "Jika begitu, kami pamit terlebih dahulu."


Xiu Hongyan hanya memandang kepergian lima orang tersebut. Beberapa saat kemudian masuk seorang wanita muda, dia adalah Xiu Ran--putrinya.


"Ran'er, bagaimana menurutmu pria muda yang menyelamatkanmu? Bukankah dia tampan, dia juga kuat."


Xiu Ran duduk di kursi, "Apakah dia yang baru saja pergi?" Matanya memandang ke belakang, tapi tak mungkin menemukan Zhou Fan serta yang lainnya.


Heem...


"Aku rasa dia sangat cocok menjadi menantu keluarga Xiu, kamar dagang samudra biru akan berjaya di bawah kepemimpinannya." Xiu Hongyan sudah membayangkan jika Zhou Fan menjadi menantunya, pria muda yang sangat mengagumkan di matanya.


Xiu Ran bangkit, mendekati sang ibu. "Namun ibu, dia nampaknya tidak tertarik kepadaku. Bahkan saat itu ia bersama dengan seorang wanita yang lebih cantik dariku, meski aku sendiri tak tahu ada hubungan apa di antara mereka."


Xiu Hongyan tersenyum, "Memangnya kenapa jika seorang pria memiliki banyak istri, bahkan lima enam istri pun masih sangatlah wajar untuk pria yang berbakat sepertinya."


"Entahlah bu, meski aku mau juga dia yang belum tentu mau."


...


Sementara di sebuah penginapan, Zhou Fan telah dihadapan dengan sebuah tungku, ia bersiap meracik pill kultivasi tingkat sepuluh dengan bahan-bahan yang ia dapatkan sebelumnya.


Ia sama sekali tidak menyangka akan dapat menemukan bahan-bahan tersebut. Bahkan selama ini ia mencari, keberadaan tiga bahan itu sangatlah langka. Sekarang ia telah mendapatkannya, tentu saja tidak akan buang-buang waktu dan langsung mengolahnya.