
Zhou Fan masuk lebih ke dalam hutan, bersama dengan Dua Kapak Kembar serta Zhou Jim ia memburu keberadaan beast yang kemungkinan akan menyerang.
Yang menyerang sebelumnya adalah gelombang pertama, setelah itu pasti akan ada serangam gelombang selanjutnya.
Menurut informasi yang ia kumpulkan gelombang serangan beast terjadi setidaknya sembilan kali, bahkan belasan tahun lalu pernah terjadi dua puluh kali dan saat itu menjadi titik kelam Kota Zi. Semua orang di kota saat membicarakan gelombang serangan beast pasti akan menyangkut pautkan kenangan belasan tahun silam tersebut, oleh sebab itu tak ada yang tak mengetahuinya.
Sementara beberapa mill di belakang Zhou Fan, kelompok Kota Zi yang dipimpin Tuan Kota menyusuri hutan. Mereka berpikir menghadang gelombang serangan sebelum memasuki kota, tapi yang mereka dapatkan adalah tubuh sembilan orang dalam keadaan tak bernyawa.
Tuan Kota berhenti, memeriksa mayat sembilan pria. Keningnya mengerut kala memastikan bekas luka bukan sepenuhnya berasal dari cakar atau gigitan beast, jelas jika tebasan yang rapi adalah maha karya sebuah senjata.
"Bukankah mereka adalah faksi serigala timur?!" Salah seorang pria tua yang mengenali sembilan pria sontak berseru dengan terkejut.
Tuan Kota sontak menyipitkan mata. Tapi dia masih diam tak memberikan tanggapan.
Seorang pria tua di sampingnya mendekatkan mulut ke telinga. "Tuan Kota, jelas ini bukan serangan beast. Selain luka tebasan yang terlihat disebabkan oleh senjata tajam, di tubuh mereka sama sekali tak didapatkan cincin penyimpanan."
Mendapati laporan dari orang kepercayaannya, Tuan Kota mengangguk. "Kita harus melanjutkan penyisiran. Dapat dipastikan gelombang beast akan kembali datang."
Bukan Tuan Kota tak mau mencari tahu. Tapi ia cukup akrab dengan faksi serigala timur, kelompok yang kerap berbuat ricuh di wilayah Kota Zi, wilayahnya. Melihat mereka semua tiada, tentu merupakan keuntungan baginya.
Namun, di sisi lain dia semakin waspada. Setelah beast tingkat delapan, sekarang kelompok falsi serigala timur. Sebenarnya kelompok seperti apa mereka sampai mampu mengalahkan kekuatan yang sangat besar.
Tuan Kota hanya berharap satu, tak akan ada hal buruk yang mendekati Kota Zi.
Setelah menenangkan kelompok yang datang bersamanya, Tuan Kota melanjutkan penelusuran lebih ke dalam. Bersamaan dengan itu mereka mendengar suara gemuruh yang sangat menakutkan, membuat orang merinding sampai tak bisa jalan.
Bukan hanya keras, tapi terdengar jelas jika jumlah mereka ada ratusan.
"Tenang! Kita ada ratusan orang, selama kita bersama semua pasti dapat diselesaikan." Tuan Kota mengangkat tangan memberikan sebuah nasihat yang sangat mujarap, dengan hanya beberapa kata semua orang di belakang seketika menampilkan ekspresi pantang menyerah dan tekad yang membara.
Meski sangat mudah menyampaikan kata-kata penyemangat, nyatanya tidak demikian. Tuan Kota mengelap keringat di keningnya, ia juga tak menyangka jika pada gelombang kedua jumlah beast sudah mencapai ratusan.
Ini jelas merupakan catatan terbanyak dalam gelombang kedua, bahkan jika membandingkan dengan belasan tahun lalu yang hanya tujuh puluhan.
"Tuan muda, apakah kita akan tetap di atas pohon?" Ciu San memandang ke bawah, nampak kelompok Tuan Kota berada tepat di bawah kakinya. Namun lebatnya pohon membuat keberadaan mereka tak terlihat, pill penghilang aura juga sangat berguna dalam menelan aura sehingga pasukan Tuan Kota takkan merasakan hawa asing di sekitar.
"Kita tak perlu ikut campur, dengan ratusan dari mereka apakah masih tidak sanggup menghadapi serangan beast gelombang kedua?" Zhou Fan membentangkan kaki, selonjoran di atas dahan.
Mendapati jawaban demikian Ciu San berpaling kepada Zhi Long, tapi saudara kembarnya itu sama seperti Zhou Fan. Selonjoran bahkan menjadikan tangan sebagai bantal.
Kwak!
Di atas langit seekor elang berputar seolah menunjukkan tanda jika ia menemukan mangsa, elang berwarna merah kehitaman itu terus berputar tanpa berkeinginan untuk terbang lebih rendah.
"Gelombang serangan kedua dimulai." Zhou Fan memandang ke depan, nampak beberapa pohon bergetar dan itu menunjukkan jika ada satu kelompok besar yang tengah bergerak.
Dan benar saja, beberapa saat kemudian seekor macan tutul melompat dari atas pohon menerjang Tuan Kota beserta kelompoknya. Namun Tuan Kota yang berada di tingkat petarung suci bintang empat bukan petarung lemah, dengan mudah menghempaskan macan tutul hingga terlempar puluhan langkah.
Macam tutul bangkit dan berjalan berputar seolah memberikan ancaman dengan sorot matanya yang tajam.
Tuan Kota menempatkan pedang yang menjadi senjata andalannya di depan dada. Ketika akan melesat, satu persatu beast datang dan menunjukkan diri. Jumlah mereka perlahan bertambah, yang semula satuan menjadi puluhan, dan sekejap mata sudah berjumlah ratusan.
Mata Tuan Kota bergeming pada seekor beast badak bercula ganda, dari keseluruhan merupakan dengan tingkat kekuatan paling tinggi. Sebenarnya ada tiga beast tingkat delapan, termasuk badak bercula ganda. Tapi beast ular cincin kuning serta beast panda bertaring nampak kekuatannya hanya sekitar petarung suci bintang satu, sementara badak bercula ganda berada di tingkat petarung suci bintang tiga.
Mungkin secara kekuatan ia masih unggul, tapi pertahanan beast badak bercula ganda tak bisa diremehkan, kulitnya sudah setara dengan senjata rank mitick.
"Pertarungan ini akan mengurangi kekuatan kelompok tuan kota," ucap Zhou Fan mengamati dia pihak yang berseberangan.
Jika kelompok Tuan Kota tidak cerdik mengatur posisi bukan tidak mungkin akan mengakibatkan kerugian lebih besar, yang mana akan berdampak buruk bagi mereka dalam menghadapi gelombang serangan beast ketiga.
Kwak!
Elang yang terbang di atas langit menungkik ke bawah dan menyambar beberapa orang yang ada dalam incaran.
Whut... Blar!
Sebuah siluet tinju menghantam elang bulu merah sebelum menerkam target incarannya. Serangan yang kuat, membuat elang bulu merah terhempas dan mati seketika.
"Hati hati!" ucap pria tua yang merupakan Patriark Klan Xie, salah satu klan besar di Kota Zi. Juga merupakan satu dari lima petarung suci bintang empat yang ada di Kota Zi.
"Patriark Klan Xie, engkau akhirnya datang." Tuan Kota seolah mendapat sejuta harapan dengan kedatangan Patriark Klan Xie serta orang orangnya yang tak kurang dari tiga puluh orang.
"Maaf sekali, beberapa saat lalu ada sedikit kendala. Namun semua telah selesai, pada akhirnya dapat bergabung dengan pasukan kota." Pria tua yang mengenakan pakaian putih itu sangat berwibawa, menampilkan kesan seorang ahli yang sebenarnya.
"Sama sekali tak masalah, selama Patriark Xie telah datang merupakan bantuan yang sangat besar." Tuan Kota tersebut senang, kemudian mulai fokus dengan pasukan beast di depan.
Zhou Fan tersenyum dari tempatnya, ia benar-benar tak perlu turun tangan lantaran kedatangan Patriark Klan Xie meningkatkan kekuatan pasukan Tuan Kota. Seharusnya bukan masalah sulit bagi mereka untuk menyapu ratusan beast itu.