Legenda Petarung (2)

Legenda Petarung (2)
Chapter... 70 : Dua Kapak Kembar


"Kau mau kemana?" Zhou Fan menghentikan Shao Mingrui yang seperti hendak menghampiri para prajurit.


"Tentu saja mengatasi mereka, masalah seperti ini tidak bisa dibiarkan." Zhou Fan menggeleng mendengar jawaban Shao Mingrui, dia sudah menebak jika itu yang dikatakan.


"Jika kau melakukannya sekarang, itu tidak akan berdampak apapun bagi penduduk, malah kedepannya pangeran pertama akan semakin mengetatkan penjagaan di Kota Duan. Di saat itu, maka penduduk kota akan memiliki keadaan dua kali lebih buruk."


Shao Mingrui termenung. "Tapi aku tidak bisa hanya diam menyaksikan penindasan seperti ini. Mereka sudah sangat buruk, tapi harus menyerahkan persediaan pangan kepada para prajurit."


Kereta pergi setelah mengumpulkan persediaan, Zhou Fan yang melihat kepergian mereka keluar dan mendekati para penduduk yang masih di sana.


"Apakah tadi adalah seserahan rutin?" Zhou Fan tak bertanya kepada siapapun, tapi dia mengatakan dengan suara yang sangat jelas.


Salah satu penduduk mendengus dan berkata. "Seserahan rutin apanya, setiap pagi dan sore mereka datang memungut pajak, pajak yang sebenarnya digunakan untuk mereka sendiri."


"Tapi kami tak bodoh dengan menyerahkan semuanya kepada mereka, bagaimana ingin hidup jika tidak ada makanan?!" Zhou Fan menoleh ke samping, di sana Shao Mingrui mengangguk paham.


Mungkin mereka tertindas, tapi mereka masih bisa bertahan dengan usaha sendiri. Mungkin mereka menderita, tapi mereka terus berjuang untuk tetap bertahan.


Jika saja dia menyerang kelompok prajurit yang mengumpulkan upeti, otomatis upeti tidak akan sampai di tempat pangeran pertama, saat itu pangeran pertama akan mengetahui jika ada masalah di wilayah kekuasaannya.


Memang bukan pilihan terbaik membiarkan prajurit itu membawa hasil bumi penduduk kota, tapi untuk sekarang itu adalah pilihan paling tepat. Selain itu belum mesti tidak ada mata mata di antara penduduk kota, bertindak gegabah hanya akan mengacaukan segalanya.


"Kita bermalam di sini, mungkin besok kota akan memasuki Kota Chen. Bagaimana menurutmu?" Shao Mingrui mengajak Zhou Fan bermalam di sebuah penginapan, mereka masih berada di Kota Duan, tapi perbatasan sudah terlihat dari tempat mereka berdiri sebelumnya.


Zhou Fan tak masalah, dia bisa beristirahat di penginapan. Melanjutkan perjalanan saat malam akan terlihat seperti sangat tergesa, hal itu malah memancing kecurigaan jika bertemu dengan kelompok pangeran pertama.


Zhou Fan mengambil satu ruangan, dia bersama Zhou Jim langsung masuk ke dalam ruangan. Di dalam dia mengeluarkan kristal beast yang telah dia dapatkan di Kota Xinyan dan menyerahkannya kepada Zhou Jim.


Zhou Jim langsung menggerogoti kristal beast itu seperti memakan tulang, serigala yang saat ini berada dalam keadaan tubuh kecilnya perlahan tapi pasti menghabiskan kristal beast yang ada di depannya.


Zhou Fan menyipitkan mata, tak disangka jika kristal beast tingkat tujuh hanya dianggap sebagai cemilan. Tidak ada tanda tanda akan berevolusi, sama sekali tidak ada perubahan.


Malam berlalu dan hari berganti. Zhou Fan serta dua orang dan juga Zhou Jim melanjutkan perjalanan, mereka meninggalkan Kota Duan dan mulai perjalanan menuju Kota Chen.


Kota Chen masih belum ada yang berkuasa, kota ini masih berada dalam kekuasaan klan lokal salah satunya adalah Klan Song. Shao Mingrui sangat bersemangat ketika mengetahui dia akan sampai, mungkin dia sudah lama tak kembali ke kediaman keluarga ibunya.


Kakeknya merupakan salah satu tetua di Klan Song, umurnya telah mencapai seratus tahun, merupakan orang kedua setelah patriark.


"Pangeran, sepertinya di depan ada masalah." Shin memasang badan, berdiri di depan Shao Mingrui.


"Seharusnya kalian tahu, jika melewati jalan ini kalian harus membayar. Jika tidak membayar, maka sebaiknya kalian pergi sekarang juga." Dua pria bertubuh gempal berdiri dengan memegang kapak, wajah keduanya tampak selaras, mereka sepertinya adalah saudara kembar.


"Apa kalian adalah Dua Kembar Pembantai? Aku pernah mendengar cerita ini, tapi itu dulu. Entah itu kalian atau bukan." Shao Mingrui agak ragu, dia sendiri tidak pernah berhadapan dengan dua kembar pembantai, hanya mendengar namanya saja.


"Kami bukan dua kembar pembantai, itu adalah guru kami. Kami mempunyai julukan sendiri, Dua Kapak Kembar!" Salah satu pria gempal berkata dengan arogan.


"Mereka lebih kuat dariku, pangeran, jangan menjauh." Shin mengeluarkan pedangnya, dia sudah siap bertarung melawan Dua Kapak Kembar walau mengetahui kekuatannya berada di bawah dua bersaudara tersebut.


"Hanya petarung senior bintang dua ingin melawan kami, kau menyia-nyiakan hidup yang hanya sekali." Pria gempal menggeleng.


"Jangan remehkan aku!" Shin melompat sambil mengayunkan pedang, ketika pedang menebas dua kapak bersatu dan menahan pedang bersama.


Wajah Shin membiru ketika mencoba menebas, kapak itu terlalu keras, tenaga lawan terlampau besar. Dia tidak bisa menggerakkan kapak satu inci pun.


Dua Kapak Kembar mendorong kapak bersamaan, dengan itu Shin mundur sambil menahan keseimbangan. Namun serangan belum berakhir, Dua Kapak Kembar melesat dan mendorong telapak tangan mereka.


Tapak tepat mengenai perut, dua tapak masing-masing dari tangan kiri dan kanan menghujam keras memaksa Shin memuntahkan darah segar dari mulutnya.


"Kami tak ingin membunuh, serahkan cincin penyimpanan kalian atau pergi dan jangan melintasi jalan ini." Dua Kapak Kembar berkata serempak, Shin tak lagi bisa berdiri tegak, tangannya menahan tubuhnya dengan bantuan pedang.


Hem...


"Kalian melupakan satu orang," ucap Zhou Fan yang membuat Dua Kapak Kembar langsung memalingkan pandangan.


Nampak, kerutan di kening keduanya semakin jelas, mata mereka perlahan terbuka lebar mengetahui siapa yang bicara.


"Tuan, tuan muda..." Dua pria gempal itu seketika bersujud di bawah kaki Zhou Fan.


"Sepertinya hidup kalian semakin menyenangkan." Zhou Fan melirik dua pria yang meringkuk di bawah kakinya.


Berdiri!


Dengan satu kata itu kedua pria gempal langsung berdiri.


"Hehe... Tuan muda, bagaimana disebut menyenangkan, setelah bertemu dengan tuan muda, kami tidak lagi merampok, kami hanya meminta dengan baik baik, jika mereka tidak memberi juga tak apa." Salah satu pria gempal berkata sambil menggaruk tengkuk kepala.


"Tak merampok? Lantas apa sebutan yang cocok untuk kalian?!" Zhou Fan tak habis mengerti dengan dua pria gempal itu.


Sebelum ini Zhou Fan pernah bertemu dengan Dua Kapak Kembar, itu saat perjalanan kembali dari goa menuju Kota Bei Xian.


Saat itu mereka bertemu di perbatasan Kota He, niat awal mereka sebenarnya ingin merampok Zhou Fan, tapi malah dibuat babak belur olehnya. Saat itu karena butuh informasi Zhou Fan melepaskan mereka, tak menyangka sekarang bertemu di sini.


"Tuan muda, apakah kau membutuhkan sesuatu?" Dua Kapak Kembar tersenyum mencoba mengambil kesempatan.


Namun Zhou Fan menggeleng, merubah ekspresi wajah Dua Kapak Kembar. "Dari pada kalian merampok dan mengganggu orang, bagaimana jika ikut denganku, setidaknya aku menjamin kalian tidak akan hidup dengan buruk."


Tanpa berpikir dua kali Dua Kapak Kembar mengangguk.


Zhou Fan tersenyum, mendapatkan tambahan tenaga seperti mereka berdua tentu merupakan suatu hal baik. Setidaknya keduanya berada di tingkat petarung senior bintang empat, dengan kombinasi di antara mereka, menghadapi petarung senior bintang lima bukanlah mustahil.