
"Lepaskan aku," ucap Leng Shui kepada Zhou Fan, tapi Zhou Fan terlalu fokus memperhatikan rombongan orang yang datang.
Leng Shui menengadahkan kepala melihat wajah Zhou Fan, tanpa panjang lebar mendorong siku membuat Zhou Fan mundur menghindar. "Bajingan, kau takkan pernah berubah!"
Zhou Fan mengangkat tangan, berusaha menjelaskan bahwa ia sama sekali tak berniat. Namun Leng Shui tak mau mendengarkan dan keluar dari persembunyian.
"Guru, aku di sini!"
Kemunculan Leng Shui membuat Tetua Yan yang memang tengah mencari seketika berubah senang. "Shui'er, dari mana kau pergi? Kami telah mencarimu bahkan menyusuri setiap sudut Desa Huan."
Leng Shui tersenyum kecut, ia tak bisa menjelaskan apa yang terjadi kepada sang guru.
"Ah, sudahlah. Yang penting kau telah kembali dengan selamat. Masalah peninggalan itu, mungkin hanya sebuah rumor yang tak benar adanya." Tetua Yan kemudian membalikkan badan, mengajak mereka semua kembali ke sekte.
Leng Shui termenung di tempatnya, mendengar pengungkapan sang guru. Jelas tak ada yang mendapatkan batu prasasti, jadi kemungkinan besar memang Zhou Fan yang mendapatkannya.
"Shui'er, apa yang kau tunggu. Ayo pergi, setelah ini kau harus berlatih bersama matriark."
Mendengar perkataan Tetua Yan, Leng Shui dengan cepat menjawab. "Baik, guru." Sebelum pergi tatapan mengarahkan kepada Zhou Fan yang masih di tempat persembunyian.
Zhou Fan hanya tersenyum tak berdaya menghadapi sorot mata Leng Shui yang seolah mengatakan bahwa ia belum menyelesaikan urusan dengannya.
Hem...
"Sebelum kembali, mungkin aku dapat mencoba teknik penghancur bintang." Itu adalah nama teknik yang dipelajari Zhou Fan dari batu prasasti.
Sebenarnya ia juga tak tahu mengapa tulisan di dalam batu prasasti masuk ke dalam kepalanya. Itu terjadi dengan sangat cepat bahkan ia tak sempat melihat tulisan itu masuk, hanya berupa pemahaman yang tiba-tiba terbayang dalam benaknya.
Hanya ada satu pemikiran yang dapat dijadikan patokan, mungkin itu karena plakat segitiga yang ada padanya.
Zhou Fan menyatukan tangan, melakukan beberapa gerakan. Bersamaan dengan itu dari tangan memancar sebuah cahaya kemerahan yang langsung menyebar ke seluruh tubuh. Aura Zhou Fan meningkat tajam, yang semula di tingkat petarung dewa bintang satu kini setara dengan petarung dewa bintang tiga.
Wajah sangat puas, ini adalah teknik yang luar biasa. Dalam pertarungan pasti sangat berguna.
"Tuan muda?!"
Aura kuat yang semula berkumpul seketika hilang, suara itu jelas merupakan milik Dua Kapak Kembar. Tak beberapa lama dua pria bertumbuh gempal muncul dari balik semak, melihat Zhou Fan dan juga Zhou Jim mereka tanpa banyak berkata langsung mendekat.
"Tuan muda?"
Zhou Fan kemudian mengajak mereka kembali, menuju kediaman Klan Sian. Sampai di sana Zhou Fan melihat Sian Yuezhi dan juga Sian Yu duduk di depan. Kemunculan Zhou Fan mengejutkan mereka berdua.
"Saudara Zhou, kau baik-baik saja?" Sian Yuezhi sudah khawatir sejak Zhou Fan tak kembali bersama rombongan lainnya, berpikir suatu yang buruk telah terjadi. Namun melihat secara langsung dia baik-baik saja, ia tak tahan mengungkapkan kekhawatiran.
"Aku baik-baik saja." Zhou Fan merentangkan tangan menunjukkan bahwa ia baik-baik saja.
Sian Yu bangkit dari duduknya, menghampiri Zhou Fan. "Sungguh baik jika kau tak terluka. Altar peninggalan runtuh, kami semua hampir tak bisa keluar karena begitu banyak bongkahan batu yang berjatuhan."
Sian Yu menghela nafas. "Mungkin peninggalan itu tak pernah benar-benar ada. Karena tugu batu yang ada di sana hanya pajangan yang tak sama sekali memiliki rahasia."
"Baiklah paman, Yuezhi, aku akan kembali ke ruangan."
"Kau masih lelah, sebaiknya cepat beristirahat." Sian Yu menepuk pundak Zhou Fan, menyuruh agar cepat kembali ke ruangan.
...
Zhou Fan berbaring di tempat tidur, merasakan sesuatu menusuk tubuhnya. "Apa ini?" Sebuah tusuk rambut tersembunyi di antara pakaiannya.
"Apakah ini milik Leng Shui?" Zhou Fan berusaha mengingat kejadian di dalam hutan saat ia menarik Leng Shui untuk bersembunyi, mungkin saat itu tusuk rambut miliknya tersangkut ke pakaiannya.
"Ah... Hampir saja aku melupakannya." Zhou Fan mengayunkan tangan mengeluarkan bahan herbal yang telah dikumpulkan Ciu San dan juga Zhi Long. Sebelumnya ia ingin membuat pill kultivasi tingkat sembilan, tapi harus tertunda karena kabar peninggalan yang begitu menarik perhatian.
Zhou Fan mengeluarkan tungku awan hitam, ketika api keluar dari jemarinya, perasaan berbeda dapat dirasakan. "Petarung tingkat dewa memang berbeda." Senyum tersungging di antara bibirnya, menunjukkan ukiran wajah yang menawan.
Di luar ruangan Sian Yu yang mendengar suara berisik dari dalam pun mendekatkan telinga. "Apa yang dia lakukan malam-malam begini?" Rasa penasaran telah merasuki pikiran, sehingga lupa di sampingnya juga ada Sian Yuezhi yang memandang dengan heran.
"Paman, apa yang kau lakukan?"
Sian Yu langsung berdiri memasang ekspresi tak bersalah. Namun belum sempat ia menjawab, Zhou Fan keluar dari ruangan. "Apa yang kalian lakukan?"
Bukan menjawab Sian Yuezhi menelisik masuk ke dalam ruangan dan melihat tungku awan hitam yang masih di sana. Ekspresi wanita itu seketika berubah dan memandang Zhou Fan dengan terkejut. "Apakah kau seorang alkemis?"
"Ya, apakah ada yang salah?" Zhou Fan mengeluarkan satu botol pill, menyodorkan tangan kepada Sian Yuezhi. "Ini untukmu. Mungkin tak seberapa, tapi akan berguna."
Zhou Fan berjalan menuju ruangan Dua Kapak Kembar, sementara Sian Yuezhi membuka botol pill dan matanya terbelalak mendapati lima butir pill berwarna cerah. "I - ini ...."
Bukan hanya Sian Yuezhi, bahkan Sian Yu yang berada di sampingnya terkejut melihat pill kultivasi tingkat sembilan dan lagi ada lima butir. Memang bukan kualitas tertinggi tapi tingkat sembilan sudah merupakan barang yang sangat berharga.
Zhou Fan memberikannya begitu saja, apakah memang begitu dermawan. Andai mereka tahu, Zhou Fan telah berhasil membuat puluhan pill kultivasi tingkat sembilan. Lima butir merupakan jumlah yang masih wajar untuk diberikan.
"Yuezhi, tidakkah kau mau memberikan satu untuk paman?"
Sian Yuezhi langsung memasukkan pill ke dalam botol. "Tidak bisa paman, ini adalah milikku. Dengan ini mungkin aku dapat naik tingkat menjadi petarung suci bintang satu." Dengan senang dia pergi meninggalkan Sian Yu yang nampak murung.
Zhou Fan di ruangan Ciu San memberikan tujuh pill kultivasi tingkat sembilan, jumlah yang sama ia berikan kepada Zhi Long. Ketika kembali ia melihat Sian Yu berdiri di depan ruangannya, ekspresi nampak suram.
"Paman, ini untukmu. Hampir saja aku lupa." Zhou Fan menyerahkan botol pill kepada Sian Yu, ekspresi pria paruh baya itu seketika kembali seperti semula.
"Uh... Aku tahu kau tak akan melupakanku, sekarang aku akan ber kultivasi dan mencoba menerobos tingkatan."
Melihat kepergian Sian Yu yang begitu bersemangat, Zhou Fan hanya menggelengkan kepala. "Ternyata memberi jauh lebih menyenangkan."