Kesatria, Sihir, Dan Teknologi

Kesatria, Sihir, Dan Teknologi
chapter 97


Arcane tersenyum lebar dan terus membuat bola angin itu semakin besar, sementara itu Kai dan yang lain ternyata juga datang di depan gerbang.


ketika melihat Gray dan Brown, Kai langsung memberi perintah untuk menghampiri mereka.


"kalian, ikut kami!! "


Gray dan Brown bingung kemudian Gray membalas.


"siapa kalian"


Kai menjawab.


"pemberontak, kalian pasti tau pangeran sampah itu kan kita akan membunuhnya!! "


mendengar perkataan itu Brown langsung menjawab dan langsung mengeluarkan kekuatan sihirnya.


"kau!! sebelum melangkahi mayat ku jangan bermimpi!! "


Gray tanpa berucap juga melakukan hal yang sama, melihat itu Kai tersenyum dan berkata.


"hahaha....


maaf itu hanya tes, kami adalah anak buah tuan Arcane kita berada di kapal yang sama Jadi ayo kembali ke markas"


"ia berkata dengan jujur" timpal Blue.


Kai kaget dengan keberadaan Blue yang tiba-tiba berbicara, sementara Gray dan Brown memilih untuk percaya karena perkataan Blue.


namun tiba-tiba sebuah angin kencang menerjang mereka, rasanya seperti hujan lebat disertai angin yang kuat, Kai memasang barier pelindung dan berdiri di barisan depan.


beberapa saat ketika angin mereda mereka bisa melihat kalau kini selain tangan kirinya yang telah ter pelintir mata, hidung, mulut, dan telinga Arcane mengeluarkan darah.


pemandangan itu juga di lihat oleh seluruh keluarga kerajaan dan mereka tidak ada seorang pun yang berkomentar, karena meskipun istana hancur itu seolah-olah seperti pemandangan biasa.


senyuman seperti orang gila yang tidak memperdulikan apapun dan seperti seseorang yang akan menggapai impiannya tidak peduli kalau jalan yang ia tapaki adalah pecahan kaca.


"sungguh hebat" tanpa sadar Blark ikut tersenyum.


perkataan Blark menyadarkan mereka semua, sementara itu Kai langsung menyuruh bawahannya membawa Gray dan Brown secepat mungkin meskipun mereka berdua dan prajuritnya menolak namun ia masih bisa meyakinkan mereka.


tak lupa juga untuk menghubungi seluruh tim yang tersebar Kai masih tinggal karena firasatnya mengatakan kalau tuannya akan mengalami hal yang lebih parah dari itu.


dan benar saja beberapa saat kemudian ketika Magical knight yang terkena sihir Arcane secara langsung bergerak dan tidak memperlihatkan sedikitpun lecet Arcane langsung mengeluarkan aura yang besar.


Arcane perlahan melayang dengan angin yang mengitari tubuhnya, tak hanya itu tubuh tubuh Arcane mulai mengeluarkan aura jingga dan di tangan kiri Arcane aura mulai berkumpul dan menyelimuti tangannya.


beberapa saat kemudian tangan kiri Arcane kini seperti telah di lakukan seperti pertolongan pertama pada patah tulang.


Arcane kini langsung melakukan eksekusi sihir jarak jauh namun kali ini ia juga melakukan serangan dalam jarak dekat.


Arcane mengkombinasikan gerakan lincah nya dan sihirnya yang membuat Magical knight itu menjaga jarak.


kini semua orang terkejut dan kembali terdiam pasalnya Arcane kini seperti menjadi orang yang berbeda karena telah mematahkan prinsip yang mereka pegang.


dimana penyihir memanfaatkan mana untuk menciptakan serangan atau memunculkan sesuatu dari kekosongan, sedangkan kesatria mengolah mana untuk memperkuat tubuh mereka sesuai dengan elemen yang mereka miliki.


namun saat ini Arcane menggunakan kedua prinsip tersebut dan membuat seorang Magical knight kerepotan hingga titik ini.


Arcane terus menyerang meskipun darah terus keluar, namun tiba-tiba.


"DUAK"


tanpa di sengaja Arcane tiba-tiba pingsan dan mengenai perisai Magical knight itu dengan kuat, lebih parahnya ia juga secara reflek menyerang Arcane hingga membuat Arcane terlempar.


namun untungnya dengan sigap Kai menangkap Arcane dan langsung membawanya pergi, supaya tidak diikuti ia melemparkan banyak granat peledak, asap, cahaya.