
sebuah sosok di selimuti kabut putih di sekitarnya di tubuhnya juga banyak tumbuhan menjalar dan batang pohon, kulitnya terbentuk seperti kayu.
sosok itu berjalan bungkuk dan dengan cahaya biru yang terus terbang mengelilingi tubuhnya, sosok itu terus berjalan dan mendekat ke kelompok itu dan berkata.
"kalian.... kalian harus mati!!!!" kata sosok itu dengan menunjuk.
semua orang yang menggunakan pakaian aneh kini malah langsung melawan.
"apa maksudku orang aneh siapa kau!? "
"aku bisa di sebut Leshy roh penjaga hutan, pertambangan telah membuat hutan rusak, dan kalian ingin merusak hutan lagi...
jangan harap!! " kata sosok yang mengaku roh penjaga hutan itu.
"Prfff hahahaha.... "
semua Orang yang di sana hanya tertawa karena perkataan Leshy.
hingga akhirnya Leshy langsung menyerang mereka dengan sihir tanah, angin dan air.
Orang-orang yang ada di sana terkejut dan berusaha menghindar, beberapa orang tidak beruntung dan malah terjebak.
setelah itu beberapa orang datang untuk melihat, yah karena lokasi mereka tidak terlalu jauh jadinya mereka bisa datang dengan cepat.
Leshy tidak mau menunggu lama ia langsung menyerang mereka semua dengan sihir sebelumnya, kali ini mereka bisa menghindar dengan baik meskipun tidak sepenuhnya.
tidak hanya itu tubuh Leshy yang terlihat berat dan besar kini tiba-tiba melayang, ia kemudian langsung mengeluarkan sihir untuk memporak porandakan mereka.
mereka tidak bisa melawan balik dan memilih kabur dan bersembunyi melihat tidak ada perlawanan Leshy itu langsung berteriak dengan bunyi yang melengking.
"kiiiiiiik...... ini hanya peringatan, jika masih berani maka bersiaplah untuk mati!!!! " kata Leshy yang terbang menjauh ke arah hutan yang lebih jauh.
setelah beberapa lama.
"hei ada apa ini? "
__________________________________________________________
"hmm.... ternyata mudah sekali Ya"
Arcane kini telah melepas seluruh samaran yang ia kenakan, mulai dari lumpur tanaman merambat dan sebagainya.
"tuan mengapa Anda menggunakan penyamaran sementara anda tengah memakai topeng? " kata Blue.
Arcane langsung membatu, ia tidak terpikirkan hal seperti itu namun ia akhirnya memiliki jawaban.
"erm... begini aku ingin mengetes apakah mereka percaya mahluk seperti itu atau tidak, lagian kita masih harus mengamati mereka Apakah ada dalang yang sesungguhnya di sini hehehehe.... "
Blue hanya mengangguk kepada Arcane karena meskipun ia tau kalau alasan itu baru saja terpikirkan oleh Arcane, namun di sisi lain Blue ingin membantu penduduk desa.
mereka berdua akhirnya memilih untuk berjalan memutar dari wilayah tambang, hingga akhirnya setelah beberapa jalan terjal mereka lalui akhirnya mereka sampai.
memerlukan waktu yang cukup lama namun untungnya mereka tidak melihat kejadian pembunuhan di desa ini, yah setidaknya belum.
mereka langsung pergi ke pohon yang sebelumnya mereka gunakan untuk beristirahat namun Arcane lupa kalau ada kabut narkoba itu, hingga akhirnya ia menghirupnya dan langsung lemas.
"ugh kenapa ini? aku mengantuk sekali" kata Arcane sambil terhuyung.
Blue yang panik langsung bertanya.
"tuan tuan...
anda kenapa?! "
Arcane tidak menjawab namun sekuat tenaga ia menuju pohon itu dan bersandar di bawahnya, perlahan-lahan ia memejamkan matanya.
sebelum kesadarannya hilang Arcane berkata kepada Blue.
"Blue aku tidur sebentar, bangunkan ketika alarm berbunyi Ya"
"tuan... tuan.... bangun!!! " Blue semakin panik dan ia terbang ke sana kemari hingga memasuki rumah warga.
namun seluruh desa telah tertidur dan bahkan seperti tidak merasakan apapun ketika Blue mengangkat gelas berisi air ke wajah salah satu penduduk