Kesatria, Sihir, Dan Teknologi

Kesatria, Sihir, Dan Teknologi
chapter 48


ruangan yang dulunya bersih rapi dan teratur kini menjadi berantakan kacau seperti kapal pecah.


banyak tumpukan barang disana sini, bahkan mungkin tidak ada bedanya dengan tempat Gavin dulu.


ketika brown masuk dan mencari arcane sebuah suara terdengar dari balkon kamar arcane.


"akhirnya selesai!!! "


brown yang mendengar nya menghampiri dan membuka balkon itu ketika melihatnya nampak arcane yang pakaiannya kusut, mata yang memiliki kantung mata serta bau menyengat.


brown sesaat tidak mengenal arcane yang ada di depannya ini.


"tuan? sedang apa anda? dan apakah anda tidak mandi? "


arcane menoleh dan menghampiri brown dan berkata dengan girang.


"hahahaha.....


tidak ada yang penting item penyimpanan ku sudah selesai


hahaha.... "


brown segera menutup hidungnya ketika arcane berbicara bukan karena apa melainkan bau mulut arcane kini lebih parah dari bau terburuk yang ia ingat.


meski ia menjadi budak dan berada di lingkungan kumuh dan tak terawat namun setidaknya ia tidak mencium bau busuk yang sangat menyengat.


namun saat berhadapan dengan arcane ia merasa berhadapan dengan tumpukan kotoran yang baru keluar dari tempatnya.


dengan menahan nafasnya ia berkata kepada arcane.


"tuan ini ada surat untuk anda......


dan aku permisi, sebaiknya anda segera mandi"


brown pergi ketika menerimanya tanpa menunggu perkataan arcane, lalu...


"hoek...... "


ketika pintu kamar arcane tertutup terdengar suara muntah dari luar ruangan, arcane hanya tersenyum getir dan mengendus kedua ketiaknya dan mencium aroma mulutnya.


"ugh.... aku harus mandi"


begitu selesai ia menaruh suratnya di meja kerjanya dan pergi ke kamar mandi.


entah berapa hari arcane melakukan penelitian tertutup nya ia juga sesekali melakukan pelatihan seperti biasanya hingga ia meminta untuk berhenti berlatih dan memilih untuk menutup diri.


tidak ada yang bermasalah dengan itu lagian blast juga harus melakukan beberapa hal dengan pekerjaannya, yah meski dirinya sudah pensiun namun ia masih bekerja menghilangkan rasa bosan.


setelah selesai arcane membaca surat yang ditujukan kepadanya, ada 3 surat disana yang mana inti dari surat itu yang ke 1 datang dari ayahnya yaitu raja untuk melakukan upacara pembaptisan yang seharusnya dilakukan saat umur arcane berada di usia 7 tahun dan mengabdi pada gereja selama kurang lebih 1 tahun.


namun karena arcane saat itu sedang terluka maka upacara ini hanya di laksanakan oleh adam.


surat yang kedua adalah surat dari ayahnya untuk mengikuti upacara itu karena upacara itu juga sekaligus sebagai upacara kedewasaan arcane.


arcane bingung pasalnya dari perkataan ibunya upacara kedewasaan akan dilakukan pada seorang anak yang umurnya 15 tahun, yah meski masih terlalu muda bagi arcane namun ini adalah tradisi di dunia ini.


untuk kedua masalah ini arcane mulai berfikir untuk mencari celah untuk bisa kabur, karena ia hanya ingin melakukannya secara formalitas.


lalu ia juga membaca surat yang ke 3 dimana surat itu adalah pemberitahuan kalau arcane akan menemui calon tunangannya.


.


.


.


.


seketika ketika pikiran nya kosong, entah apa yang di pikiran orang didunia ini di usia yang semuda ini semua orang ingin menikah kan nya kepada seseorang.


lalu ia terus membaca namun tidak menemukan informasi apapun selain tanggal bertemunya dia dengan tunangannya.


sesaat kemudian ia juga melihat surat lainnya dan tanggal dilaksanakan acara itu juga sama, ini seperti sang raja sangat terburu-buru untuk menikahkan arcane.


mungkin upacara pembaptisan kerajaan tidak masalah namun upacara kedewasaan lah yang menjadi masalah, pastinya ada seseorang yang merencanakan sesuatu kepada dirinya.


apalagi dengan pengenalan calon tunangan yang sejatinya tidak ada di literatur dunia ini yang ada hanyalah pertemuan pengenalan tunangan atau pengenalan calon istri.


arcane kini semakin pusing karena memikirkan perkara ini apalagi acara ini akan dilaksanakan lusa yang artinya acara ini sudah disiapkan jauh-jauh hari sebelumnya dan tanpa arcane sadari.


arcane sangat pusing saat ini karena kurangnya informasi yang ia dapatkan, ia bahkan belum melakukan rencananya untuk mengembangkan tambang uangnya sediri di dunia bawah.


arcane merenung dengan memandangi sabuk yang baru di buatnya, meski begitu secara tidak sengaja ia telah memasuki keadaan meditasi yang telah lama tidak ia lakukan.


ketika masuk seperti biasa ia merasa tenang dan damai, seperti seluruh tubuhnya berada di dalam air yang tenang tanpa arus.


namun ketika ia merasa tenang tiba-tiba ada kekuatan dari bagian terdalam kegelapan yang terus bergejolak.


arcane kaget dan sesaat ia kembali ke dalam kesadarannya, ketika sadar seluruh tubuhnya bergetar dan butiran-butiran keringat membasahi dirinya.


ia bingung dan mencoba kembali kedalam kesadarannya, dan kondisi yang sama membuat ia terpental dan kembali.


semakin arcane mencoba semakin kesulitan untuk memasuki konsentrasi itu.


arcane pun akhirnya menggelengkan kepala dan memutuskan untuk mencari udara segar