
begitu berhenti Arcane langsung mengawasi sekitar dan melihat reaksi mereka tak menunggu lama Arcane bergerak dan langsung menyerang orang yang terdekat.
orang yang diincar Arcane langsung melakukan gerakan bertahan namun ternyata Arcane malah menggunakan orang itu sebagai pijakan melompat.
Arcane langsung melompat dan mengalirkan sejumlah mana dan
"sling... "
beberapa angin berbentuk panah langsung melesat menuju para bandit tersebut, beberapa orang berhasil menghindari panah angin itu namun beberapa tidak beruntung terkena di bagian kaki dan tubuh mereka.
beberapa mulai tumbang karena luka yang mereka alami, melihat semangat mereka mulai runtuh Arcane langsung berteriak.
"pergi!! jika kalian ingin mati maka majulah"
para bantit mulai ketakutan dan ragu namun Arcane langsung mengeluarkan auranya yang berwarna jingga yang begitu kuat membuat para bandit itu kabur.
melihat itu Arcane langsung mengulurkan tangannya dan dari telapak tangannya keluar lingkaran sihir, darisana keluar aliran air yang sangat deras membasahi daerah sekitar.
setelah padam Arcane menuju sekumpulan penduduk kumuh, ketika di hampiri mereka ketakutan dan bahkan sedikit mundur.
Arcane menyadari itu langsung mengayunkan pedangnya yang di selimuti aliran angin ketika di ayunkan jejak tebasan pedang itu menjadi bilah setengah lingkaran dan meluncur mengenai gerobak bandit.
Arcane melakukannya beberapa kali hingga semua gerobak hancur, setelah selesai ia berbalik dan langsung ingin meninggalkan penduduk itu.
namun ketika berbalik 2 Orang anak kecil laki-laki dan perempuan menghampiri Arcane dan berkata.
"tu-tuan... trimakasih"
mereka hampir berkata secara bersamaan, Arcane berlutut dan mengelus kepala mereka sembari dengan itu Blue mendarat di pundak Arcane.
"jika menginginkan perlindungan pergi ke ibukota dan temukan organisasi Tartarus, bilang kepada mereka sang pangeran mengirim kalian.
namun jangan sebarkan hal seperti ini jika tidak kalian akan terkena masalah"
setelah berkata seperti itu Arcane langsung melirik mereka yang sedang berkumpul dan saling memeluka, menyadari lirikan Arcane semua orang langsung bersujud di antara mereka ada seseorang pria muda yang tetap duduk.
ia kemudian berdiri dan mendekati Arcane, setelah beberapa meter ia langsung bersujud dan berkata.
jika aku lalai maka Tuhan akan mengambil jiwaku dan dibakar di neraka Paling dalam"
Arcane kemudian berdiri dan berbalik ia berjalan sambil berkata.
"Berhati-hatilah dengan Tuhan yang kau sembah"
__________________________________________________________
Arcane berjalan dengan Blue yang ada di pundaknya.
"Blue selain tubuhmu apakah suaramu masih belum terbentuk? "
Blue menjawab dengan nada yang sedikit kacau dan menggema.
"hmmm.... sebenarnya mulai si namun aku lebih membiarkannya dan berbicara dengan sihir supaya jelas"
Arcane mengangguk dan mengetahui kalau selain tubuh Blue suaranya butuh waktu karena dari suara itu Arcane tau kalau Blue sekarang memiliki perasaan sendiri.
ini artinya jiwa buatan Arcane akan menjadi jiwa yang sebenarnya dan membutuhkan sebuah wadah untuk di tinggali.
Arcane berjalan beberapa hari dan bertemu dengan sebuah desa kecil bernama desa lereng hijau, Arcane masuk tanpa halangan karena tidak ada penjaga di desa tersebut.
Arcane cukup heran pasalnya setiap masuk desa akan ada penjaga yang memeriksanya namun saat ini hanya ada pos perbatasan kosong.
Arcane masuk ke desa itu dan mencari kedai makan terdekat, Arcane menemukan satu dan masuk kedalam nya meskipun cukup aneh karena beberapa orang terlihat menghindari Arcane saat datang.
begitu masuk Arcane langsung menjadi pusat perhatian karena topengnya memiliki penampilan mencolok dan keberadaan Blue yang berada di pundak Arcane.
Arcane duduk dan memesan makanan ketika pelayan datang.
"aku pesan air putih dan makanan yang kalian rekomendasikan"
sang pelayan sedikit ketakutan dan berkata.
"tu-tuan, lebih baik anda segera pergi dari sini"