
Arcane mendorong anak itu hingga terjatuh dari kereta nya seakan tak peduli ia pergi menuju timur sementara anak kecil itu berteriak kesakitan.
"aduh.... kau kejam sekali kepada anak kecil!!! "
Arcane hanya menimpali dengan santai.
"anak kecil tidak akan menodongkan senjata ke orang lain, apalagi orang itu telah menolongnya"
anak kecil itu kemudian langsung membuka tudungnya dan terlihat kalau ia adalah seorang anak laki-laki dengan janggut tipis di wajahnya, ia juga memiliki rambut coklat kemerahan dengan tatapan tegas dan liar.
ia berlari dan langsung melompat dan naik ke kereta Arcane.
"huh....kau berani melawan ku!"
Arcane tidak peduli dan melakukan hal yang sama kepadanya, kejadian terus berulang-ulang dan ia terus mengrutu.
keduanya tidak ada yang menyerah hingga hari mulai sore, anak kecil itu akhirnya duduk tenang di kereta dengan banyak lecet dan jubahnya yang kotor.
anak itu menatap Arcane lalu menghela nafas.
"namaku Ghor, senang bertemu denganmu"
Arcane yang di kursi kusir langsung membalas.
"panggil saja aku Arc"
Ghor mengangguk ia kemudian bertanya kembali.
"kau sedang menuju kemana? "
"menuju timur, temanku di culik aku kesana untuk mencarinya"
kata Arcane singkat.
Ghor hanya mengangguk dan kemudian Arcane kembali berkata.
"kau dari ras dwarf Ya? "
Ghor mengangguk dan membalas.
Arcane melirik dan menghela nafas.
"setidaknya kalau beralasan seperti itu cukur habis jenggot yang mulai tumbuh itu atau beli penyamaran wajah karena wajahmu terlihat terlalu muda"
"eh benarkah!? "
Ghor langsung meraba dagunya dan merasakan kalau jenggotnya mulai tumbuh.
seperti yang dikatakan kalau seorang dwarf memiliki karakteristik yang unik dimana tubuhnya lebih pendek dari rasa lainnya untuk Arcane ia berfikir kalau masa pubertas seorang dwarf sangat dini karena dari yang ia baca ketika mereka masih berusia 10 tahun pun telah menumbuhkan jenggot (bagi laki-laki tentunya)
selain itu mereka di berkahi oleh kemampuan menempa dan pengrajin yang sangat luar biasa, bahkan ada yang bilang kalau mereka belajar saat masih dalam kandungan.
setiap kwalitas produk mereka adalah yang terbaik dan dengan kebanggaan seperti itu mereka menempatkan harga diri mereka dalam produk mereka.
para dwarf akan menempa dengan sepenuh hati dalam menciptakan peralatan atau kerajinan, semakin baik maka semakin terpandang pula dirinya di Kerajaan.
kembali ke perjalanan Arcane yang kini tengah beristirahat, ia kemudian mengeluarkan beberapa kayu yang ia kumpulkan dari kereta kuda yang hancur dalam pembunuhan sebelumnya.
setelah itu ia juga memanggang daging yang sudah ia siapkan dari markas.
"hei kau tidak ingin makan? "
Arcane menawarkan makanan kepada Ghor yang setelah ketahuan, Arcane tau kalau Ghor kini menjaga jarak kepada nya.
akhirnya dimalam itu Arcane membagi setengah makanannya dan meletakkannya di dekat Ghor.
"walaupun ini beracun setidaknya kau mati dalam kondisi kenyang"
"deg! "
jantung Ghor seperti berhenti berdetak dan menatap Arcane dengan ngerti, sekujur tubuhnya kini langsung merinding namun ketakutannya terhadap Arcane tak lebih besar dengan rasa laparnya.
hingga akhirnya di malam itu Ghor melaluinya dengan rasa ketakutan dan mimpi buruk.
dipagi harinya mereka berdua melanjutkan perjalanan namun kali ini Brok terlihat sangat diam dan tenang, Arcane melirik itu dan tertawa sendiri.
Di keheningan itu akhirnya Arcane belajar pengendalian sihirnya, ia kini menggunakan kekuatan sihir tanah untuk membuat bola kecil dan merubahnya menjadi berbagai macam bentuk mulai dari yang simple sampai yang rumit.