Kesatria, Sihir, Dan Teknologi

Kesatria, Sihir, Dan Teknologi
chapter 50


pada sebuah tempat di kedalaman hutan ada sebuah karafan yang cukup besar sedang di kawal oleh banyak prajurit.


setiap kereta di karafan itu memiliki dekorasi yang sangat sangat indah dan lumayan besar, terlebih dihias dengan dekorasi emas yang menambah kesan elegan dan di tiap kereta itu ada lambang yang terpasang yaitu sebuah lembah dengan tanduk di ujungnya.


disalah satu kereta itu ada seorang perempuan yang duduk termenung, sang pelayanan di sebelahnya mencoba menghiburnya.


"putri tenang lah, ini hanya pengenalan calon tunangan bukan berarti Anda harus bertunangan dengan pangeran itu"


orang yang di sebut putri itu mendongak dan terlihat kalau ia memiliki wajah cantik meski masih di umur 12 tahun.


"tapi meski begitu ia berasal dari negara tingkat 3 sementara kita berasal dari tingkat 1 kita bisa apa? "


pelayan itu ikut sedih dan kembali berkata.


"namun putri ia melangsungkan upacara kedewasaannya besok disaat ia berumur 12 tahun sama dengan putri.


bukannya ini juga menunjukkan kalau ia juga layak? "


sang putri tersenyum getir dan menjawab dengan pasrah.


"kau seperti tidak tau bagaimana kerja politik, mereka melakukan itu pasti dengan maksud tertentu.


sudahlah.......


sia-sia saja usahaku selama ini untuk menjadi kuat, nyatanya sama saja"


"putri tegarlah demi keluarga lunar, demi kerajaan horn hills"


__________________________________________________________


disisi lain pada istana kerajaan.


seseorang dengan perawakan tegas dan berkharisma sedang menyusuri lorong istana, selain tegas ia memiliki tubuh yang sangat terlatih ini membuatnya membawa aura tegas sekaligus mendominasi.


beberapa saat kemudian seseorang muncul dihadapannya, berbeda dengan sebelumnya kali ini ia memiliki tubuh yang cukup kurus namun membawa aura kebiasaan samar dibarengi dengan ketenangan.


"kau datang untuk menghadiri upacara saudara kita ya..... kakak"


pria yang berotot itu membalas dengan tajam.


"alasannya sama seperti alasanmu berada di sini"


seperti yang di duga mereka adalah kakak arcane yang sebelumnya tidak bisa datang karena beberapa urusan penting, mereka berdua belajar di akademi yang berbeda karena permintaan ibu mereka.


setiap pangeran bersekolah di Akademi yang di tunjuk oleh ibu mereka masing-masing sang raja juga tidak ambil pusing mengenai hal itu karena mau bagaimanapun ia memiliki tugas yang banyak.


kembali ke mereka berdua.


"kakak son kau memang seperti biasa, sepertinya kau telah menjadi sedikit lebih pintar."


"hahaha.....


sementara kah tidak ada perubahan Elias"


seketika mereka berdua memasang ekspresi yang menakutkan.


jhonson adalah nama dari kakak arcane yang pertama ia lah sang pangeran pertama, ia dari dulu memiliki berkah tubuh yang sangat kuat, bahkan kabarnya ia pernah bergulat dengan seekor beruang ketika berburu.


sementara dihadapannya adalah Elias sang pangeran kedua yang memiliki otak diatas rata-rata, ia begitu pintar hingga di anggap jenius dikalangan para menteri.


meski mereka kakak adik tidak ada kata akur atau damai diantara keduanya, mereka selalu bertengkar dan terus saling menjatuhkan.


beberapa saat kemudian jhonson mengalah dan pergi dari tempat itu, sementara Elias tetap berdiri disana.


ketika jhonson akan pergi ia mengatakan satu hal kepada Elias.


"meski kau memiliki gereja di pihakmu aku tidak akan gentar"


Elias hanya tersenyum, jhonson tau kalau Elias masih mengapdi di gereja namun bersamaan dengan itu Elias juga menarik beberapa dukungan untuk membuat dirinya menjadi raja berikutnya, hal ini pula yang membuatnya bergabung ke akademi yang didirikan oleh gereja.