Kesatria, Sihir, Dan Teknologi

Kesatria, Sihir, Dan Teknologi
chapter 33


ketika arcane bangun beberapa keping memori ingatan memasuki dirinya, dimana ia mengurung diri dalam sepi, hanya ada monitor bercahaya dan ai yang menemani dirinya.


namun itu langsung membuatnya sadar dan kini ia dalam proses pengobatan, ia tak tahan dan langsung berteriak.


"HENTIKAAAA....... N"


sontak para tabib dan pelayan berhenti sementara yang lain keheranan, tak menunggu lama arcane kemudian berkata kembali.


"tabib buat tubuh ini berada pada posisi yang semestinya, aku tidak peduli bagaimana caranya lakukan"


tabib menjadi kebingungan dengan perkataan arcane ia kemudian menatap marina dan Elisabeth mereka berdua mengangguk sebagai tanda.


"ambi beberapa kain dan papan kayu"


tabib menyuruh pelayan dengan cepat, sementara itu arcane kembali berbicara.


"brown kemarilah"


brown mendekati arcane lalu ia menjawab.


"hamba di sini tuan"


dengan menahan sakit arcane berkata dengan tegas dan berusaha menatap brown.


"ketika selesai, kau beri aku sihir penyembuhan terkuatmu untuk meregenerasi dan menyembuhkan tubuhku"


brown terkejut dan ketakutan.


"tapi tuan akau tidak yakin ini akan berhasil"


arcane kini memejamkan kembali matanya dan berkata dengan tenang.


"jika bukan kau aku tidak yakin dengan orang lain.


saat ini kau adalah orang yang paling aku percayai"


meski arcane menutup matanya namun suaranya sudah cukup untuk meyakinkan semua orang terlebih brown untuk melakukan tugas itu.


dan hanya dengan perkataan arcane berhasil membuat brown meneguhkan tekadnya.


__________________________________________________________


"Crack, crek, tuk"


suara renyah tulang yang di getakkan terus bergema, banyak tulang yang bergeser dan patah itu membuat setiap geseran dan penarikan sangat menyakitkan, bahkan beberapa luka kembali terbuka.


siksaan kembali hingga beberapa waktu, ketika selesai brown langsung maju dan melakukan sihir penyembuhannya.


brown menutup matanya dan dengan posisi seperti berdoa ia mulai menyebutkan mana sihirnya


~recovery~


bersamaan dengan itu cahaya hijau menenangkan keluar dari tangannya dan butiran cahaya seperti salju meluncur dan mengenai arcane.


sementara itu arcane juga tidak tinggal diam, ia juga menayangkan kalau di tubuhnya ada triliunan nano bot yang mengalir di tubuhnya dan melakukan beberapa rekontruksi tambahan untuk tubuhnya.


mereka yang ada disana tentu melihat kalau hanya brown lah yang menyembuhkan arcane, namun dengan kondisi yang unik.


penyembuhan brown terasa unik karena luka luar arcane tidak di tutup secara cepat, melainkan secara sangat lambat.


para pelayan serta lainnya hanya menatap remeh sihir penyembuhan itu laku ketika tabib dengan inisiatif untuk membantu ia terkejut.


tabib itu terkejut sampai tidak bisa berkata kata, marina menyadari kalau ada yang salah ia pun mendekat dan melihat kalau tabib itu sangat terkejut, marina kemudian melihat kondisi arcane dan tentu saja marina juga terkejut.


pasalnya meski pengobatan lambat namun regenerasi luka itu dimulai dari dalam bukan langsung secara keseluruhan, karena yang marina dan tabib itu liat regenerasi dimulai dari tulang yang hancur dan patah.


bahkan ada juga serpihan tulang yang keluar dengan sendirinya dari tubuh arcane, setelah tulang dilanjutkan dengan beberapa daging dan organ dalam.


sebenarnya untuk tulang yang keluar itu adalah bagian arcane untuk bagian regenerasi itu bagian brown arcane sebenarnya juga menyadari kalau lukanya sembuh mulai dari dalam tidak hanya itu matanya yang tadinya hancur kini telah kembali seperti sedia kala.


ini menunjukkan kalau brown memiliki bakat yang luar biasa yang tidak kalah dengan gray, arcane tersenyum ketika penyembuhannya.


beberapa saat berlalu arcane kini telah sembuh sepenuhnya seperti tidak terjadi apapun, ia bahkan bisa duduk di samping kursinya.


ketika ia menatap melihat sekeliling tiba-tiba ia mendapat beberapa pelukan hangat.


"kakak, kau selamat"


"anakku, kau selamat"