Kesatria, Sihir, Dan Teknologi

Kesatria, Sihir, Dan Teknologi
chapter 84


hari telah berlalu dan kini Arcane sedang menyamar dan berjalan di antara masyarakat yang melakukan aktivitas, meskipun baru-baru ini terjadi insiden namun masyarakat membutuhkan sesuap nasi setiap harinya Jadi meskipun takut mereka tetap harus beraktivitas.


Arcane berjalan mengarah ke sebuah bangunan yang bertempat di perbatasan wilayah penduduk biasa dan daerah kumuh, bangunan itu tak lain adalah toko Gavin dulu.


Arcane menghirup nafas panjang dan udara segar di pagi hari membuat pikiran nya tenang, tanpa ragu ia langsung memasuki bangunan itu.


keadaan didalam sangat sunyi dan kosong namun Arcane menuju sebuah pintu dan langsung menuju ke ruangan lain, ruangan yang di tuju di hubungkan oleh tangga yang lumayan panjang hingga akhirnya ia tiba di sebuah ruangan.


ruangan itu sangat luas dan di dalamnya terdapat banyak orang yang berkumpul, kemungkinan 150 Orang berada di sana.


Arcane terus maju dan menaiki podium yang sengaja di buat asal-asalan untuk Arcane, ketika menatap kerumunan itu Arcane bisa melihat wajah yang familiar dan asing.


mulai dari One eye, Thin, Brian dan lainnya.


Arcane tersenyum kemudian berkata.


"kenapa kalian di sini? "


semua orang yang di sana langsung memasang wajah buruk dan tidak mengenakkan, kemudian sebuah suara terdengar.


"bukannya kita semua berkumpul disini karena institusi mu!?, apa kau lupa? "


Arcane menggelengkan kepala dan menjawab.


"aku tau itu, aku bertanya kenapa kalian disini...


aku yakin kalian cukup pintar untuk mengerti Maksudku kan? "


semua orang kini malah semakin marah namun mereka berusaha menahan diri, namun sesaat kemudian Brian mengangkat tangan dan berbicara.


"aku ingin penjelasan darimu"


suara keras Brian berhasil membuatnya menjadi pusat perhatian, Brian memperhatikan sekeliling dan kemudian berkata.


"aku kesini untuk sebuah penjelasan dan motif mu karena menghancurkan gedung judi usahaku.


setelah itu aku akan menilai apakah kau layak untuk aku pilih sebagai tuan atau tidak"


Arcane tersenyum dan dengan kekuatannya ia memanipulasi angin dan menarik sebuah kursi melayang mengarah kepadanya.


setelah duduk Arcane menatap mereka dengan tatapan datarnya lalu dengan menyilangkan kakinya ia kemudian berkata dengan aura dominasi nya.


"ada yang lain? "


mereka yang ada di ruangan itu kebingungan dan saling menatap satu sama lain kemudian diikuti oleh One eye, Gavin dan lainnya mereka juga ikut berbicara.


"aku ingin penjelasan tentang pengambil alihan pabrikku" kata One eye.


"penjelasan kenapa kau menolongku!? " kata Gavin.


"aku ingin terus bersama bos" kata Jack.


"aku ingin melihat apakah kau bisa menarik perhatian ku! " kata kai.


"aku ingin melihat kau yang sebenarnya" kata seseorang.


mereka semua menyebutkan alasan mereka masing-masing, berbagai alasan dan ungkapan Arcane mendengarkan.


setelah semuanya menyebutkan Arcane kemudian menoleh di kerumunan budak.


"lalu kalian ingin apa? "


semua orang bingung karena Arcane berbicara kepada budak, mereka kini menoleh kearah kumpulan budak.


seorang budak anak perempuan dari ras elf berbicara.


"aku- aku ingin makan..... "


sambil memegang perutnya anak itu mulai menangis, Arcane mengeluarkan buah dari sabuk nya dan dengan kekuatan anginnya ia memberikan nya ke anak kecil itu.


"itu bukan tujuan, melainkan keinginan sekarang apa tujuanmu? "


"aku ingin tinggal di padang bunga dan setiap hari merawat dan bermain di sana"


"bagaimana dengan yang lain? "


para budak masih menundukkan kepalanya mereka terlihat sangat takut, meskipun beberapa hari ini mereka di biarkan namun entah apa yang akan terjadi di hari selanjutnya.


Arcane melihat kalau mereka tidak kunjung bicara, ia menggelengkan kepalanya dan kemudian berdiri.


"baik aku anggap tidak ada lagi yang ingin berbicara......."


Arcane ke kemudian mengulurkan tangannya kearah Kai, melihat isyarat itu ia langsung tau dan kemudian menyerahkan beberapa lembar kertas yang diatasnya bertuliskan lingkaran sihir dan rune.


Arcane melihatnya dan kemudian mengalihkan mana kedalamnya, lingkaran sihir di kertas itu bercahaya dan kemudian kemudian Arcane bisa merasakan kalau ia memiliki kebebasan terhadap para budak.


setelah itu Arcane menatap semua orang dan berbicara.


"sebelumnya perkenalkan aku Arcane Fortis, pangeran ke tiga.


aku tau kalau reputasiku sangat buruk dan tercela, aku tidak akan menyanggah atau membela diri karena di usia yang semuda ini siapa yang akan percaya?....


keinginan ku sederhana, aku hanya ingin meneliti, membuat, dan menciptakan.


aku tidak peduli bagaimana caranya atau bagaimana kesulitan yang di lalui, yang pasti aku tidak ingin melukai seseorang atau menghancurkan seseorang.


namun jika ada yang menghalangiku aku tidak segan-segan untuk Menghancunnya atau menggunakan namaku untuk melakukan sesuatu yang buruk dan tidak menguntungkan.


namun jika di perjalanan ada yang membuat diriku bisa mempercepat langkah mencapai impianku kenapa tidak aku Terima, sebagai imbalannya hidupmu akan selalu berada di labirin sungai yang bahkan tidak kalian bayangkan....... "


Arcane sengaja berhenti dan melihat semua raut wajah semua Orang, dan kemudian ia mengeluarkan sebuah tongkat mewah diberdirikan tongkat itu di depannya dan kedua tangannya di menumpu pada ujung tongkat.


dengan posisi itu ia berkata dengan aura mendominasi.


"sekarang aku ingin mencari anak buah yang ingin bekerja bersamaku.


jika ingin meninggalkan tempat ini maka pergilah itu berarti aku anggap kalian bukan siapa-siapa, dan begitu keluar aku tidak bertanggung jawab atas apa yang akan terjadi.


mereka yang tinggal aku anggap menerima aku sebagai tuan, bos atau apapun yang kalian inginkan.


jika kalian memiliki urusan denganku maka majulah, bahkan jika ada yang ingin bertarung sebagai syarat menerimaku sebagai tuan kalian aku terima!


syarat ini berlaku juga untuk para budak"


"tuk... tuk"


Arcane mengetuk lantai dengan tongkatnya, seketika segel budak yang ada langsung menghilang.


mereka para tamu yang hadir terkejut dan banyak dari mereka yang ketakutan dan langsung pergi, ada pula yang pergi dengan tenang begitu Arcane selesai bicara.


setelah beberapa saat seorang dari ras beast maju dengan tubuh di tutupi bulu kuning keemasan dan kepala singa jantan yang gagah, ia hanya memakai celana pendek yang usang memperlihatkan tubuhnya yang berotot dan banyak luka.


orang itu kemudian berjalan menuju Arcane dan berbicara dengan nada merendahkan.


"bertarung denganku.


jika kau menang aku akan menjadi budakmu, jika kau kalah lindungi mereka mencapai kebebasan yang sesungguhnya"


Arcane tersenyum dan mulai menelisik Orang ras beast itu, Arcane menjawab.


"meskipun tidak sebanding namun sepertinya kau cukup pintar dan berpengetahuan..... "


Arcane berfikir sebentar dan berkata.


"aku naikkan pertaruhan nya, jika kau kalah maka semua ras beast disana akan aku jadikan budak kembali.


bagaimana? "


orang itu menjadi bingung namun setelah beberapa saat ia langsung mengangguk dan berkata.


"baik aku Terima! "