Kesatria, Sihir, Dan Teknologi

Kesatria, Sihir, Dan Teknologi
chapter 127


"kakek seperti apa pelelangan itu? "


kata selena yang kini di gendong oleh Jones.


kini di malam hari namun masih ada jejak sang Surya di katulistiwa Jones, Elisabeth dan Selena mereka sedang berjalan santai membaur dengan masyarakat tanpa pengawal namun meskipun begitu demi keamanan beberapa orang menyamar mengikuti mereka.


Jones tersenyum kemudian berkata.


"pelelangan adalah perebutan barang di mana penawar harga tertinggi akan mendapatkan barang tersebut"


Selena mengangguk paham, setelah beberapa saat mereka telah sampai di lokasi pelelangan.


"Raksasa Emas? "


selena membaca nama toko yang menjadi tempat pelelangan dan Jones langsung menanggapi.


"iya, kenapa? "


Selena berfikir sebentar dan berkata.


"kakek bukankah ras raksasa hanya mitos? "


(author: sebenarnya tulisannya raraksa/raksasa/raksaksa)


Jones menggeleng.


"tidak ada yang tau, bahkan banyak asal usul mengenai mereka"


setelah pembicaraan singkat mereka langsung masuk ke pelelangan itu, begitu masuk Jones menurunkan selena dan berkata.


"hei, kau pesan kan kursi kakek dan ibu kami ingin berbicara sebentar"


selena tersenyum dan mengangguk semangat, tanpa ragu ia langsung pergi sendiri sebelumnya juga Jones memberikan sebuah medali kepada Selena.


Selena dengan semangat ke meja resepsionis dan langsung berkata.


"kursi untuk 3 orang"


si resepsionis melihat kalau pelanggannya kali ini ada seorang gadis kecil, ia akhirnya memasang wajah jutek.


"kenapa kau kesini, keluar! ini bukan tempat untuk anak kecil! "


Selena bingung namun ia masih ingin memesan.


resepsionis itu hanya tertawa kecil dan membungkuk.


"kalau begitu dimana walimu? aku yakin mereka tidak cukup bodoh untuk meninggalkan anak kecil di sini. "


setelah berkata seperti itu ia langsung menyentil dahi Selena.


"au... hei kau"


Selena yang tidak Terima langsung mengeluarkan aura kuningnya dan menyerang resepsionis itu dengan bola angin.


meskipun ia hanya menyerang resepsionis itu namun dampaknya menyebar karena Selena menggunakan elemen angin apalagi setiap serangan Selena tidak di kendalikan dengan baik dan alhasil di sekitar mereka juga terkena dampaknya.


Selena langsung menjadi sorotan, Tiba-tiba seseorang datang dengan beberapa prajurit. dengan auranya yang tenang ia langsung menghampiri Selena dan berlutut.


"putri Selena tenanglah!.... "


itu adalah pemilik pelelangan , sementara itu Selena sendiri langsung menggembungkan pipinya si pemilik berkata dengan pelan dan sepertinya tamu lain tidak mendengar nya.


"hmph..... lupakan aku ingin masuk pelelangan dengan kakek dan ibuku! cepat! "


Sang pemilik itupun langsung mengurusnya secara pribadi setelah selesai selena pun pergi, sang pemilik menoleh ke resepsionis itu dan berteriak.


"kau ingat siapapun yang bisa masuk ke toko ini berarti ia memiliki uang, jika ini terjadi lagi maka aku sendiri yang akan mengurusmu!!! "


si resepsionis ketakutan dan mengangguk dengan cepat, beruntung Selena hanya mengeluarkan sihir ringan yang tak terlalu kuat Jadi hanya berkas -berkas yang beterbangan.


saat ini.....


__________________________________________________________


kembali ke saat ini Arcane tengah mendapatkan perhatian dari sang pemilik, sebelumnya karena si pemilik tau akan identitas Jones maka ia bisa mengantisipasinya dengan cepat.


namun untuk kasus Arcane sebenarnya ia juga ragu untuk mempercayainya namun penjaga yang berada di depan tempat ini sudah di suruh untuk memastikan siapapun yang mempunyai uang bisa masuk.


jika Arcane bisa masuk maka ia memiliki uang, si pemilik akhirnya mengurus sendiri masalah pemesanan Arcane setelah selesai ia akhirnya bertanya.


"tuan muda, sebelumnya aku ingin bertanya kenapa anda mengikuti lelang ini? " kata si pemilik.


Arcane tersenyum dan berkata.


"tidak terlalu spesial, hanya alat teleportasi dan sebuah roh kesialan kecil"